Jumat, April 4, 2025
BerandaBerita JabarJalan Penghubung Kabupaten Bandung dan Cianjur Rusak, sejak Indonesia Merdeka Belum Pernah...

Jalan Penghubung Kabupaten Bandung dan Cianjur Rusak, sejak Indonesia Merdeka Belum Pernah Diperbaiki

harapanrakyat.com,- Jalan penghubung antara wilayah Kabupaten Bandung-Kabupaten Cianjur bagian selatan, Jawa Barat, kondisinya rusak parah. Bahkan, sejak sebelum kemerdekaan RI tahun 1945 hingga saat ini, jalan tersebut belum pernah tersentuh perbaikan.

Secara administratif kewilayahan di Kabupaten Bandung, jalan yang rusak itu berada di antara Kampung Dewata Desa Tenjolaya dan Kampung Mandala Desa Sugihmukti, Kecamatan Pasirjambu.

Berdasarkan pantauan di lapangan, jalan rusak ini cukup berbahaya jika pengendara sepeda motor melewati jalan tersebut. Terlebih jika musim hujan tiba, kondisi jalan berbatu cukup licin jika dilintasi pesepeda motor.

Baca Juga : Waspada! Ada 700 Titik Jalan Berlubang di Jawa Barat

Selain itu, banyaknya genangan air bercampur lumpur tanah merah di beberapa titik, turut memperparah kondisi jalan tersebut. Sehingga menyulitkan pesepeda motor saat melintasi jalan.

Selain kondisi jalan rusak dan berbatu, di beberapa titik di ruas jalan tersebut juga banyak genangan air bercampur lumpur merah. Hal itu pun dapat membahayakan keselamatan pengendara.

Bahkan, sesekali di jalan itu juga terlihat angkutan umum berupa elf dari arah Cianjur menuju Ciwidey Kabupaten Bandung.

Dari penuturan warga di Kampung Cerem RT 8 RW 8 Desa Sugihmukti Kecamatan Pasirjambu Kabupaten Bandung, Gunawan (54), kerusakan jalan itu sepanjang 30 kilometer.

Bahkan Gunawan mengaku beberapa kali terjatuh dari sepeda motornya saat melintasi jalan rusak tersebut.

“Beberapa kali saya terjatuh saat melintasi jalan ini. Kondisi jalannya rusak, dari sini (Desa Sugihmukti) sampai ke perbatasan Cianjur di daerah Kampung Londok,” ungkap Gunawan, Selasa (3/1/2023).

Meski demikian, Gunawan yang merupakan salah satu pedagang warung di kampungnya itu, setiap dua kali dalam satu bulan, terpaksa melintasi jalan rusak itu untuk membeli bahan keperluan sehari-hari ke daerah Ciwidey.

Baca Juga : Jaga Ketertiban dan Kebersihan di Masjid Raya Al Jabbar, Gubernur Jabar Lakukan Antisipasi

Gunawan menuturkan, jalan tersebut hanya bisa dilalui warga pada siang hari. Sebab, di sepanjang jalan penghubung ini sama sekali tidak ada penerangan jalan umum.

“Dari saya masih anak-anak hingga sekarang, jalan ini belum pernah ada perbaikan. Kata orang tua saya dulu juga begitu, jalan ini sebelum Indonesia merdeka sampai sekarang, belum pernah ada pengaspalan,” tuturnya.

Jalan Rusak Hambat Aktivitas Warga

Dengan kondisi jalan rusak ini, lanjut Gunawan, sangat menghambat mobilitas warga. Terlebih jika ada yang sifatnya darurat seperti ibu melahirkan dan orang sakit yang harus mendapat perawatan intensif ke rumah sakit yang berada di kota.

Namun, kata dia, kondisi jalan sangat berbeda di Kampung Londok Kabupaten Cianjur yang langsung berbatasan dengan wilayah Kabupaten Bandung. Jalan di Kampung Londok itu cukup layak karena sering ada perbaikan jalan.

“Ini kan arah perjalanan ke daerah Ciwidey saja sudah tiga jam. Kalau misalnya jalan ini bagus, paling juga dapat ditempuh dengan waktu sekitar 1,5 jam. Bisa hemat ongkos juga,” ungkapnya.

Baca Juga : Inilah 5 Kota Terkecil di Jawa Barat

Meski jalan itu cukup berbahaya, namun warga tetap memanfaatkan jalan itu untuk keperluan sehari-hari warga. Seperti pergi ke pasar, berkebun, atau mengurus administrasi kependudukan ke Komplek Perkantoran Kabupaten Bandung dan juga ke kantor desa.

Gunawan pun mengharapkan, Pemerintah Kabupaten Bandung segera memperbaiki jalan yang menjadi urat nadi masyarakat tersebut. Selain untuk menunjang aktivitas warga, keberadaan jalan itu juga sangat vital bagi masyarakat.

“Kondisi jalan yang masuk wilayah Kabupaten Bandung ini tetap saja begini (rusak) dari dulu. Berbeda dengan jalan yang menuju ke Cianjur sudah beberapa kali ada perbaikan jalan. Harapan warga mah jalan ini segera ada perbaikan, karena jalan ini jadi akses penting,” ungkapnya. (Ecep/R13/HR-Online)

Pria Disabilitas Asal Grobogan

Pria Disabilitas Asal Grobogan Jadi Korban Curas di Sumedang, Polisi Buru Pelaku

harapanrakyat.com,- Seorang pria disabilitas asal Grobogan, Jawa Tengah, menjadi korban pencurian dengan kekerasan (curas) di Jalan Raya Sumedang-Subang. Tepatnya di Dusun Sela Awi, Desa...
Contraflow dan One Way

Jadwal Contraflow dan One Way Arus Balik Lebaran 2025

harapanrakyat.com,- Korlantas Polri menerapkan sistem contraflow dan one way guna mengantisipasi kepadatan kendaraan tujuan Jakarta pada arus balik Lebaran 2025. Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit...
Layanan libur lebaran

Permudah Urus Dokumen Kependudukan, Disdukcapil Ciamis Buka Layanan saat Libur Lebaran, Catat Waktunya!

harapanrakyat.com,- Permudah masyarakat urus dokumen, Disdukcapil Ciamis menggelar pelayanan khusus di luar jam kerja. Acara ini berlangsung Kamis (3/4/2025) malam. Pelayanan di luar jam kerja...
Wisata Tanjung Duriat

Momen Libur Lebaran 2025, Wisata Tanjung Duriat di Sumedang Diserbu Pengunjung

harapanrakyat.com,- Mengisi momen libur panjang lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah, ribuan wisatawan memadati wisata Tanjung Duriat yang berada di Pesisir Waduk Jatigede. Tempat ini...
Rainbow Slide Nalisa Cipanten di Majalengka

Menjajal Rainbow Slide Nalisa Cipanten yang Lagi Viral di Majalengka, Favorit Wisatawan saat Libur Lebaran

harapanrakyat.com,- Rainbow Slide di objek wisata Nalisa Cipanten, Kecamatan Sindang, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat sedang viral dan menjadi buruan wisatawan. Luar biasanya, wahana Rainbow...
Kapan ASN Harus Masuk Kantor Usai Lebaran 2025? Ini Jawaban Wamendagri

Kapan ASN Harus Masuk Kantor Usai Lebaran 2025? Ini Jawaban Wamendagri

harapabrakyat.com,- Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) harus sudah masuk kantor pada Selasa tanggal 8 April 2025 seusai libur lebaran. Oleh karena itu, ASN tidak...