Jumat, April 4, 2025
BerandaBerita TerbaruSeni Rupa Belanda Zaman Indis, Lukisan Rumah Mewah Simbol Kekuasaan Kolonial

Seni Rupa Belanda Zaman Indis, Lukisan Rumah Mewah Simbol Kekuasaan Kolonial

Seni rupa Belanda di zaman Indis merupakan sebuah istilah untuk menyebut eksistensi seni lukis yang berkembang di Batavia pada abad ke-19. Saat itu seni lukis menjadi barang berharga bagi pemerintah kolonial, bukan hanya untuk mengisi pameran tetapi seni lukis menjadi arsip untuk membuktikan kejayaan Belanda di Indonesia.

Dalam perkembangan seni rupa Belanda di zaman Indis nampaknya terdapat keunikan tersendiri. Pasalnya pada zaman itu para seniman Belanda banyak melukis estetika rumah mewah milik pejabat kolonial di Batavia.

Selain rumah sebagai objek lukisannya, para pelukis Indis juga menjadikan halaman tempat tinggal, kebun tuan tanah Belanda, dan perkantoran-perkantoran megah di Weltevreden sebagai objek rupa cadangan.  

Menurut para pengamat sejarah kolonial, kecenderungan para seniman Belanda melukis objek demikian bertujuan untuk menggambarkan kekuasaan kolonial di Indonesia.

Baca Juga: Sejarah Sekolah Jahit di Bojonegoro, Alternatif Pekerjaan bagi Wanita Tahun 1910

Mereka ingin memperlihatkan kemajuan birokrasi dari zaman sebelumnya dengan cara melihat perubahan tata letak kota dan perumahan milik para pejabat kolonial di Batavia.

Sebab pada zaman itu hanya rumah milik para pejabat kolonial yang mewah dan bisa melambangkan kejayaan birokrasi di Batavia. Lukisan ini berfungsi sebagai artefak visual yang menggambarkan kesejahteraan Batavia di bawah kepemimpinan kolonial.

Dengan kata lain, menggunakan lukisan rumah mewah tersebut, para seniman Indis mendukung adanya legitimasi kekuasaan kolonial Belanda yang terus berjalan dengan baik hingga abad ke-20 masehi.

Seni Rupa Belanda Zaman Indis Melambangkan Kejayaan Kolonial

Menurut Djoko Soekiman dalam buku berjudul, “Kebudayaan Indis dari Zaman Kompeni sampai Revolusi” (2011), seni rupa Belanda zaman Indis melambangkan kejayaan kolonial.

Hal ini tercermin dari objek lukisan-lukisan yang berasal dari tangan kreatif para seniman Belanda waktu itu. Mereka menggambarkan kemewahan rumah-rumah kolonial di Batavia.

Gambar rumah mewah di Batavia milik Belanda tersebut sengaja diarsipkan untuk memperlihatkan kejayaan Belanda dari tahun ke tahun. Orang Belanda di Batavia waktu itu ingin memperlihatkan hasil kerja keras mereka membangun Batavia sebagai ibu kota di Hindia Belanda.

Mereka mengatakan bangunan bisa saja rusak karena lapuk, tapi lukisan umurnya lebih tua. Lukisan inilah yang bisa menceritakan sejarah rumah-rumah mewah milik kolonial abad-19 di Batavia.

Selain menggambar objek rumah, para seniman Indis melukis beberapa bangunan lain sebagai objek gambarnya. Antara lain jembatan taman, perkebunan kolonial, dan kantor-kantor besar yang megah di jantung pusat Batavia (Weltevreden).

Namun sebagian seniman Indis zaman itu ada pula yang menggambar rumah tradisional pribumi sebagai objek lukisannya.

Baca Juga: Opiumkit, Rumah Madat di Batavia Tahun 1905

Mereka melukis bangunan rumah Jawa zaman Majapahit dan Jawa Hindu yang berada di luar benteng Batavia. Meskipun bentuknya lebih menarik daripada rumah pejabat kolonial, lukisan ini tidak masuk kategori penting oleh pemerintah, maka dari itu para seniman biasanya iseng saja melukis objek tersebut.

Para Pelukis Belanda Tidak Pernah Memalsukan Objek Lukisannya

Kendati para seniman Indis menjadikan lukisan sebagai legitimasi panjang kekuasaan kolonial di Batavia, mereka terkenal sebagai pelukis yang tidak pernah memalsukan objek lukisan.

Ya, para pelukis Indis pantang menambahkan visual lain yang tidak real seperti objek lukisannya. Tidak ada kamus hiperbola dalam kebiasaan pelukis Indis saat itu untuk memperindah hasil karyanya.

Hal ini karena lukisan para seniman Indis berfungsi layaknya sebagai arsip foto. Pemerintah Belanda mempergunakan hasil lukisan ini untuk mengetahui perubahan zaman di negeri jajahannya.

Oleh sebab itu. ketika seni fotografi ada seni lukis berpindah fungsi menjadi kesenian bantu yang tugasnya memperindah lanskap ruangan.

Selain menggunakan seni lukis, para seniman Indis dalam menginventarisasi objek rumah kolonial juga mengandalkan seni relief dan kesusasteraan.

Dengan menggunakan dua cabang kesenian ini pemerintah kolonial berharap bisa menyimpan berbagai kisah kejayaan Indis masa lalu dengan abadi.

Adapun seni relief memiliki luaran bentuk yang terdiri dari bangunan rumah, perabotan, alat-alat rumah tangga; piring, sendok, guci, dan lainnya.

Pemerintah kolonial sengaja menggunakan kesenian lukis, relief, dan sastra jadi mesin waktu yang bisa membangkitkan memori bagi keturunan-keturunannya di abad ke-20.

Para seniman lukis yang telah menyelesaikan karyanya diwajibkan meninggalkan tulisan pengantar di belakang lukisan tersebut. Tujuannya untuk memperjelas berita tentang gaya hidup dan kehidupan masyarakat pada zamannya.

Selain itu kejujuran para pelukis Indis dalam berkarya juga dipengaruhi oleh gaya melukis aliran naturalis dan akademis. Dua aliran ini menuntut pelaku kesenian harus bisa mempertanggungjawabkan seluruh karyanya tanpa terkecuali.

Semua hasil buah tangan seniman selain mengutamakan estetika tetapi juga harus berpangkal pada nilai-nilai keilmiahan.

Baca Juga: Sejarah Jamban di Batavia, Orang Belanda Mandi di Kali Ciliwung

Melukis dan Mewarisi Cerita Kejayaan Kolonial di Indonesia

Dari peristiwa ini kita bisa merasakan bagaimana Belanda mementingkan karya seni sebagai material bukti yang bisa menjelaskan bahwa mereka pernah mengalami kejayaan.

Berbeda dengan orang pribumi yang lemah dalam budaya ini. Belanda berpangkal pada empirisme yang kemudian melahirkan budaya dokumentasi yang kuat.

Caranya bisa dengan apa saja, namun rata-rata mereka melakukan budaya dokumentasi menggunakan media lukis dan fotografi.

Oleh sebab itu, jika mereka menggunakan media lukis untuk mendokumentasikan jiwa zaman maka seniman lukis yang membuat gambar tidak boleh menambahkan sesuatu di luar objek yang mereka lihat.

Misalnya menambahkan material objek lain seperti pohon, pegunungan yang sejuk, dan aliran sungai yang bergemericik, padahal kenyataannya tidak ada. Seniman Indis dituntut jujur dalam berkarya.

Jika ia melihat objek A, ya A yang harus ia gambar. Jangan melihat objek B tapi yang mereka gambar objek A, itu bukan seniman Indis.

Adapun salah satu seniman Indis terkenal waktu itu bernama Willebrands. Ia produktif melukis objek rumah mewah pejabat kolonial pada tahun 1890 di Batavia.

Salah satu rumah yang pernah dilukisnya adalah rumah mewah milik Gubernur Jenderal Hindia Belanda bernama Reinier de Klerek yang terletak di Molenvliet sekarang Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat.

Kebiasaan para pejabat kolonial melukis rumah mewah selain untuk mengarsipkan kepentingan politik dan legitimasi kekuasaan, mereka juga ternyata mempergunakan lukisan ini untuk kenang-kenangan dan kebanggaan keluarga. Hal ini sebagaimana yang tertulis dalam catatan pelukis VOC terkenal bernama J.Rach. (Erik/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Banjir Lumpur Terjang Pemukiman Warga di Sumedang

Banjir Lumpur Terjang Pemukiman Warga di Sumedang, 22 Rumah Terdampak

harapanrakyat.com,- Hujan deras yang mengguyur wilayah Sumedang, Jawa Barat, pada Kamis (3/4/2025) petang kemarin, memicu terjadinya banjir lumpur. Bencana alam tersebut melanda pemukiman warga...
Tim SAR Temukan Wisatawan Asal Garut Terseret Arus di Pantai Pangandaran

Tim SAR Temukan Wisatawan Asal Garut Terseret Arus di Pantai Pangandaran, Ini Kondisinya

harapanrakyat.com,- Tim SAR akhirnya menemukan wisatawan asal Kabupaten Garut yang hilang terseret arus Pantai Pangandaran, Jawa Barat, Jumat (4/4/2025). Setelah dilakukan pencarian dalam kurun...
Nadin Amizah Tuai Hujatan Pasca Akui Menyesal Ikut Ajang Pencarian Bakat

Nadin Amizah Tuai Hujatan Pasca Akui Menyesal Ikut Ajang Pencarian Bakat

Nadin Amizah tuai hujatan pedas dari warganet. Ini merupakan buntut panjang pasca pengakuan Nadin yang menegaskan jika ia menyesal pernah ikut ajang pencarian bakat...
Penampakan Kepadatan Arus Balik Lebaran di Jalur Selatan Garut Hari Ini

Penampakan Kepadatan Arus Balik Lebaran di Jalur Selatan Garut Hari Ini

harapanrakyat.com,- Kepadatan arus balik lebaran di jalur selatan Garut, Jawa Barat, kembali terlihat pada Jumat (4/4/2025) pagi ini. Arus balik kendaraan dari arah Tasikmalaya,...
Aktor Senior Ray Sahetapy Meninggal Dunia Diusia 68 Tahun

Aktor Senior Ray Sahetapy Meninggal Dunia Diusia 68 Tahun

Dunia hiburan tanah air kembali berduka, aktor senior Ray Sahetapy meninggal dunia pada usia 68 tahun. Artis Indonesia legendaris ini, menghembuskan nafas terakhirnya pada...
Pria Disabilitas Asal Grobogan

Pria Disabilitas Asal Grobogan Jadi Korban Curas di Sumedang, Polisi Buru Pelaku

harapanrakyat.com,- Seorang pria disabilitas asal Grobogan, Jawa Tengah, menjadi korban pencurian dengan kekerasan (curas) di Jalan Raya Sumedang-Subang. Tepatnya di Dusun Sela Awi, Desa...