Kisah Al Khawarizmi tentunya menarik untuk kita simak. Sebab kisah dari seorang tokoh Islam bernama Al Khawarizmi ini sangat luar biasa. Ia merupakan salah satu ilmuwan Islam yang memiliki pengetahuan sangat luas.
Namanya juga sudah terkenal di dunia, tentunya Anda juga tidak asing dengan namanya bukan? Semua orang baik dari timur maupun di barat juga menghormati Al Khawarizmi. Ia terkenal sebagai penemu aljabar dan juga menemukan angka nol.
Selain itu ia juga ahli di bidang geografi, astronomi, dan juga matematika. Jasanya dalam bidang ilmu pengetahuan sangatlah besar. Tentunya ia juga pantas sejajar dengan para ilmuwan matematika populer lainnya.
Baca Juga: Sejarah Komputasi Awan dari Masa ke Masa
Biodata dan Kisah Al Khawarizmi
Al Khawarizmi memiliki nama asli Muhammad Ibn Musa Al Khawarizmi. Di barat ia terkenal dengan nama Al Khawarizmi, Al Cowarizmi, Al Gorismi, Al Goritmi, dan ejaan lainnya. Orang Barat menjulukinya sebagai bapak aljabar atau father of algebra.
Al Khawarizmi lahir tahun 783 M di Khawarizm, Persia yang sekarang menjadi Kota Khiva, Uzbekistan. Namun tempat kelahiran aslinya masih menimbulkan perbedaan pedapat di kalangan sejarawan maupun matematikawan. Ada pendapat lain yang menyebutkan bahwa kelahirannya di Qutrubbull, tak jauh dari Baghdad.
kisah Al Khawarizmi mencapai zaman kegemilangan pada tahun 780 hingga 850 M. Ada pula yang menyatakan bahwa ia hidup sekitar awal pertengahan abad ke 9 M. Sementara itu Al Khawarizmi wafat antara tahun 220 dan 120 M.
Masa Kecil Al Khawarizmi
Kisah Al Khawarizmi saat masih kecil ia pindah ke Selatan Kota Baghdad. Di sinilah ia mulai semangat dalam menuntut ilmu. Kemudian saat remaja tepatnya yaitu pada masa Khalifah Harun Al Rasyid ia menjadi anggota di Bait Al-Hikmah.
Tempat tersebut juga terkenal sebagai wisma kearifan atau House of Widom di Baghdad. Bayt Al Hikmah merupakan lembaga pusat penelitian ilmu pengetahuan dan penerjemahan. Selain itu tempat ini juga menjadi perpustakaan besar sekaligus menjadi ruang berkumpulnya para ilmuwan.
Sejak pertama kali menjadi anggota di Bayt Al Hikmah, Al Khawarizmi bekerja sebagai ilmuwan. Ia pun terus belajar mengenai ilmu pengetahuan terlebih lagi ilmu dan matematika. Semasa hidupnya ia terus mengabdi dalam bidang riset keilmuan dan pendidikan.
Baca Juga: Manfaat Komputer untuk Kehidupan dalam Berbagai Sektor
Kisah Al Khawarizmi Tentang Penemuan Matematika
Orang pertama yang mengajarkan aljabar dalam bentuk elementer menjadi kisah selanjutnya Al Khawarizmi. Ia juga terkenal sebagai peletak rumus ilmu ukur, hitungan desimal, dan penyusun daftar logaritma. Al Khawarizmi juga mempopulerkan angka 0 dan menjelaskan kegunaan angka.
Karyanya tersebut tercantum di dalam bukunya yang berjudul al-Jam’ wat-Tafriq bi-Hisab al-Hind. Di dalam buku tersebut, Al Khawarizmi juga menjelaskan mengenai penjumlahan dan pengurangan. Ia juga mengenalkan penggunaan angka Hindu, dari 0 hingga 9.
Selain aljabar, Al Khawarizmi mengenalkan konsep algoritma yang berpengaruh besar hingga kini. Algoritma merupakan ilmu dalam bidang matematika yang mengajarkan tentang langkah penyelesaian masalah secara sistematis.
Dari semua karyanya di dalam bidang Matematika, Al Khawarizmi juga mendapatkan julukan sebagai Bapak Matematika.
Menerjemahkan Buku
Kisah Al Khawarizmi selanjutnya yaitu ia juga mempelajari bahasa Sanskerta dan Yunani. Setelah mahir dan menguasai bahasa tersebut, ia pun mulai menerjemahkan beberapa buku. Misalnya yaitu buku India berjudul Siddhanta yang terjemahan ke dalam Bahasa Arab.
Kemudian ia juga bisa menerjemahkan buku ilmu geografi yang merupakan karya seorang ilmuwan Yunani. Karena kemampuannya tersebut maka pengetahuan dan pemikiran Al Khawarizmi pun semakin cemerlang.
Ia juga melahirkan banyak karya berkat keterbukaannya dalam mengadopsi ilmu pengetahuan.
Baca Juga: Temuan Teraneh di Dunia, Bikin Menarik untuk Diketahui
Karya
Salah satu karya terbesarnya yaitu kitab berjudul al-kitab al-mukhtasar fi hisab al-jabr wa’l-muqabala. Kitab tersebut merupakan aljabar yang masih kita pelajari hingga saat ini. Karya tersebut juga tidak terlepas dari pemikiran ilmuwan Yunani bernama Diophantus.
Dari karya Diophantus tersebut Al Khawarizmi menemukan banyak kesalahan dan permasalahan. Di sinilah Al Khawarizmi kemudian mulai menyempurnakan dan memperbaiki aljabar. Ia mengembangkan tabel rincian trigonometri, berisi fungsi sinus, cosinus, tangen, kotangen, dan konsep diferensiasi.
Demikianlah sedikit kisah Al Khawarizmi, bapak matematika dan aljabar. Tentunya kita harus meneladani semangat dan kegigihannya dalam mempelajari ilmu pengetahuan. (R10/HR-Online)