Pengertian gerak peristaltik adalah gerakan otot. Gerak peristaltik ini terjadi pada organ pencernaan manusia. Dengan melakukan gerak ini, maka pencernaan manusia bisa mencerna makanan yang masuk ke dalam tubuh.
Gerakan ini tentu memiliki peran yang sangat penting. Jika tidak terjadi gerakan otot ini, maka makanan yang masuk ke dalam pencernaan tidak dapat tercerna dengan baik.
Gerak peristaltis sendiri akan memberikan efek menyedot dan juga menelan makanan yang masuk ke dalam pencernaan. Ketika Anda menelan, makanan dan cairan akan mulai masuk secara otomatis saraf memicu untuk memulai serangkaian kontraksi.
Kontraksi tersebutlah yang merupakan gerak peristaltik pada pencernaan manusia.
Baca Juga: Fungsi Usus 12 Jari dalam Sistem Pencernaan, Simak Penjelasannya!
Pengertian Gerak Peristaltik pada Pencernaan
Gerak peristaltik merupakan suatu gerakan meremas-remas yang terjadi pada kerongkongan.
Hal tersebut menjelaskan ketika kita minum air, maka air tersebut tidak akan tumpah meski melakukannya sambil bergerak bebas. Semua itu terjadi karena pertahanan gaya di dalam lambung.
Gerakan peristaltik ini merupakan serangkaian kontraksi otot yang terjadi di saluran pencernaan secara otomatis. Mulai dari makanan yang memasuki kerongkongan ketika menelan, hingga turun ke saluran pencernaan.
Peristaltik terjadi akibat otot polos yang bergerak menyerupai gelombang, sehingga memiliki kemampuan menggerakkan makanan serta cairan di dalam saluran pencernaan. Makanan akhirnya akan keluar melalui anus atau uretra.
Gerak otot ini memiliki dua sifat, yaitu lengkap dan juga licin (motion). Pada dasarnya pengertian gerak peristaltik ini merupakan fungsi normal tubuh yang terkadang bisa Anda rasakan saat gas bergerak di dalam perut.
Mudahnya adalah gerakan peristaltik ini menggunakan prinsip menjepit atau mengapit makanan yang masuk ke dalam saluran pencernaan.
Proses Gerak Peristaltik
Gerak peristaltik ini terjadi di kehidupan sehari-hari dan sebenarnya dapat Anda sadari. Terkadang perut manusia akan mengeluarkan bunyi tertentu yang dapat terdengar oleh telinga.
Hal tersebut menjadi tanda mengenai kondisi perut. Suara yang terdengar sebenarnya berasal dari usus kecil dan berhubungan dengan fungsi sistem pencernaan yang seperti sebuah tabung panjang.
Pencernaan akan menghubungkan berbagai jenis organ dan bagian tubuh lainnya. Cara mendorong material masuk ke dalam sistem pencernaan adalah dengan gelombang kontraksi otot.
Gerakan tersebut dikenal dengan pengertian gerak peristaltik. Kontraksi yang terjadi akan membantu dalam mengaduk makanan dan cairan pencernaan yang berbeda hingga tercampur dan menjadi lengket bernama Chyme.
Baca Juga: Proses Pembentukan Urine pada Ginjal yang Penting untuk Tubuh
Apa Fungsi dari Gerakan Peristaltik?
Gerakan peristaltik tentunya terjadi bertujuan untuk mencerna makanan yang masuk ke dalam tubuh. Adanya gerakan peristaltik ini berfungsi untuk menggerakkan makanan.
Makanan akan bergerak melalui sistem pencernaan, mulai dari saat menelan dan berlanjut ke kerongkongan, lambung, bahkan hingga anus.
Peristaltik juga akan menggerakkan urin dari ginjal ke kandung kemih dan juga cairan empedu dari kantung empedu menuju ke usus dua belas jari (duodenum).
Pengertian gerak peristaltik ini pada intinya memungkinkan tubuh mencerna makanan. Selain itu, peristaltik juga berfungsi untuk membersihkan bakteri serta limbah sisa produk pencernaan pada waktu yang tepat dari lorong pencernaan.
Letak Terjadinya Gerak Peristaltik
Gerak peristaltik ini terjadi di sepanjang saluran pencernaan. Pertama gerak peristaltik akan terjadi pada kerongkongan ketika Anda menelan.
Setelah itu gerakan berlanjut melalui lambung. Peristaltik pada lambung bergerak lebih lambat untuk memungkinkan segmentasi atau gerakan mengaduk agar makanan tercampur dan pecah lebih kecil.
Gerak peristaltik yang terjadi pada usus akan memungkinkan kantong empedu memindahkan isinya ke usus untuk membantu pencernaan serta penyerapan nutrisi. Gerakan ini terjadi di sepanjang proses pencernaan hingga ujung usus besar.
Selain itu, ginjal dan uretra serta rektum dan anus juga melakukan gerak peristaltik. Gerak peristaltik pada ginjal akan membantu perpindahan cairan urin menuju kandung kemih untuk keluar menjadi urin.
Baca Juga: Fungsi Otot Polos pada Tubuh, Struktur dan Cara Kerjanya!
Sementara peristaltik pada rektum dan anus berfungsi untuk mengeluarkan kotoran berupa tinja atau feses dari dalam tubuh. Semua sisa makanan yang masuk dari kerongkongan akan keluar melalui anus dengan bentuk feses.
Itulah pengertian gerak peristaltik dan juga fungsinya. Tubuh, terutama organ pencernaan sangat membutuhkan gerakan ini agar makanan dan minuman yang masuk bisa dikelola dengan baik. (R10/HR-Online)