harapanrakyat.com,- Imbas penutupan STIMIK Tasikmalaya oleh Kemendikti, puluhan orang tua dan mahasiswa datangi Kantor DPRD Kota Tasikmalaya untuk mengadukan nasibnya, Rabu (29/3/23).
Dalam audiensi itu, mereka curhat ke DPRD dan minta agar uang registrasi yang sudah diterima kampus bisa kembali lagi. Bahkan, mereka mendesak paling lambat dua pekan anaknya sudah pindah ke kampus lain.
Santi Permana, salah satu orang tua mahasiswa mengaku kurang puas dengan hasil audiensi itu. Pasalnya, persoalan uang registrasi sebesar Rp 1 juta lebih per mahasiswa belum kembali.
Baca juga: Orang Tua Mahasiswa STIMIK Tasikmalaya Minta Anaknya Dipindahkan ke Kampus Lain
Ia pun mengungkapkan, kampus yang sudah tahu akan ada penutupan malahan masih menekan mahasiswa untuk membayar registrasi.
“Harusnya STIMIK bersedia mengembalikan uangnya ke kita. Anak-anak juga tidak sepenuhnya mengikuti kegiatan langsung, karena ada online hingga dosennya tidak masuk,” tegasnya.
Pihaknya pun mengultimatum dalam waktu 2 minggu agar STIMIK mengembalikan yang mereka tuntut, termasuk memindahkan mahasiswa ke kampus lain.
Jika dalam waktu tersebut tidak terealisasi, pihaknya pun menegaskan akan menempuh jalur lain.
“Sebelum lebaran, anak-anak harus UTS. Kalau belum jelas kuliahnya di mana, tentu saja tidak bisa ikut, sehingga ini akan mengganggu mahasiswa,” katanya.
Soal pemindahan kuliah, Santi ingin para mahasiswa mendapatkan kebebasan, asalkan masih satu rumpun.
“Kami minta pemerintah membantu kami. Sejauh ini, kami apresiasi karena Pemkot cepat tanggap, karena kami kirim surat hari ini langsung mendapatkan balasan,” ujarnya.
Sementara itu, anggota DPRD Kota Tasikmalaya Dede Muharam mengharapkan adanya titik temu pasca penutupan STIMIK Tasikmalaya tersebut.
Pihaknya pun juga mendorong agar STIMIK memiliki kesiapan memindahkan para mahasiswa ke kampus lain yang serumpun, seperti STMIK DCI dan Universitas Perjuangan.
“Soal permintaan untuk mengembalikan uang registrasi, kami juga meminta mereka untuk duduk bersama menyelesaikannya,” singkat Dede.
Sementara itu, Ketua STIMIK Tasikmalaya yang hadir dalam audiensi enggan memberikan komentar dan memilih menghindar dari awak media. (Apip/R6/HR-Online/Editor: Muhafid)