Fenomena puing antariksa menjadi salah satu hal yang perlu diwaspadai. Di antariksa ada banyak fenomena benda dari misi ilmuwan yang bisa saja membahayakan planet kita ketika jadi puing dan sudah tak berfungsi. Benda di antariksa tersebut akan menjadi puing-puing sampah.
Baca Juga: Ledakan Bintang Raksasa Merah SN 2020tlf Ilmuwan Saksikan Langsung!
Waspadai Fenomena Puing Antariksa
Puing sampah yang ada di luar angkasa memang menjadi perhatian tersendiri di kalangan ilmuwan dan peneliti. Bukan tidak mungkin apabila puing-puing tersebut jatuh ke Bumi.
Jika memang terjadi insiden ini, jelas akan ada berbagai kerusakan dan kerugian di Bumi.
Terkait fenomena tersebut, ternyata pernah ada puing antariksa yang mengancam Bumi. Pada 27 Januari, para ilmuwan mendeteksi ada dua potongan sampah antariksa berukuran besar. Setelah diteliti, nyatanya puing sampah tersebut berupa tahap atas roket dan satelit Rusia.
Puing tersebut ada di jarak 6 meter sehingga sangat ngeri bagi Bumi. Pada dasarnya, sampah antariksa ini sudah berusia puluhan tahun dan telah lama mati. Selain insiden tersebut, masih ada beberapa puing luar angkasa lainnya yang tak kalah penting untuk diwaspadai.
Baca Juga: Pijaran Sinar Gamma GRB 2001415 Diukur Untuk Pertama Kalinya
Puing Uji Rudal Anti-Satelit China
Fenomena puing antariksa yang terjadi pada tahun 2007 silam memberikan kenangan buruk yang membekas di hati masyarakat.
Pasalnya, ada tahap roket SL 16 yang melayang dan menghasilkan puing antariksa raksasa. Uji rudal ini menargetkan satelit cuaca China bernama Fengyun dengan berat 750 kg.
Saat rudal diluncurkan dan mengenai satelit tersebut, terdapat ribuan pecahan sebesar bola biliar yang menyebar ke segala arah. Tabrakan ini membuat ruang dekat Bumi menjadi tercemar. Bahkan jaraknya mencapai ratusan mil dari orbit asli satelit Fengyun.
Teleskop Luar Angkasa Hubble
Selain puing dari hasil uji rudal anti-satelit China, antariksa juga memiliki puing teleskop Hubble. Perlu untuk Anda ketahui bahwa teleskop luar angkasa ini masih memiliki masa hidup sekitar satu dekade bahkan lebih. Oleh karena itu, teleskop ini tak akan menjadi ancaman bagi Bumi.
Namun setelahnya, kemungkinan akan berubah menjadi puing setelah selesai misinya. Puing antariksa dengan bobot 12,4 ton ini bisa mengancam planet Bumi. Bahkan ada prediksi yang menyebut potongan puingnya bisa mendarat di permukaan Bumi.
Bukan hanya bobotnya yang besar, ukurannya juga raksasa. Adanya kemungkinan fenomena puing antariksa ini bisa membuat pesawat rusak di udara. Dampaknya juga bisa manusia rasakan maupun infrastruktur yang ada di darat.
Baca Juga: Fakta Hujan Meteor Arid Pada Bumi Bagian Selatan, Sorotan Menarik
Berkaitan dengan kemungkinan tersebut, operator teleskop ini harus mampu memastikan sisa bahan bakarnya. Dengan demikian, Hubble bisa menurunkan ketinggiannya hingga akhirnya terkendali sampai misinya usai.
Harapannya, Hubble bisa mendarat secara aman di lautan sehingga tidak menimbulkan bahaya.
Terkait fenomena puing antariksa di atas, perlu mendapatkan pengamatan sekaligus penanganan dari ilmuwan. Jangan sampai planet Bumi terancam keselamatannya karena ada puing luar angkasa. (R10/HR-Online)