Faktor yang mempengaruhi tekanan osmotik sangat penting. Anda akan menemukan faktor tekanan osmotik ini di dalam pelajaran Kimia. Kali ini Anda tidak hanya akan belajar mengenai faktornya, tetapi juga pengertian dari tekanan osmotik.
Dalam pelajaran kimia, Anda akan menemukan bab yang secara khusus membahas tekanan osmotik ini. Tekanan osmotik dalam pelajaran kimia memiliki arti sebagai tekanan yang berfungsi untuk menghentikan terjadinya peristiwa osmosis.
Apa itu osmosis? Osmosis sendiri merupakan gerakan air yang melalui membran semipermeabel dari area yang memiliki konsentrasi zat terlarut rendah ke area berkonsentrasi zat pelarut lebih tinggi.
Baca Juga: Pengertian Ikatan Ion, Sifat, dan Ciri-cirinya!
Definisi dan Faktor yang Mempengaruhi Tekanan Osmotik
Tekanan osmotik menjadi salah satu sifat koligatif dari larutan yang timbul karena adanya membran semipermeabel, suatu barier dengan pori berukuran kecil.
Semipermeabel tersebut memungkinkan pelarut untuk melalui pori tetapi tidak untuk molekul dan ion.
Pelarut akan bergerak dari sisi konsentrasi rendah menuju ke konsentrasi zat terlarut yang lebih tinggi. Osmotik berkaitan dengan peristiwa osmosis.
Ketika osmosis didemonstrasikan menggunakan tabung U yang berisi air murni pada bagian kiri dan larutan glukosa dalam air di bagian kanan, maka laju aliran air melalui membran akan terjadi.
Hal tersebut akhirnya menyebabkan penambahan tinggi cairan pada tabung terhenti yang kemudian mengindikasikan bahwa telah terjadi keseimbangan.
Membran semipermeabel berada di bagian bawah membagi tabung menjadi dua, lalu membran tersebut membuat air melaju ke arah lain dengan konsentrasi yang lebih tinggi.
Jelaskan Apa yang Dimaksud dengan Tekanan osmotik?
Sebelum membahas mengenai faktor yang mempengaruhi tekanan osmotik, Anda harus paham pengertiannya terlebih dahulu.
Tekanan osmotik merupakan tekanan hidrostatik yang terbentuk di dalam larutan lebih pekat ketika osmosis terjadi. Osmotik ini akan mempertahankan keseimbangan osmotik antara suatu larutan dengan pelarut murninya yang terpisah oleh membran semipermeabel.
Apabila larutan pelarut dengan molekul terlarut dan pelarutnya berada di satu sisi membran, sedangkan pelarut murni lainnya berada di sisi lain membran, maka akan terjadi aliran dari pelarut murni ke larutan melalui membran penghalang.
Dalam banyak kasus, air menjadi pelarut yang umum digunakan meski bisa juga menggunakan pelarut lain, yaitu berupa zat cair atau bahkan gas.
Faktor yang Mempengaruhi
Dalam penerapannya, ada beberapa faktor yang mempengaruhi tekanan osmotik. Agar dapat memahami lebih jelas, berikut ini penjelasannya:
1. Temperatur
Faktor pertama adalah temperatur. Ini merupakan suatu faktor yang dapat mempengaruhi pergerakan partikel di dalam suatu larutan.
Hal itu terjadi karena pada suhu yang tinggi, pergerakan partikel akan lebih cepat. Alhasil, molekul pelarut menjadi lebih mudah dalam melalui membran semipermeabel.
Baca Juga: Struktur Ikatan Peptida, Sifat, dan Fungsinya, yuk Simak di Sini!
2. Ukuran Molekul Pelarut
Ukuran dari molekul pelarut tersebut juga akan mempengaruhi proses terjadinya osmotik. Molekul pelarut yang memiliki ukuran besar, lajurnya akan terhambat.
Sebagai informasi, pelarut air cenderung mempunyai ukuran yang kecil, sehingga mereka lebih leluasa dalam melalui membran semipermeabel.
3. Tebal Membran Semipermeabel
Faktor yang mempengaruhi tekanan osmotik terakhir adalah ketebalan membran semipermeabel. Semakin besar ukuran membran semipermeabel yang menghalangi, maka pelarut yang melaluinya juga semakin lama dan lebih sulit.
Manfaat Tekanan Osmotik
Keberadaan tekanan osmotik ini memiliki manfaat di kehidupan. Berikut ini manfaatnya:
1. Proses Cuci Darah
Tekanan osmotik bermanfaat dalam proses pencucian darah atau dialisis. Mesin filtrasi darah akan memasukkan darah ke dalam mesin dan akan melalui membran semipermeabel untuk memisahkan kotoran di dalam darah.
2. Industri Makanan
Selain bidang medis, tekanan osmotik juga bermanfaat dalam industri makanan, terutama dalam proses pengawetan.
Pemanfaatan krenasi pada sel untuk mengawetkan makanan dengan larutan konsentrasi tinggi atau hipertonik. Air dalam bakteri akan mengalami osmosis dan keluar menuju larutan gula berkonsentrasi tinggi.
Baca Juga: Jenis Zat Aditif, Ketahui Efeknya untuk Kesehatan!
3. Pemurnian Air Laut
Agar air laut dapat dikonsumsi, maka perlu adanya proses pemurnian. Salah satu cara pemurnian tersebut adalah dengan menggunakan proses osmosis.
Prinsipnya dengan memberikan tekanan osmotik pada air laut. Sehingga, air pelarut akan melewati membran semipermeabel meninggalkan zat terlarut di dalam air laut yang tidak dapat melewati membran tersebut.
Itulah berbagai faktor yang mempengaruhi tekanan osmotik beserta pemanfaatannya di dalam bidang kehidupan yang ternyata cukup penting. (R10/HR-Online)