harapanrakyat.com – Bupati Pohuwato Provinsi Gorontalo, Saipul A Mbuinga menetapkan status darurat bencana pasca banjir yang merendam 1613 rumah di daerah itu pada Minggu (26/3/2023). Status darurat itu berlaku sejak 24 Maret hingga 6 April 2023.
Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi BNPB, banjir itu melanda enam kecamatan di Kabupaten Pohuwato. Enam kecamatan terdampak banjir itu yakni Kecamatan Popayato Barat, Popayato Timur, Lemito, Marisa, Popayato, dan Taluditi.
Banjir juga berdampak pada dua fasilitas pendidikan, dua fasilitas kesehatan dan 11,95 hektare perkebunan milik warga.
Baca Juga : Sebut Pria di OmeTV Orang Susah, Wanita Ini Tuai Hujatan Netizen
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pohuwato Abdulmutalib Dunggio mengatakan, pemerintah daerah sempat meliburkan kegiatan belajar mengajar saat terjadi banjir.
“Sekolah sempat libur sementara karena ada genangan air di beberapa sekolah. Namun saat ini proses belajar mengajar sudah pulih kembali,” kata Abdulmutalib dalam keterangan resminya Jumat (31/3/2023).
Sebelumnya juga dilaporkan terdapat 80 warga yang terpaksa mengungsi ke rumah kerabat terdekat.
Kondisi terkini, sejumlah warga sudah mulai kembali ke rumah seiring banjir berangsur surut. Meski demikian, status darurat bencana masih tetap berlaku.
Abdulmutalib menambahkan, pihaknya juga telah memberikan bantuan logistik kepada warga terdampak selama penanganan status darurat bencana ini.
“Kami juga telah menyalurkan logistik bagi para warga terdampak, terlebih dalam masa bulan Ramadan ini,” ucap Abdulmutalib.
Selama Status Darurat Bencana, Optimalisasi Proses Penanganan Bencana
Menyikapi penetapan status bencana banjir di Kabupaten Pohuwato ini, Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengimbau masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan. Terlebih bagi warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai.
Masyarakat bersama pemerintah daerah, lanjut Muhari, agar dapat menyiapkan rencana jangka panjang menyikapi bencana ini, terlebih saat status darurat bencana. Salah satunya mengevaluasi kondisi lingkungan kawasan hulu dan sepanjang daerah aliran sungai.
Baca Juga : Siswa asal Cianjur Jadi Rebutan Cewek Jepang, Netizen: Gua Ganteng Tapi Salah Negara!
Penanaman kembali kawasan hulu dengan vegetasi yang bernilai ekologi dan ekonomi akan mampu mengurangi potensi banjir di masa depan.
“Selama penetapan status darurat bencana banjir ini berlaku, upaya percepatan penanganan bencana terus kami lakukan bersama pemerintah setempat,” ungkap Muhari. (Ecep/R13/HR Online)