Sejarah Kota Thaif tentunya sangat menarik. Sebab sejarah dari Kota Thaif ini berhubungan dengan perjuangan syiar Nabi Muhammad SAW. Untuk Anda yang penasaran bagaimana kisah dan sejarahnya pastikan menyimak pembahasan ini.
Kota Thaif sendiri berada di antara pegunungan Al Hada dan pegunungan Asir. Jaraknya sekitar 80 km dari Makkah atau sekitar 1,5 jam perjalanan dengan kendaraan. Meskipun bebatuan mendominasi, kota ini memiliki tanah yang subur.
Dengan kesuburan tersebut kota Thaif pun terkenal dengan kekayaan produk hasil pertanian. Kota ini mampu menghasilkan berbagai jenis buah-buahan seperti anggur, kurma delima dan sebagainya. Selain buah ada pula berbagai macam sayuran serta berbagai bunga.
Baca Juga: Kisah Khabab bin Al Arat, Mengalami Banyak Ujian di Jalan Allah
Sejarah Kota Thaif yang Perlu Anda Pahami
Selain terkenal dengan keindahan dan kesuburannya, Thaif juga menyimpan banyak sejarah. Terlebih lagi sejarah mengenai perkembangan agama Islam serta kehidupan Rasulullah SAW. Di kota inilah pertama kalinya Rasulullah mendapat tentangan, cemoohan hingga pengusiran.
Bahkan kabilah Tsaqif yang terbesar di Thaif pernah melempari Rasulullah dengan batu. Untuk mengingatkan kembali, sejarah ini terjadi pada waktu tiga tahun sebelum hijrah. Waktu itu Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan ke Thaif untuk berdakwah.
Perjalanan tersebut terjadi tak lama setelah wafatnya Khadijah RA dan sang paman, Abu Thalib. Setelah keduanya wafat, kaum Quraisy memang semakin berani menentang dan mengganggu Rasulullah. Untuk mengantisipasi kekejaman kaum Quraisy, Rasulullah pun melakukan perjalanan ke Thaif.
Penolakan Penduduk
Kisah sejarah selanjutnya Rasululah menerima penolakan dari penduduk Kota Thaif. Awalnya Rasulullah menetap 10 hari di Thaif untuk menyampaikan dakwah sekaligus meminta perlindungan. Akan tetapi, ternyata penduduk kota tersebut malah menolak dan memperlakukan Rasulullah dengan kasar.
Bahkan mereka berani melempari Rasulullah dengan batu hingga menyebabkan kakinya terluka. Tindakan tersebut akhirnya membuat Zaid bin Haritsah RA membela dan melindungi Rasulullah. Namun kepala sahabat Rasulullah tersebut juga terluka sebab terkena lemparan batu.
Baca Juga: Sejarah Islam Jawa di Keraton Yogyakarta, Asal Mula Munculnya Islam Putihan dan Abangan
Kebaikan Hati Rasulullah SAW
Menerima penolakan tersebut, kemudian Rasulullah kembali dari kota Thaif. Ketika perjalanan pulang Rasulullah menemukan tempat yang sekiranya aman dari orang Thaif. Di tempat tersebut Rasulullah kemudian berdoa kepada Allah SWT.
Kemudian Allah SWT mengutus malaikat Jibril untuk datang menemui Rasulullah. Setelah memberi salam, malaikat Jibril pun menyatakan akan melakukan apa yang Rasulullah perintahkan. Bahkan malaikat Jibril sanggup membenturkan kedua gunung di samping kota untuk membinasakan orang di antara keduanya.
Dalam sejarah Kota Thaif ini Rasululah tidak menyetujui pernyataan malaikat Jibril. Rasulullah malah berharap terdapat seseorang dari kalangan kota tersebut yang akan menyembah Allah. Betapa mulianya hari Rasulullah yang berdoa kebaIkan pada orang yang sudah menyakitinya.
Perang Hunain
Selain kisah penganiayaan Rasulullah pada masa awal dakwah Islam, terdapat sejarah lain dari kota ini. Sejarah tersebut yaitu di Thaif pernah terjadi pertempuran besar pasca perang Hunain. Perang Hunain sendiri merupakan pertempuran antara pihak Rasulullah dan para sahabatnya.
Mereka melawan kaum Badui dari suku Hawazin dan Tsaqif pada tahun 630 M. Dalam perang tersebut, pasukan Muslim bersama Rasulullah berhasil mendapatkan kemenangan telak. Namun sebagian orang Tsaqif yang sudah kalah memilih untuk tidak menyerah.
Mereka kemudian melarikan diri ke Thaif lalu menutup pintu gerbang kota ini. Selain itu mereka juga membuat beberapa persiapan untuk perang. Nah, setelah perang Hunain mereda, sejarah selanjutnya Rasulullah SAW berangkat menuju ke Kota Thaif.
Baca Juga: Pembebasan Kota Damaskus, Sejarah Besar di Bulan Rajab
Penaklukkan Kota Thaif
Untuk mencapai kota Thaif, Rasulullah berjalan melewati Nakhaah Al Tamaniyah, Qarn, Al Mulaih. Kemudian melewati Bahrah Ar-Rugha dari Liyyah. Di sanalah Rasulullah kemudian membangun masjid dan melaksanakan shalat di dalamnya.
Setelah mendekati tembok benteng Thaif, Rasulullah memerintahkan pasukan Muslim untuk mendirikan markas. Namun karena beberapa sahabat terkena panah, Rasulullah memindahkan markasnya ke masjid. Setelah itu, pasukan muslim baru mengepung benteng selama lebih dari 20 malam.
Akhirnya pertempuran pecah dan kaum Tsaqif menggunakan berbagai cara untuk melawan. Jumlah korban pasukan muslim pun cukup besar, namun mereka berhasil menguasai Thaif. Jumlah sahabat Rasulullah yang gugur sebagai syuhada dalam perang ini terdapat 12 orang.
Demikianlah pembahasan mengenai sejarah Kota Thaif yang berhubungan dengan Rasulullah. Saat ini kota Thaif sering menjadi tujuan wisata, terutama para jamaah haji atau umroh. (R10/HR-Online)