harapanrakyat.com,- Bank Indonesia Perwakilan Tasikmalaya, Jabar, menyebut, pertumbuhan pelaku UMKM di Pangandaran cukup masif. Hal itu ditunjukan dengan naiknya jumlah pelaku UMKM di Pangandaran yang mencapai 42.000.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya Aswin Kosotali mengatakan, dari jumlah 332.000 pelaku UMKM di Priangan Timur, 42.000 berasal dari Pangandaran.
“Jumlah tersebut menunjukan jika pertumbuhan UMKM di Pangandaran masif,” kata Aswin Kosotali, usai seminar keuangan digital bersama UMKM bertempat di Gor Babakan Pangandaran, Sabtu (25/2/2023).
Dengan meningkatnya jumlah pelaku UMKM tersebut kata Aswin, menjadi peluang dalam rangka pemulihan ekonomi di daerah pasca pandemi Covid-19.
“Maka kami berkomitmen bersama pemerintah daerah, untuk ikut memajukan sektor pariwisata, termasuk para pelaku UMKM nya,” ujarnya.
Baca juga: Agun Dorong Pelaku UMKM di Pangandaran Siapkan Sistem Pembayaran Digital
Lanjutnya, visi misi kepala daerah Pangandaran yakni menjadikan Pangandaran menjadi tujuan wisata berkelas dunia.
Sehingga jelas proyeksinya menarik pengunjung dari berbagai daerah, bahkan turis mancanegara bakal datang ke Pangandaran.
Maka dari itu menurut Aswin, perlu disiapkan cara mudah bertransaksi pembayaran apapun di Pangandaran.
Karena sekarang wisatawan sudah banyak yang jarang membawa uang tunai.
“Apabila tidak disiapkan bisa saja membatalkan transaksinya, kan yang rugi pelaku usaha sendiri,” jelasnya.
Lebih lanjut Aswin Kosotali menambahkan, pihaknya akan membantu memanfaatkan alternatif lain dari transaksi para pelaku UMKM yang ada di daerah wisata, di samping menggunakan pembayaran tunai.
“Saat ini, sebanyak 42.000 pelaku usaha yang ada di Kabupaten Pangandaran semuanya sudah menggunakan QRIS, pembayaran cukup dengan uang digital tidak usah repot menyiapkan kembaliannya,” ungkap Aswin Kosotali.
Masih dikatakan Aswin Kosotali, sepanjang para pelaku usaha itu memiliki rekening di Bank, maka proses pembuatan barcode QRIS itu sangatlah mudah.
“Cukup datang ke bank yang bersangkutan, ajukan pembuatan barcode QRIS dan bisa langsung diproses,” pungkasnya seraya mengatakan, ke depan pengguna QRIS ini bisa menjadi solusi apabila pelaku UMKM memerlukan permodalan dengan Kredit Scoring. (Madlani/R8/HR Online/Editor Jujang)