Alat pernapasan pada serangga tidak hanya satu. Terdapat 4 alat pernapasan serangga. Dalam biologi, mengetahui sistem pernapasan serangga ini menjadi satu hal yang penting.
Seperti yang kita semua tahu, serangga merupakan salah satu dari kelompok hewan. Umumnya serangga berukuran kecil hingga sedang dan memiliki 6 kaki.
Secara garis besar, trakea memang menjadi sistem pernapasan utama pada serangga. Akan tetapi, trakea masih terdiri dari beberapa bagian yang masih berperan dalam sistem ini.
Nah, kali ini kita akan membahas lebih lanjut mengenai alat pernapasan dari serangga.
Baca Juga: Perbedaan Aves dan Mamalia Pada Kelas Hewan Vertebrata
Apa Saja Alat Pernapasan pada Serangga?
Serangga merupakan hewan yang membentuk kelas insekta. Kelompok hewan ini memiliki ciri-ciri khusus, yaitu:
- Tubuh serangga terbagi menjadi 3 bagian, kepala, dada, dan perut.
- Bagian mulut pada serangga berfungsi untuk menggigit, mengunyah, menghisap, dan juga menjilat.
- Bentuk kaki serangga dapat berubah sesuai dengan fungsinya.
Dimana Letak Pernapasan Serangga?
Serangga memiliki sistem pernapasan yang berbeda dengan manusia. Trakea merupakan sistem pernapasan mereka.
Trakea pada dasarnya termasuk sistem pernapasan yang sederhana. Sistem ini akan menyalurkan oksigen secara langsung ke tubuh serangga.
Cara kerja trakea sangat bergantung pada sistem peredaran darah. Namun, trakea bukanlah alat pernapasan pada serangga satu-satunya.
Baca Juga: Cara Tumbuhan Bernapas dan Alat Pernapasan Mereka yang Unik!
Macam-Macam Alat Pernapasan Serangga
Trakea memang merupakan alat pernapasan utama pada jenis hewan ini. Namun, terdapat beberapa bagian dari trakea yang ikut berperan dalam sistem ini.
Berikut ini penjelasan mengenai alat yang serangga gunakan untuk bernapas:
1. Trakea
Trakea ini merupakan saluran yang seperti tabung atau pembuluh. Nah, trakea terhubung dengan spirakel.
Saluran trakea berbentuk seperti lubang halus yang bercabang dan ada di seluruh tubuh serangga. Trakea berfungsi sebagai tempat mengalirnya gas kaya oksigen ke seluruh tubuh dan mengeluarkan karbon dioksida ke luar.
2. Stigma
Alat pernapasan pada serangga stigma ini berada di kiri dan kanan tubuh mereka. Stigma berfungsi sebagai kalam masuk dan keluarnya udara.
Udara yang keluar dari stigma terpengaruh oleh gerakan otot subuh secara teratur.
3. Spirakel
Selanjutnya ada spirakel. Spirakel merupakan bagian luar dari sistem trakea yang terletak di dada dan perut serangga.
Spirakel memiliki ruang atau rongga dengan mekanisme buka tutup yang bernama katup. Katup tersebut akan mengatur saluran udara dan meminimalkan kehilangan air.
Adapun jumlah spirakel pada serangga umumnya sebanyak sepuluh pasang, dua di dada dan delapan di perut.
Penutupan spirakel akan terjadi karena adanya kontraksi otot. Sedangkan untuk pembukaan biasanya terjadi akibat elastisitas kutikula yang berkaitan dengan spirakel atau pada otot lebih dekat dengan spirakel ketika dalam kondisi rileks.
4. Trakeolus
Alat pernapasan pada serangga ini merupakan cabang yang lebih kecil dari sistem trakea. Fungsi trakeolus tentunya sebagai tempat pertukaran gas antara sistem trakea dengan jaringan.
Struktur trakeolus halus serta ada cairan yang terhubung secara langsung dengan sel-sel tubuh. Hal tersebut membuat kebutuhan oksigen sel terpenuhi.
Baca Juga: Cara Burung Bermigrasi Jarak Jauh Tanpa Tersesat, Ini Alasannya!
Sistem Pernapasan Serangga
Proses pernapasan serangga melalui alat-alat pernapasannya terjadi secara unik. Sistem pernapasan serangga tentunya berbeda dengan manusia.
Untuk Anda yang penasaran, berikut ini proses pernapasan yang terjadi pada serangga:
- Dengan adanya berbagai kontraksi otot-otot, secara teratur hal tersebut akan membuat tubuh serangga ini jadi mengembang serta mengempis.
- Ketika tubuh serangga dalam kondisi mengembang, maka udara akan masuk lewat stigma.
- Setelah udara masuk melalui stigma, selanjutnya berlanjut ke trakea, dan terus bergerak hingga masuk ke dalam trakeolus. Udara tersebut akhirnya masuk lalu beredar ke bagian sel-sel tubuh pada serangga.
- Kemudian, oksigen akan mengalami difusi ke dalam sel-sel di dalam tubuh.
- Karbon dioksida yang merupakan hasil dari pernapasan akhirnya keluar dari dalam tubuh serangga melalui sistem yang sama, yaitu ketika tubuh mengempis.
Tidak seperti vertebrata, serangga akan mengangkut udara sebagai gas. Sementara irut, oksigen dan juga karbon dioksida akan larut ketika berada di tingkat sel.
Dengan demikian, darah pada serangga hanya akan berfungsi sebagai pengangkut sari makanan, bukan untuk mengangkut gas pernapasan.
Hal tersebutlah yang membuat sistem dan alat pernapasan pada serangga lebih spesial. Jadi, meski trakea menjadi alat pernapasan utama pada serangga, tetapi terdapat bagian-bagian lainnya yang berperan tidak kalah penting. (R10/HR-Online)