Penemuan batu emas di Gunung Mas viral, sejumlah warga tampak berbondong-bondong datang ke lokasi yang bertempat di Desa Sumur Mas, Kecamatan Tewah, Kalimantan Tengah, Selasa (17/01/2023).
Dalam video yang beredar terlihat puluhan atau bahkan ratusan warga mendatangi Gunung Mas. Dengan alat seadanya, mereka menggali tanah bahkan memecahkan batu-batu besar berharap menemukan bijih emas.
Keyakinan tersebut rupanya berasal dari informasi tentang penemuan batu emas di Gunung Mas yang diceritakan dari mulut ke mulut. Kendati demikian, masyarakat setempat mempercayai informasi tersebut, lantas datang untuk mencoba menemukan emas tersebut.
“Dari pembicaraan kami dengan beberapa warga, mereka mengaku terprovokasi dan tergiur karena adanya informasi ditemukan batu berisi emas. Namun, ternyata mereka kembali dengan tangan kosong,” kata Kapolsek Tewah Ipda Teguh Triyono, Selasa (17/1/2023).
Baca Juga: Viral Calon Karyawan Alfamart Menangis, Terancam Dipecat karena Tak Ucap Salam
Teguh mengatakan, meski ada warga yang mendapatkan bongkahan batu dengan kandungan emas, namun hasil yang didapatkan tidak seimbang dengan pengorbanan waktu dan tenaga yang dikeluarkan.
Kapolres mengatakan, kejadian tersebut berawal dari informasi yang belum terkonfirmasi. Beredar dari warga ke warga lainnya dan media sosial juga, bahwa seseorang menemukan batu dengan kandungan emas di Sumur Mas.
Berdasarkan informasi yang beredar, yang bersangkutan mengaku memperoleh urat emas seberat 70 gram dari bongkahan batu tersebut. Hal itulah yang membuat warga lain tergiur dan ingin mencoba keberuntungan dengan mencoba mencarinya..
“Namun dalam pelaksanaannya, ternyata sejumlah warga kembali dengan tangan kosong alias tidak menerima batu yang mengandung emas tersebut. Hal ini tentu saja membuang waktu dan tenaga warga saja,” kata Ipda Teguh.
Berdasarkan informasi yang beredar itu, Teguh mengimbau kepada warga lainnya agar tidak terpancing dan tergoda untuk ikut mencari batu-batuan yang memiliki kandungan emas di Sumur Mas tersebut.
“Kami menghimbau para warga setempat untuk selalu mengutamakan keselamatan dan mencegah kerusakan lingkungan,” pungkas Ipda Teguh. (Revi/R7/HR-Online/Editor-Ndu)