Senin, April 7, 2025
BerandaBerita TerbaruKisah di Balik Pembebasan Irian Barat 1963, Ada Kekecewaan RPKAD

Kisah di Balik Pembebasan Irian Barat 1963, Ada Kekecewaan RPKAD

Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat (RPKAD) pada bulan Januari 1963 telah menyatakan kekecewaan terhadap pemerintahan Sukarno. Hal ini terjadi karena Presiden pertama RI tersebut telah menempuh pembebasan Irian Barat dengan cara diplomasi.

RPKAD kecewa dengan keputusan itu karena para prajurit Angkatan Darat tidak bisa membalaskan dendam keluarga mereka yang dahulu jadi korban keganasan tentara Belanda.

Mereka siap perang dan rela menaruhkan jiwa raganya untuk menghancur leburkan Belanda di tanah Papua.

Pernyataan RPKAD pada Presiden Sukarno demikian disampaikan langsung oleh Komando RPKAD, Kol. Moeng Parhadimoelja di Jakarta.

Baca Juga: Allen Dulles, Agen CIA Pemicu Kerusuhan G30S Tahun 1965

Dengan hati bergetar dan ucapan yang terbata-bata Moeng kesal pada Presiden, kendati begitu RPKAD harus siap dengan apapun yang diperintahkan kepala negara.

Kol. Moeng Parhadimoelja menyarankan agar Presiden Sukarno meninjau ulang persetujuan dengan Belanda dalam pembebasan Irian Barat.

Moeng khawatir kemudahan memperoleh Irian dari Belanda justru jebakan yang tak kita duga sebelumnya. RPKAD menghimbau agar Presiden selalu berhati-hati mengambil langkah.

Pembebasan Irian Barat 1963, RPKAD Sudah Mempersiapkan Seluruh Prajurit Perang

Menurut surat kabar Bintang Timur yang terbit pada tanggal 11 Januari 1963 bertajuk, “RPKAD Hanya Menunggu Saat Sadja Untuk Menggempur”, RPKAD sudah mempersiapkan seluruh prajurit perangnya membebaskan Irian Barat sejak awal tahun 1960-an.

Namun perjuangan RPKAD mengintai Belanda sejak tahun 1960 nampaknya sia-sia. Mereka malah menjadi korban keganasan perang di Irian Barat, Presiden Sukarno seolah tutup telinga dengan peristiwa tersebut.

Orang nomor satu di Indonesia itu justru berunding dengan Belanda untuk membebaskan Irian Barat. Maka dari itu Komando RPKAD, Kol. Moeng Parhadimoelja menyesali tindakan sang Presiden karena kembalinya Irian Barat pada 2 Januari 1962 diselesaikan dengan cara berdiplomasi.

Padahal pada misi pengiriman prajurit RPKAD ke Irian Barat pada 1961, Kol. Moeng telah memilih prajurit terbaik yang siap tempur.

Ketika mereka sudah berada pada posisi masing-masing, Kol. Moeng tinggal menunggu komando dan arahan dari Presiden antara; serang atau tunda.

Namun komando itu tak juga datang dari Presiden Sukarno. Kol. Moeng Parhadimoelja putus harapan dan kecewa. Padahal persiapan yang matang membuat Kol. Moeng sebelumnya telah membuat ia percaya diri dan optimis bisa merebut Irian Barat dalam waktu 2 jam.

Baca Juga: Sejarah Sinterklaas Hitam, Upaya Sukarno Usir Belanda Tahun 1957

Pernyataan di atas sebagaimana mengutip pidato Kol. Moeng Parhadimoelja dari surat kabar Bintang Timur (1963) sebagai berikut:

“Ditegaskannja bahwa RPKAD telah dipersiapkan dengan semangat tempur jang tinggi. Mereka telah dipersiapkan sedemikian rupa sehingga dalam waktu 2 djam sadja Irian Barat sudah dapat digempur habis-habisan dan Belanda harus meninggalkan daerah kita itu dengan kekalahan jang pahit”.

Press Release RPKAD: Gagal Menjemput Kematian Serdadu Belanda

Ketika Indonesia berhasil membebaskan Irian Barat dari tangan Belanda pada tahun 1962, RPKAD di bawah Komando Kol. Moeng Parhadimoelja memberikan keterangan yang menohok lewat Press Release bahwa RPKAD telah gagal menjemput kematian serdadu Belanda.

Seluruh prajurit perang RPKAD sudah mempersiapkan strategi untuk menghabisi tentara Belanda yang berlagak arogan di tanah Papua. Namun cita-citanya ini terhambat oleh perintah Presiden Sukarno yang memilih perundingan daripada peperangan.

Pasukan perang RPKAD merasa sakit hati, khususnya Komando RPKAD, Kol. Moeng Parhadimoelja dengan kesewenang-wenangan tentara Belanda pada zaman revolusi.

Mereka telah membunuh keluarga RPKAD dengan kejam. Maka dari itu penugasan satuan perang Angkatan Darat ke Irian Barat diorientasikan untuk membalaskan dendam para pahlawan yang gugur terbunuh Belanda.

Berikut adalah isi dari Press Release Komando RPKAD, Kol. Moeng Parhadimoelja di Pusat Penerangan Angkatan Darat Jakarta, 11 Januari 1963:

“RPKAD dalam konperensi persnja jg diadakan di Pusat Penerangan Angkatan Darat kemarin pagi, sudah bertekad hendak membalas dendam dengan musuh kita di Irian Barat (Belanda). Karena betapa terlukannja hati saja (Kol. Moeng dan seluruh prajurit RPKAD) pada djaman revolusi dahulu ketjuali kehilangan saudara. Saja sendiri pernah dihadiahkan peluru oleh Belanda”.

Pada intinya press release RPKAD itu ingin menyampaikan rasa kekecewaan Kol. Moeng Parhadimoelja terhadap keputusan Sukarno yang menyepelekan peperangan.

Menurut Kol. Moeng tindakan Sukarno memilih berunding merupakan sikap keragu-raguan pemimpin dalam menetapkan keputusan. Konon dari pernyataan ini membuat Presiden Sukarno dengan Angkatan Darat memiliki hubungan yang renggang.

Baca Juga: Jatuhnya Pesawat B-26 dan Upaya Agen CIA Menghabisi Sukarno

RPKAD Mendapat Dukungan ALRI Menggempur Belanda di Irian Barat

Kekecewaan RPKAD pada pemerintah Sukarno dalam konteks pembebasan Irian Barat juga bertambah saat para prajurit Angkatan Darat mendapatkan dukungan dari Angkatan Laut RI (ALRI). Maka dari itu Kol. Moeng optimis sekali bisa melumpuhkan Belanda di Irian Barat dalam waktu 2 jam.

Dukungan ALRI pada RPKAD untuk menggempur Belanda di tanah Papua saat itu terwakili oleh pernyataan Kol. Moeng Parhadimoelja melalui pidato keprajuritan sebagai berikut:

“Beribu2 tentara kita sudah terapung2 dilaut bersama ALRI menggunakan kapal perang, kapal selam, sedang RPKAD dan satuan terdjun lainnja telah siap dilapangan terbang daerah Mandala. Sehingga dengan satu komando sadja semuannja sudah dapat bergerak dg tjepat dan dalam waktu singkat pula musuh di daratan Irian Barat sudah dapat dimusnahkan”.

Konon dukungan ALRI pada RPKAD sudah terjadi sejak awal tahun 1960-an. Para pasukan Angkatan Darat dan Angkatan Laut saling bekerjasama untuk mencari informasi intelijen di Irian Barat sampai menyebabkan pasukan RPKAD di bawah pimpinan plt. Djabaluddin Nasution gugur.

Melalui Press Release yang berisi kekecewaan RPKAD terhadap pemerintah Sukarno yang memilih berunding dengan Belanda mendapatkan Irian Barat merupakan cara Kol. Moeng menyampaikan informasi pada rakyat Indonesia jika prajurit RPKAD tidak diam saja. Mereka justru bekerja keras untuk merebut kedaulatan Irian Barat dari genggaman Belanda.

RPKAD tidak tidur, prajurit Angkatan Darat menyerang Belanda di Irian Barat menggunakan taktik gerilya. Strategi perang warisan Panglima Besar Jenderal Sudirman di zaman revolusi. Dengan teknik perang gerilya, RPKAD menjadi pasukan yang terdepan dalam operasi pembebasan Irian Barat. (Erik/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Arus balik di Jalur Selatan Garut

Arus Balik di Jalur Selatan Garut Minggu Malam Mulai Lancar, Volume Kendaraan Mengarah ke Bandung Berkurang

harapanrakyat.com,- Volume kendaraan arus balik lebaran 2025 yang melintas di jalur selatan Garut, Jawa Barat, pada Minggu (6/4/2025) malam, sudah mulai menurun. Meski masih...
Remaja terseret ombak Pantai Karang Papak Garut

4 Remaja Terseret Ombak Pantai Karang Papak Garut, 1 Orang Tewas 

harapanrakyat.com,- Niat wisata malah jadi malapetaka, empat orang remaja asal Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat terseret ombak pantai Karang Papak Kecamatan Cikelet pada...
Lucky Hakim liburan ke Jepang

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Sindir Lucky Hakim yang Liburan ke Jepang: Bilang Dulu Ya!

harapanrakyat.com,-  Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyentil Bupati Indramayu Lucky Hakim yang liburan ke Jepang saat momen libur lebaran. Tak tanggung-tanggung Dedi Mulyadi mengunggah...
Pemudik arus balik

Potret Lonjakan Pemudik Saat Puncak Arus Balik di Terminal Tipe A Kota Banjar

harapanrakyat.com,- Memasuki H+6 lebaran Idul Fitri 1446 H ratusan pemudik memadati Terminal Tipe A Kota Banjar, Jawa Barat, saat puncak arus balik pemudik pada...
Pasca Banjir, Bupati Sumedang Tinjau Aliran Sungai Cimande Pastikan Jembatan Pangsor Aman

Pasca Banjir, Bupati Sumedang Tinjau Aliran Sungai Cimande Pastikan Jembatan Pangsor Aman

harapanrakyat.com,- Di tengah hujan deras yang mengguyur wilayah Sumedang, Bupati Dony Ahmad Munir turun langsung ke lapangan memantau aliran Sungai Cimande, khususnya di bawah...
Arus Balik Lebaran, Jalur Alternatif Cadas Pangeran Sumedang Jadi Pilihan Pemotor

Arus Balik Lebaran, Jalur Alternatif Cadas Pangeran Sumedang Jadi Pilihan Pemotor

harapanrakyat.com,- Jalur Cadas Pangeran Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, jadi alternatif jalur bagi pemudik motor, yang kembali ke kota asal setelah pulang kampung dari sejumlah...