harapanrakyat com,- Korban meninggal suspek difteri di Garut, Jawa Barat, bertambah menjadi 7 orang.
Hal itu dikatakan pihak Dinas Kesehatan Garut. Meski para korban belum sempat diambil sampel untuk uji laboratorium.
Sebagai informasi, wabah difteri di satu Desa di Kecamatan Pangatikan, Garut, sedang mengganas.
Pemkab pun terpaksa menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB), terhadap Desa yang dianggap terdampak difteri.
Kini data terbaru dari Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, sudah ada 7 orang meninggal. Sejak gejala yang diduga difteri menyerang Desa Sukahurip, Kecamatan Pangatikan, dalam kurun waktu 4 minggu terakhir.
Baca juga: Satu Desa di Garut KLB Difteri, 6 Warga Dilaporkan Meninggal
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani membenarkan, korban meninggal dunia diduga akibat difteri menjadi 7 orang.
“Yang terakhir itu 7 orang, meninggal kalau tidak salah hari Sabtu kemarin. Tapi sama ya, seluruhnya belum sempat diambil sample,” ungkap Leli, Selasa (21/2/2023).
Ia menambahkan, gejala yang mudah dikenali dari difteri ini, biasanya pasien mengeluh sakit tenggorokan, demam panas, serta terdapat bercak putih di selaput tenggorokannya.
Status KLB difteri di Pangatikan, Garut ini, menjadi prioritas penanganan, karena penyakit difteri sangat mematikan.
Sementara 2 pasien positif yang dirawat di RSUD dr Slamet, masih harus menjalani isolasi. Mereka mayoritas penderita difteri adalah pasien anak. (pikpik/R8/HR Online/Editor Jujang)