harapanranrakyat.com,- Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, Jawa Barat mencatat jumlah kasus warga yang terkena penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) pada bulan Januari dan Februari tahun 2023 sebanyak 39 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan dr Yoyo mengatakan, jumlah tersebut merupakan data dari Puskesmas dan rumah sakit yang menangani warga terkena DBD.
“Jumlah itu merupakan dari hasil pendataan setiap satu bulan sekali oleh petugas kesehatan Puskesmas dan juga Rumah Sakit sebagai tempat rujukan bagi warga yang terkena DBD, seperti RSUD,” ungkapnya, Rabu (22/2/2023).
Sementara kepala bidang P2P Dinas Kesehatan Ciamis, Acep Jhoni mengatakan, untuk pendataan tahun 2023 dilakukan setiap satu bulan sekali.
“Kita meminta data kepada Puskesmas dan juga Rumah Sakit yang ada di kabupaten Ciamis,” katanya.
Baca Juga: Tahun 2022: 688 Warga Ciamis Terjangkit DBD, 8 Orang Meninggal
Menurutnya data pasien DBD ini sangat penting untuk penanganan DBD di lokasi tertentu.
“Pentingnya data tiada lain sebagai jalan guna penanganan selanjutnya di lokasi atau daerah yang merupakan endemik nyamuk penyebab DBD. Artinya, di mana ada warga terkena DBD, maka kita langsung melakukan penanganan. Salah satunya fogging terlebih dahulu,” jelasnya.
Lebih lanjut kata Acep, jumlah kasus DBD bulan Januari ada sekitar 20 orang. Rinciannya laki-laki 9 orang dan perempuan 11 orang. Sementara kasus DBD di Ciamis pada Februari ada 19 kasus. Rinciannya, laki-laki 10 orang dan perempuan 9 orang.
“Ini masih data sementara, bisa saja nanti akhir bulan ada penambahan,” katanya.
Kata Acep Jhoni, untuk jumlah kasus sendiri pasti tiap bulan akan terjadi kenaikan atau penurunan kasus sesuai dengan daerah endemik itu sendiri. Seperti daerah yang memiliki kepadatan penduduk, tentunya akan banyak warga terkena DBD.
“Pendataan kasus tentunya terus kita lakukan dengan sebaran kasus yang beragam dari setiap kecamatan. Karena hampir seluruh kecamatan sekarang ditemukan kasus DBD, artinya pencegahan dan penanganan harus terus kita lakukan bersama-sama,” katanya.
Upaya Penanganan DBD di Kabupaten Ciamis
Lanjut Acep Jhoni, upaya penanganan DBD salah satunya dengan Penyelidikan Epidemiologi (PE), hal itu agar warga yang terkena DBD bisa segera ditangani Puskesmas maupun Rumah Sakit.
Tidak hanya itu, bentuk penanganan lainnya, setiap Puskesmas dibagi larvasida. Pihak Puskesmas kemudia mendistribusikan larvasida kepada masyarakat sambil sosialisasi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M plus.
Menurut Acep Jhoni, Dinas Kesehatan Ciamis juga memberikan surat edaran kewaspadaan dini DBD dan RDT DBD ke setiap Puskesmas dan RSUD Kawali. Tujuannya sebagai deteksi dini DBD setiap hari.
“Dengan deteksi dini DBD ini sebagai bentuk penanganan cepat. Meski angka kasus DBD masih ada, setidaknya penanganan dan pencegahan bisa dengan mudah kita lakukan bersama-sama pemerintah dan juga warga masyarakat di lingkungan masing-masing,” pungkasnya. (ES/R7/HR-Online/Editor-Ndu)