harapanrakyat.com,- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jawa Barat akan melakukan pengawasan dan pengamanan pengunjung Masjid Al Jabbar secara ketat.
Langkah tersebut diambil menyusul musibah anak berusia 4 tahun yang terjatuh dari lantai dua di Masjid Al Jabbar tersebut.
Kepala Satpol PP Jawa Barat, Ade Afriandi mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan dan pengamanan berkala secara ketat serta menyeluruh di fasilitas di Masjid Al Jabbar.
“Kami sudah melakukan pengecekan di seluruh fasilitas, baik keamanan gedung maupun untuk keamanan pengunjung. Petugas juga akan melakukan penjagaan ketat di selasar utara lantai 2 dan tempat lainnya,” ungkapnya di Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (6/2/2023).
Baca Juga : Ini Besaran Utang Kontraktor Kepada Pelaksana Proyek Masjid Al Jabbar
Ade mengakui, sejak peresmian Masjid Al Jabbar sebagian besar pengunjung masih tidak patuh terhadap aturan di masjid ikon Jawa Barat tersebut.
Oleh karena itu, kata Ade, terkait sejumlah fasilitas yang dapat menimbulkan kerawanan, petugas akan melakukan penjagaan ketat di masjid tersebut.
“Dengan kejadian kemarin (anak terjatuh), kita sudah laporkan supaya area itu tertutup bagi pengunjung. Jadi kita akan coba kunci secara permanen, kecuali untuk petugas. Kita akan berusaha meningkatkan mutu pelayanan kepada pengunjung di tengah keterbatasan personil di Masjid Al Jabbar,” tuturnya.
Kerahkan Personel Jaga Keamanan Masjid Al Jabbar
Mengenai jumlah personel di Masjid Al Jabbar, lanjutnya, sekitar 130 petugas keamanan setiap harinya terus melakukan pengamanan dan pengawasan.
Dari unsur Satpol PP Jawa Barat, kata Ade, terdiri dari 6 tim yang setiap timnya ada 5 personel. Sehingga, lanjut Ade, ada sekitar 30 personel yang bergiliran dalam dua giliran waktu kerja selama 24 jam.
Baca Juga : Masih Sisakan Utang, Kubah Masjid Al Jabbar Terancam Dibongkar
“Dari Kota Bandung, ada satu regu atau satu peleton sekitar 30 orang. Kemudian Satpam khusus Masjid Al Jabbar sebanyak 15 orang per waktu jaga, jadi total 45 Satpam. Nah kalau yang stay itu, ada 15 orang dalam satu waktu jaga. Jadi sekitar 130 orang,” katanya.
Ade menuturkan, pihaknya akan terus melakukan imbauan kepada para pengunjung untuk tetap menaati aturan Masjid Al Jabbar.
“Kalau saat hari libur, itu menjadi kendala kami karena mendatangkan personel juga (tambahan) belum tentu bisa karena belum ada dukungan anggaran khusus Kami terus berupa meningkatkan keamanan di Masjid Al Jabbar,” ucapnya. (Rio/R13/HR-Online/Editor-Ecep)