Peristiwa mutasi pada makhluk hidup hal yang biasa. Ada beragam penyebab peristiwa mutasi yang terjadi pada makhluk hidup. Mutasi merupakan hal umum yang bisa kita pelajari di biologi.
Arti dari mutasi sendiri merupakan perubahan genetik suatu sel yang diwariskan kepada keturunannya. Penyebab dari mutasi pada makhluk hidup ini juga beragam.
Umumnya penyesuaian suatu organisme terhadap perubahan lingkungan yang sering terjadi merupakan penyebab dari mutasi ini. Karena adanya proses mutasi pada makhluk hidup, maka akan memunculkan keberagaman variasi yang berbeda-beda.
Namun, hal tersebut akan tetap bergantung kepada faktor genetik yang terdapat di setiap makhluk hidup.
Baca Juga: Cara Katak Kaca Menjadi Transparan Ternyata Sangat Unik!
Mengenal Peristiwa Mutasi pada Makhluk Hidup
Makhluk hidup di dunia ini juga mengalami peristiwa yang bernama mutasi. Mutasi terjadi ketika induk mewariskan suatu sel ke keturunannya.
Peristiwa mutasi yang paling terlihat di kehidupan sehari-hari adalah perbedaan warna pada tubuh binatang. Hal kecil seperti itu merupakan contoh nyata dari mutasi.
Apa Itu Mutasi pada Makhluk Hidup?
Mutasi merupakan perubahan yang terjadi pada bahan genetik di setiap makhluk hidup. Perubahan tersebut terjadi pada taraf urutan gen, maupun taraf kromosom yang terdapat di makhluk hidup.
Peristiwa terjadinya mutasi ini lebih terkenal dengan nama mutagenesis. Sedangkan makhluk hidup yang mengalami mutasi ini bernama mutagen.
Hugo de Vries untuk pertama kalinya menggunakan istilah mutasi untuk mengemukakan adanya perubahan fenotipe yang mendadak pada bunga Oenothera lamarckiana.
Perubahan yang terjadi merupakan akibat dari adanya penyimpangan kromosom di dalam tubuh makhluk hidup. Peristiwa mutasi pada makhluk hidup ini bersifat menurun dan menyebabkan perubahan keturunan di setiap makhluk hidup.
Baca Juga: Penglihatan Kucing di Malam Hari, Lebih Baik dari Manusia?
Penyebab Peristiwa Mutasi
Proses mutasi sebenarnya terjadi karena makhluk hidup perlu menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi di alam dan lingkungannya.
Apabila makhluk hidup tidak dapat menyesuaikan diri, maka mereka akan berkurang secara perlahan atau bahkan punah. Penyebab dari mutasi ini sering disebut sebagai mutagen.
Berikut ini beberapa penyebab mutasi berdasarkan jenis-jenis bahannya:
- Mutagen bahan kimia atau mutagen kimiawi yang terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu analog basa, agen pengubah basa, dan agen penyela. Contohnya kolkisin dan zat digitonin pada makhluk hidup yang bermutasi.
- Peristiwa mutagen pada bahan fisika, penyebabnya bersifat fisik, seperti radiasi dan suhu. Contoh mutagen ini adalah sinar radioaktif, sinar ultraviolet, dan sinar gamma.
- Mutagen bahan biologi. Contohnya seperti virus dan bakteri yang menyebabkan terjadinya mutasi DNA-nya masuk ke dalam DNA makhluk hidup.
Itulah berbagai penyebab peristiwa mutasi pada makhluk hidup. Jadi, penyebab dari mutasi ini tidak hanya dari satu faktor saja.
Syarat Terjadinya Mutasi
Perubahan genetik pada kromosom (DNA) merupakan proses mutasi. Proses mutasi ini juga tidak terjadi begitu saja.
Mutasi bisa terjadi apabila berbagai kriteria atau syaratnya sudah terpenuhi. Berikut ini kriteria yang harus terpenuhi agar peristiwa mutasi pada makhluk hidup terjadi:
- Adanya perubahan terhadap materi genetik (DNA).
- Perubahan yang terjadi bersifat dapat diperbaiki dan tidak dapat diperbaiki.
- Hasil dari perubahan yang terjadi dapat diwariskan secara genetik kepada keturunannya.
Baca Juga: Cara Katak Berkembang Biak Ternyata Beragam, Ini Penjelasannya!
Manfaat dan Kerugian Mutasi
Pastinya peristiwa mutasi ini juga memberikan manfaat dan kerugian pada makhluk hidup. Manfaat dari proses mutasi adalah meningkatnya produksi pada sektor pertanian.
Mutasi juga menciptakan varietas tanaman baru yang dapat menghasilkan buah tanpa biji. Kemudian, mutasi menjadi proses yang sangat bermanfaat dalam evolusi dan juga variasi genetik pada makhluk hidup.
Akan tetapi, mutasi juga bisa menyebabkan kerugian, seperti sindrom down yang merupakan kondisi keterbelakangan fisik dan mental karena perkembangan kromosom yang tidak normal.
Sindrom turner juga adalah kelainan genetik pada wanita yang merupakan kerugian dari mutasi akibat kekurangan satu kromosom X. Penderita sindrom turner biasanya memiliki kromosom XO dan hanya berjumlah 45 buah.
Kerugian mutasi lainnya adalah sindrom klinefelter, yaitu kelebihan kromosom X pada laki-laki. Penderita klinefelter ini memiliki kromosom XXY. Salah satu cirinya adalah payudara yang membesar.
Itulah berbagai hal mengenai peristiwa mutasi pada makhluk hidup. Peristiwa ini bisa memiliki kelebihan tetapi juga bisa merugikan. (R10/HR-Online)