Investor saham terbesar di dunia adalah Norway’s Sovereign Wealth Fund. Saat ini investor saham yang terbesar di dunia tersebut telah menjual semua sahamnya dari perusahaan Adani Group. Adani Group selama sepekan terakhir mengalami aksi jual saham besar-besaran.
Fund tersebut telah mengurangi eksposur perusahaan Adani secara signifikan dalam lima minggu sejak akhir tahun. Untuk itu, saat ini tidak memiliki eksposur yang tersisa.
Sebelumnya, ia mengelola aset senilai US$ 1,4 triliun. Saham tersebut meliputi Adani Total Gas serta Adani Ports dan Special Economic Zone. Termasuk Adani Green Energy pada akhir tahun 2022.
Baca Juga: Pola Golden Cross, Trader Perlu Tahu Begini Cara Bacanya
Investor Saham Terbesar di Dunia Telah Lama Pantau Adani Group
Grup Adani yang memiliki kepentingan untuk pelabuhan, bandara, distribusi gas, energi hijau, pusat data, logistik agribisnis, minyak nabati, serta pembangkit listrik dan transmisi. Perusahaan ini melaporkan pendapatan USD 23 miliar pada tahun keuangan terbaru dan berakhir pada Maret 2022.
Grup ini merupakan operator bandara terbesar India. Bahkan juga mengendalikan Pelabuhan Mundra negara bagian asal Adani, pelabuhan swasta terbesar di negara tersebut. Terkait payung bisnis ini, tujuh perusahaan terdaftar pada bursa saham India.
Perusahaan ini juga memiliki tambang batu bara di Australia. Tambang Carmichael yang telah menjadi penangkal petir bagi kalangan aktivis perubahan iklim.
Ternyata sejak awal tahun 2023, investor saham terbesar di dunia menjual saham hingga lebih dari US$ 200 juta pada perusahaan tersebut. Sebelumnya telah memantau perusahaan grup Adani selama bertahun-tahun.
Tata kelola perusahaan turut menjadi bagian dari pemantauan ini, meski banyak topik LST lainnya.
Baca Juga: Rekomendasi Saham Ace Hardware di Tengah Resesi Global
Malapetaka Kini Terjadi
Malapetaka saat ini timbul usai adanya laporan dari lembaga short seller asal Amerika Serikat (AS), Hindenburg Research. Pada akhir bulan lalu merilis laporan bahwa konglomerasi asal India tersebut melakukan penipuan akuntansi serta manipulasi saham luar biasa.
Bahkan telah terjadi berpuluh tahun lamanya. Kali ini Gautam Adani, justru menolak mentah-mentah tudingan tersebut. Munculnya tudingan manipulasi dan penipuan pasar saham mengurangi separuh kekayaan dari taipan India Gautam Adani.
Sebelumnya Gautam Adani adalah salah satu orang terkaya dunia. Namun dalam waktu kurang dari dua minggu telah mengalami kerugian hingga lebih dari USD 110 miliar atau Rp 1.668 triliun dari perusahaannya. Sebab, kepercayaan investor terguncang dan legislator menuntut penyelidikan atas bisnis Gautam Adani.
Baca Juga: Aksi Take Profit Saham, Cara dan Waktu yang Tepat Melakukannya
Investor Saham Terbesar di Dunia Jual Saham Sejak 2014
Dana kekayaan Norwegia telah lama melepaskan saham dari perusahaan Adani Group, bahkan sejak 2014 jauh sebelum aksi jual belakangan ini. Tentu ada alasan melakukan divestasi enam perusahaan terkait dengan Adani Group. Salah satunya alasan yang terkait penanganan risiko lingkungan.
Adani Group tidak segera menanggapi akan permintaan komentar dari Insider. Lalu, saham sebagian besar dari perusahaan Grup Adani terlihat mengalami pergerakan beragam pada awal perdagangan pada hari Jumat.
Saham perusahaan andalan tersebut, Adani Enterprises, naik 1,1% usai kehilangan sekitar setengah nilai dari pasarnya tahun ini. Investor saham terbesar di dunia juga memilih menjual semua sahamnya dari perusahaan Adani Group. (R10/HR-Online)