harapanrakyat.com,- Gabungan ormas Islam menggelar aksi demo di Kantor Pemerintah Kota Tasikmalaya, Rabu (18/1/2023). Aksi tersebut untuk mendesak Pemkot Tasikmalaya, kembali bergerak menegakkan Perda Tata Nilai di Kota Tasikmalaya.
Tuntutan tersebut dilatarbelakangi maraknya kemaksiatan di Tasikmalaya, seperti prostitusi online, peredaran miras dan bahkan ditemukannya ribuan orang LGBT.
“Jadi tuntutan yang pertama itu adalah tentang revisi Perda Tata Nilai 2014, yang kedua kesekretariatan tim koordinasi penerapan Perda Tata Nilai harus dikembalikan lagi dari Kesra ke Kesbangpol, karena Perda Tata Nilai saat ini tidak bergerak,” Kata Nanang Nurjamil Korlap Aksi, Rabu (18/1/2023).
Latar Belakang Demo Minta Tegakkan Perda Tata Nilai di Tasikmalaya
Menurut Nanang, jumlah LGBT di Kota Tasikmalaya diperkirakan mencapai 3.000 orang. Sedangkan berdasarkan data dari Dinkes Kota Tasikmalaya, ada 1.023 orang LGBT positif HIV/AIDS.
“Itu pengakuan yang melakukan konseling sedangkan yang tidak konseling bisa jadi 3 kali lipat dari itu. Sehingga bisa jadi yang positif HIV itu kalau konseling semua bisa mencapai lebih dari 2.000 orang yang HIV/AIDS, itu kan sudah kondisi yang sangat memprihatinkan,” ungkapnya.
Baca Juga: Terdampak Proyek Gunung Pangajar, Warga Karangjaya Tasikmalaya Tuntut Ganti Rugi
Nanang juga menyoroti penemuan miras lebih dari 6.000 botol yang telah dimusnahkan bersama Dinas Terkait dan Polres Kota Tasikmalaya.
“Kemudian, maraknya prostitusi yang dilakukan di tempat kos-kosan, jadi sekarang di Tasikmalaya mewabah di tempat kos-kosan yang dikontrakan per jam. Ternyata hasil temuan kami meski mungkin tidak semua kosan tapi pada kebanyakan ditemukan di tempat kos-kosan itu dijadikan sebagai tempat praktek prostitusi sekaligus juga mengkonsumsi miras,” katanya.
“Ini yang harus diinvestigasi oleh aparat Pemerintah dan DPRD apa sih faktor penyebabnya? Sehingga kok kemaksiatan bisa semarak ini di Kota Tasikmalaya. Apakah kaitannya dengan Tasik kota termiskin di Jawa Barat? Kaitan soal ekonomi wallahualam, ini yang harus kita cari sama-sama apa sih faktor penyebabnya,” lanjutnya.
Nanang mengaku sudah menyampaikan tuntutannya ke PJ Walikota Tasikmalaya. Ia meminta semua pihak yang terkait duduk bersama mendiskusikan masalah tersebut.
“Para alim ulama ada, dari Pemerintah, dari DPRD, semua pihak terkait termasuk kami dari ormas islam, ormas-ormas keagamaan selama ini melakukan pengawasan di lapangan,” katanya.
Sementara itu PJ Walikota Tasikmalaya Cheka Virgowansyah menyampaikan terima kasih atas aspirasi massa aksi. Ia berjanji akan mempelajari aspirasi yang disampaikan.
“Terima kasih atas aspirasinya, tuntutannya sudah saya terima. Saya dengan Pak Sekda dan MUI dan Ulama akan mempelajari terlebih dahulu dengan porsi masing-masing isi tuntutan ini dengan kepala dingin sehingga mendapatkan hasil yang terbaik,” pungkas Cheka di hadapan massa aksi. (Apip/R7/HR-Online/Editor-Ndu)