Sabtu, April 5, 2025
BerandaBerita TerbaruAtmosfer Matahari Retak, Terdapat Lubang Korona

Atmosfer Matahari Retak, Terdapat Lubang Korona

Atmosfer matahari retak merupakan salah satu fenomena langit yang belum lama ini terjadi. Seperti yang kita tahu, matahari memiliki atmosfer yang mungkin saja mengalami masalah, seperti terjadi retak. Keretakan yang terjadi pada matahari ini merupakan sebuah lubang dengan ukuran yang besar.

Bahkan, arah lubang tersebut lurus ke arah Bumi. Ada berbagai faktor yang mempengaruhinya.

Biasanya, fenomena ini berkaitan dengan kecepatan angin matahari yang meningkat. Selain itu, juga disebabkan karena medan magnet antar planet yang kuat.

Baca Juga: Benang Plasma di Atmosfer Matahari Menyembur 8 Kali Bumi

Terjadinya fenomena tersebut, membuat munculnya aurora. Meskipun menyita banyak perhatian, akan tetapi fenomena seperti ini selalu berada dalam ketidak pastian.

Atmosfer Matahari Retak, Menyebabkan Aurora

Sebenarnya peristiwa ini tidak hanya terjadi sekali ini saja. Beberapa waktu lalu, di Amerika Serikat terdapat lubang korona yang bisa dibandingkan dengan lubang yang terjadi saat ini.

Dari peristiwa tersebut, menyebabkan aurora yang terlihat dari selatan New York hingga ke Seattle. Namun, peristiwa itu tidak menyebabkan masalah yang serius untuk mendapatkan penanganan.

Aktivitas Matahari

Atmosfer matahari retak, tidak terlepas dari terjadinya aktivitas matahari itu sendiri. Beberapa bentuk aktivitas menyebabkan interferensi mendadak pada magnetosfer Bumi.

Salah satu aktivitas yang cukup terkenal adalah suar matahari. Sedangkan lubang korona merupakan aktivitas yang jarang kita kenal.

Baca Juga: Gerak Semu Matahari Harian dan Tahunan, Apa Dampaknya?

Meskipun demikian, lubang korona tetap mendapatkan perhatian dari para pengamat. Bahkan, sejumlah pengamat memberikan perhatian dengan cermat. Pasalnya, aktivitas matahari ini cukup memberikan pengaruh.

Lapisan pada Matahari

Matahari merupakan bola gas yang berpijar dengan suhu sangat panas. Matahari sendiri memiliki empat lapisan yakni inti matahari, fotosfer, kromosfer, dan yang terakhir adalah korona.

Dalam peristiwa atmosfer matahari retak tersebut, terjadi pada lapisan korona. Korona merupakan lapisan luar atmosfer dari matahari.

Korona memiliki warna keabu-abuan. Hal ini terbentuk karena hasil dari adanya ionisasi pada atom-atom karena suhu yang sangat tinggi.

Suhu korona kurang lebih mencapai 1.000.000 derajat Celcius. Kita bisa menyaksikan korona, saat terjadi gerhana matahari total.

Pada saat itu, bulan hampir menutupi sebagian besar cahaya matahari. Bila kita amati dengan seksama, bentuk korona seperti mahkota.

Selain atmosfer matahari retak, terdapat pula berbagai gangguan lainnya yang mungkin saja terjadi. Seperti halnya, gumpalan-gumpalan pada fotosfer, bintik matahari, lidah api matahari, hingga letupan.

Baca Juga: Ukuran Asli Matahari, Bintang di Pusat Tata Surya

Bila kita bandingkan dengan bintik matahari maupun aktivitas lainnya, lubang korona bisa terjadi kapan saja. Akan tetapi, hal tersebut dipengaruhi oleh siklus matahari 11 tahun.

Meski demikian, frekuensinya tidak sedekat ekuator matahari sehingga bersifat counter cyclical. Akan memuncak ketika berada di dekat minimum matahari saat jenis aktivitas matahari lainnya mengalami penurunan.

Itulah tadi penjelasan terkait atmosfer matahari retak yang berhasil dalam pantauan NASA. Pada tanggal 24 Maret 2023 kemarin, terlihat aurora. Sedangkan 25 Maret 2023 terjadi badai geomagnetik tingkat G1. (R10/HR-Online)

Maxime Bouttier Melamar Luna Maya, Cinta Bersemi di Bawah Bunga Sakura

Maxime Bouttier Melamar Luna Maya, Cinta Bersemi di Bawah Bunga Sakura

Maxime Bouttier melamar Luna Maya belum lama ini. Kabar bahagia datang dari pasangan selebriti ternama Tanah Air. Maxime Bouttier resmi melamar kekasihnya, Luna Maya,...
Idul Fitri, Disnaker Ciamis Kembali Buka Pelayanan Selasa 8 April 2025

Idul Fitri, Disnaker Ciamis Kembali Buka Pelayanan Selasa 8 April 2025

harapanrakyat.com,- Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Ciamis, Jawa Barat, memberlakukan penutupan operasional pelayanan. Baik itu pelayanan...
Polres Ciamis Terapkan Rekayasa Lalu Lintas One Way Parsial di Simpang Tiga Sindangkasih

Polres Ciamis Terapkan Rekayasa Lalu Lintas One Way Parsial di Simpang Tiga Sindangkasih

harapanrakyat.com,- Dalam rangka operasi ketupat Lodaya tahun 2025, Polres Ciamis, Jabar, berlakukan sistem one way parsial di Simpang Tiga Sindangkasih Kabupaten Ciamis, pada Jumat...
Puncak Arus Balik, Jumlah Penumpang Bus di Terminal Garut Mulai Alami Peningkatan

Puncak Arus Balik, Jumlah Penumpang Bus di Terminal Garut Mulai Alami Peningkatan

harapanrakyat.com,- Lonjakan penumpang di terminal pemberangkatan bus Guntur Garut, Jawa Barat, mulai terlihat sejak Sabtu (5/4/2025) pagi. Hingga H plus 3. Petugas mencatat sudah...
Mengembalikan Chat Telegram yang Terhapus, Gunakan Fitur Undo

Mengembalikan Chat Telegram yang Terhapus, Gunakan Fitur Undo

Telegram adalah salah satu aplikasi perpesanan instan yang populer dengan berbagai fitur canggih. Namun, terkadang pengguna mengalami masalah kehilangan chat secara tidak sengaja. Jika...
Warga di Kota Banjar Keluhkan Tanah Bekas Galian Pipa Pertamina, Minta Segera Diperbaiki

Warga di Kota Banjar Keluhkan Tanah Bekas Galian Pipa Pertamina, Minta Segera Diperbaiki

harapanrakyat.com,- Warga di Kota Banjar, Jawa Barat, mengeluhkan bekas galian pemasangan pipa Pertamina di wilayah Sukarame, Kelurahan Mekarsari tepatnya di Jalan Kapten Jamhur sebelum...