harapanrakyat.com,- Solihudin alias Buroq, warga dusun Padomasan RT 29/05 Desa Purwasari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis sulap limbah kayu menjadi pernak pernik kerajinan yang bisa menghasilkan cuan.
Di tangan Buroq, limbah kayu yang ia pungut dari sungai dan kebun ternyata bisa menjadi bahan kerajinan yang mempunyai nilai seni tinggi.
Ia menyulapnya menjadi kerajinan boneka kartun serta rupa rupa kerajinan lain nya.
“Awalnya saya iseng dan ingin membuat beberapa kerajinan untuk bahan kesenangan sendiri. Namun seiring waktu, kerajinan yang saya buat ini ternyata banyak yang meminatinya. Bahkan sampai ada pesanan dari luar negeri,” katanya, Senin (09/01/2023).
Baca juga: Nek Emah Warga Banjarsari Ciamis Genap 1 Bulan Hilang Secara Misterius
Bahannya, kata Burog, merupakan kayu limbah yang ia pungut dari sungai maupun kebun.
Meski begitu, tidak semua limbah menjadi pernak-pernik, namun perlu pemilahan terlebih dahulu. Pasalnya, ia membuat kerajinan tersebut mengandalkan hiasan asli bawaan dari kayu itu sendiri.
“Jadi saya hanya perlu memoles sedikit seperti penambahan aksesoris agar menjadi lebih indah,” terangnya.
Kreativitas Buroq Sulap Limbah Kayu
Buroq menambahkan, selain membuat aksesoris boneka dari limbah kayu, ia juga memanfaatkan kayu limbah sebagai bahan pembuatan ketapel. Bahkan, hasil tangannya itu sudah bisa menembus ke luar negeri.
“Dan belum lama ini artis Anji beli ketapel buatan saya. Alhamdulillah dari karya yang sempat ada yang mengejek ternyata masih ada peminat, bahkan artis serta orang luar negeri,” ujarnya.
Menurut Buroq, sejak ia menekuni pembuatan kerajinan tangan yang terbuat dari limbah kayu sejak tahun 1997, ia sudah membuat ribuan aksesoris yang sering dikirim ke Yogyakarta.
“Kebetulan istri saya orang Jogja, jadi saat mengantar istri ke kampung halaman saya sekalian membawa karya saya untuk kita jual di Jogja, dan alhamdulilah di sana pembeli bisa menerimanya,” terangnya.
Walaupun ia mampu sulap limbah kayu menjadi barang berharga, namun Burog berharap adanya pembinaan dari pemerintah, termasuk membantu pemasaran hasil karyanya tersebut.
“Untuk pasar saat ini saya hanya mengandalkan orang yang datang, untuk menyebarkannya saya juga mendapat bantuan teman-teman dalam mempromosikannya” terang Buroq. (Suherman/R6/HR-Online)