Arti dari ghibah penting untuk dipahami setiap umat muslim. Sebab, umat muslim belum tentu tahu arti sebenarnya dari ghibah. Padahal Islam sangat melarang umatnya untuk melakukan ghibah.
Ghibah yakni perbuatan membicarakan kekurangan atau keburukan orang lain. Perbuatan ini terbilang sangat mirip dengan fitnah atau gosip. Menggunjing orang lain, namun informasi yang dibicarakan belum tentu sepenuhnya benar.
Islam tentu melarang melakukan perbuatan ghibah. Baik itu melakukannya secara langsung, melalui tulisan, dan media lainnya. Umat muslim akan lebih baik mencoba untuk menghindari perbuatan dosa tersebut.
Baca Juga: Doa Memohon Ampunan Punya Segudang Keutamaan, Amalkan!
Arti dari Ghibah Perlu Umat Muslim Pahami
Ghibah adalah salah satu perbuatan yang tidak disukai oleh Allah dan Rasul. Menurut Islam, dosa ghibah juga lebih besar daripada zina. Tanpa kita sadari, mungkin sering melakukan perbuatan dosa ini.
Di kehidupan bermasyarakat, perilaku tersebut bisa dikatakan bergunjing atau bergosip. Ghibah yang artinya tutur kata terhadap seseorang yang tidak menyenangkan meski nyata adanya. Perbuatan tersebut akan mengurangi kehormatan dari orang yang Anda bicarakan.
Tentu saja ghibah memiliki sebab, salah satunya yakni rasa dengki atau iri hati. Perbuatan buruk tersebut tidak jauh berbeda dengan fitnah. Sebab keduanya memiliki kesamaan dalam menyebarkan berita buruk terkait seseorang.
Jika berita buruk tersebut memang benar adanya, maka termasuk ghibah. Namun, jika ternyata tidak sepenuhnya benar, maka akan tergolong perbuatan fitnah. Allah SWT justru akan membalas dengan kebaikan, bagi siapa saja yang berusaha menghindari perbuatan tersebut.
Bahkan jika sudah tahu arti dari ghibah akan mencoba menutup aib sesamanya. Adapun hadits yang menceritakan tentang hal tersebut.
Hadits tersebut berasal dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda yang berarti:
Salah satu dari sahabat Rasulullah memiliki sebuah pertanyaan, ‘Wahai Rasulullah SAW, bagaimana menurut pendapatmu jika yang aku bicarakan benar-benar nyata ada pada diri saudaraku?
Perlu Anda pahami kembali jika hal ini adalah keburukan yang mampu menyebabkan dosa. Bahkan ada menganggap jika melakukan perbuatan tersebut memiliki tujuan buruk.
Dalil Larangan Ghibah
Menurut Al-Quran serta hadits, pengertian ghibah sudah cukup jelas. Terdapat beberapa dalil yang bisa menunjukkan mengenai larangan tersebut.
Dalil pertama yang berasal dari wahyu Allah SWT (Q.S. 49:12). Perlunya menjauhi perbuatan berprasangka buruk serta mencari kesalahan orang lain. Perbuatan tersebut ibarat telah memakan daging saudaranya sendiri, namun sudah mati.
Sementara wahyu Allah SWT lainnya (Q.S. Al-Hujurat: 12) isinya mengenai larangan menggunjing satu sama lain. Pada hadits Nabi Muhammad SAW turut menjelaskan adanya larangan melakukan ghibah. Sesungguhnya riba yang sangat berbahaya yakni membicarakan keburukan sesama muslim.
Baca Juga: Doa Keselamatan Dunia dan Akhirat, Hafalkan dan Amalkan!
Dasar Hukum Arti dari Ghibah
Para ulama sepakat bahwa ghibah hukumnya haram. Bahkan juga termasuk dalam golongan dosa besar. Meski cukup sepele, namun sebenarnya ghibah adalah masalah cukup berat.
Sebab, hal ini menyangkut kehormatan serta privasi orang lain. Padahal kehormatan seorang muslim tersebut harus terjaga. Untuk itu, jika seorang muslim melakukan perbuatan buruk tersebut, berarti telah berdosa besar.
Cara Menghindarinya
Jika sudah memahami pengertian dari ghibah, larangan perbuatan ghibah, dasar hukumnya, dan contohnya, maka perlu tahu cara menghindari perbuatan ghibah. Adapun cara menghindari perbuatan ghibah, adalah sebagai berikut.
Mengingat Kebaikan dan Berpikir Positif
Sebelum membicarakan keburukan seseorang, akan lebih baik mengingat kebaikan orang tersebut dahulu. Sehingga, keinginan untuk membicarakan keburukannya perlahan akan menghilang.
Bahkan, saat sudah tahu arti dari ghibah dan seseorang memancing untuk membicarakan keburukan orang lain, perlu menolak dengan perlahan. Husnudzon atau berprasangka baik terlebih dahulu kepada orang yang akan Anda bicarakan tersebut.
Menjaga Lidah dan Lisan
Seseorang yang melakukan ghibah akibat tidak bisa menjaga lidah dan mulutnya untuk berkata dengan baik. Saat mengetahui pembicaraan mengenai hal yang buruk, akan lebih baik tidak perlu Anda katakan. Hal ini bertujuan agar bisa terhindar dari bahaya lisan.
Baca Juga: Perbuatan yang Paling Dibenci Allah, Dosa Besar Penghalang Surga
Perbanyak Istighfar
Umat muslim memang perlu memperbanyak istighfar kepada Allah. Memohon ampunan atas segala dosa yang Anda lakukan sengaja maupun tidak sengaja. Memperbanyak istighfar membuat seseorang selalu mengingat segala dosa serta menghindari ghibah.
Setiap umat muslim perlu selalu menjaga lisannya. Tentu sudah jelas bahwa arti dari ghibah merupakan perbuatan buruk. Apalagi ghibah termasuk perilaku zalim yang akan mendapat laknat oleh Allah SWT. (R10/HR-Online)