Cara kerja rekayasa genetika sangatlah unik. Rekayasa genetika ini memiliki cara kerja yang cukup bermanfaat. Adapun proses rekayasa genetika berada di dalam ilmu Biologi.
Genetika sendiri sebenarnya merupakan sebuah cabang dari ilmu biologi yang mempelajari makhluk hidup di Bumi. Proses terjadinya rekayasa keilmuan ini dapat memberikan manfaat di kehidupan.
Di dalam ilmu biologi, genetika merupakan cabang ilmu yang mempelajari mengenai sistem penurunan atau pewarisan sifat dari induk makhluk hidup kepada keturunan mereka.
Di masa yang lebih modern ini, maka pola genetika makhluk hidup bisa direkayasa demi menghasilkan keturunan yang lebih baik.
Baca Juga: Peristiwa Mutasi pada Makhluk Hidup, Pengertian Hingga Efeknya!
Cara Kerja Rekayasa Genetika Makhluk Hidup
Mungkin banyak yang tidak menyadari bahwa di sekitar kita saat ini ada berbagai produk hasil rekayasa genetik. Contoh paling mudahnya adalah buah-buahan dan tanaman.
Para ilmuwan melakukan rekayasa untuk dapat memodifikasi genetika buah dan sayur. Mereka melakukan hal ini agar menciptakan produk yang lebih baik sehingga kebutuhan pangan terpenuhi.
Apa Itu Proses Rekayasa Genetik?
Rekayasa genetik termasuk ke dalam bagian bioteknologi pada umumnya. Hal ini akan memanipulasi gen, DNA, kloning gen, dan menggunakan prosedur lainnya.
Kemunculan dari proses rekayasa genetik ini berawal dari usaha untuk menyingkap misteri genetik yang terus berlanjut dari satu generasi ke generasi selanjutnya.
Ketika semakin banyak yang memahami bahwa kromosom-lah yang menjadi materi genetik dengan membawa gen, maka saat itu jugalah rekayasa genetika ini mulai terjadi.
Perlu Anda ketahui, cara kerja rekayasa genetika ini terjadi dengan mengurangi, menambah, atau menggabungkan dua dari materi genetik atau DNA, asalnya dari dua organisme berbeda.
Hasil dari proses penggabungan dua materi genetik tersebut akan bernama DNA rekombinan. Sementara itu, organisme hasil rekayasa ini akan terkenal sebagai organisme transgenik.
Baca Juga: Hewan Hasil Rekayasa Genetika yang Unik Hingga Menyeramkan
Bagaimana Cara Kerja dari Rekayasa Genetika?
Hal pertama yang berlangsung untuk melakukan rekayasa genetik adalah dengan memanipulasi DNA. Pola DNA pada makhluk hidup sistem bioteknologi olah dengan baik.
Cara kerja ini adalah dengan mengubah pola genetik dari sel yang ada dengan menambah atau mengurangi dari susunan DNA agar bisa menghasilkan bibit baru yang lebih unggul.
Berikutnya cara kerja rekayasa genetika adalah DNA rekombinan. Ini merupakan sebuah kombinasi pola genetik yang baru saja terbentuk.
Cara kerja dari rekayasa genetika ini adalah dengan menyisipkan beberapa molekul DNA pada sebuah vektor agar mengalami penambahan sel organisme lainnya.
Selanjutnya ada kloning. Ini merupakan proses reproduksi aseksual yang dapat menghasilkan replika suatu organisme. Proses klining ini melibatkan sel somatik yang bagian inti selnya telah terhapus.
Setelah inti sel somatik hilang, maka akan berpindah ke sel telur yang tidak dibuahi. Sel telur akan terus berkembang menjadi embrio, kemudian berpindah tempat ke induk pengganti.
Hasil replika dari proses kloning ini akan memiliki sifat sama persis seperti sang induknya.
Terakhir ada cara kerja rekayasa genetika sekuensing atau menyusun urutan basa nukleotida dari pola DNA. Basa nukleotida ini bisa kita urutkan susunannya seperti adenin, timin, sitosin, dan guanin.
Proses ini akan membandingkan sekuens yang satu dengan sekuens DNA yang lainnya, yakni kodenya terlihat lebih dulu. Sekuensing ini banyak bermanfaat untuk berbagai riset, mulai dari bidang forensik, bioteknologi, kedokteran, dan antropologi.
Dengan teknik sekuensing ini, ilmuwan bisa mengidentifikasi gen penyebab penyakit genetik seperti Alzheimer.
Baca Juga: Penemuan Bakteri Penghasil Listrik, Ini Penjelasan dari Ilmuwan!
Dampak dari Rekayasa Genetika
Proses rekayasa ini memberikan dampak positif, yaitu:
- Menciptakan tanaman yang lebih tahan lama terhadap hama sehingga hasil panen meningkat.
- Mamalia GMO seperti tikus dan kelinci banyak menjadi tempat percobaan dalam penelitian kesehatan.
- Dapat menyembuhkan infeksi akibat virus dengan memodifikasi gen virus tersebut dan menerapkannya pada tubuh manusia.
- Menghasilkan insulin sintetis yang sangat penting untuk pasien diabetes.
Sedangkan untuk dampak negatifnya meliputi:
- Terganggunya keseimbangan ekosistem karena dominasi GMO atas spesies alami.
- Adanya gangguan kesehatan yang merupakan akibat dari hasil rekayasa genetik, seperti reaksi alergi.
- Produksi senjata biologis melalui rekayasa genetika yang berbahaya.
Setiap cara kerja rekayasa genetika ini akan memberikan dampak positif dan negatif. Selagi melakukannya untuk tujuan yang tepat, maka proses rekayasa genetik bukanlah masalah. (R10/HR-Online)