Rabu, April 2, 2025
BerandaBerita TerbaruSejarah Sarinah Mall, Department Store Pertama di Indonesia

Sejarah Sarinah Mall, Department Store Pertama di Indonesia

Sarinah Mall merupakan tempat yang memiliki sejarah panjang di Jakarta. Bangunan tua yang saat ini terlihat megah dan kekinian, dahulunya adalah Departemen Store pertama di Indonesia.

Tempat ini telah menjunjung tinggi harkat dan martabat ekonomi bangsa sejak era pemerintahan Presiden Sukarno.

Gedung Sarinah adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tugasnya mengembangkan pendapatan negara sekaligus memupuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Dalam bangunan Sarinah kita bisa melihat sudut pandang unik yang penuh dengan filosofi Nasionalis Bung Karno.

Baca Juga: Bung Karno Alergi The Beatles: Musik Ngak-Ngik-Ngok Perusak Bangsa

Salah satunya menampilkan beberapa material tokoh-tokoh buruh. Seperti membentuk relief patung petani dan menamakan mall itu sendiri dengan nama wanita yang dulu membantu urusan rumah tangga keluarga Raden Soekemi (Ayah Sukarno) dan turut mengasuh Sukarno kecil bernama Sarinah.

Dengan pembangunan mall Sarinah sebetulnya Sukarno ingin merubah citra buruk dengan kehidupan sederhana dan berkecukupan menjadi  golongan sosial masyarakat yang sama dengan orang-orang “besar” pada umumnya.

Bisa sama-sama tampil setara dari mereka, Sukarno mewakili ini dengan merepresentasikannya melalui pembangunan Sarinah Mall tersebut.

Sejarah Awal Sarinah Mall, Department Store Pertama di Indonesia

Menurut Arif Zulkifli, dkk., dalam buku berjudul, “Seri Buku Tempo Bapak Bangsa: Sukarno-Paradoks Revolusi Indonesia” (2010), Sarinah Mall pertama kali berdiri pada tanggal 17 Agustus 1962.

Namun pembangunan baru selesai dan siap beroperasi sejak tanggal 15 Agustus 1966. Pada tahun ini pula bangunan Mall pertama di Indonesia mampu berkembang dengan pesat.

Terbukti dengan kehadiran banyak pengunjung setiap harinya. Kala itu memang Sarinah Mall tempat berbelanja modern rakyat Indonesia dengan harga terjangkau.

Konon karena ini pula department store pertama di Indonesia ini mendapatkan banyak perhatian masyarakat, terutama dari golongan sosial menengah ke atas.

Melalui Obayashi Corporation pembangunan Sarinah Mall mulai berjalan. Konon bangunan tersebut berdiri dari dana pampasan perang pada zaman pendudukan Jepang di Indonesia (1942-1945).

Uang ganti rugi negara itu kemudian dialihkan Sukarno untuk kebutuhan pembangunan Sarinah Mall.

Baca Juga: Kisah Sukarno dengan Gadis Belanda, Cinta Ditolak Berbuah Merdeka

Bapak bangsa sekaligus lulusan sarjana Arsitektur ITB ini memang hobi membangun tempat-tempat penting di Indonesia. Catatan sejarah membuktikan hal tersebut, Sarinah Mall, Monumen Nasional, dan Hotel Indonesia pun dibangun Sukarno.

Menurut ayah mantan presiden ke-5 Megawati Soekarno Puteri, pembangunan tempat penting tersebut untuk membentuk citra glamor negara yang baru merdeka.

Supaya negara lain tidak memandang rendah Indonesia, apalagi sampai memperburuk citra Indonesia sebagai “Bangsa Republik yang Miskin”.

Hasil Studi Banding Sukarno dari Luar Negeri

Selain menjadi bangunan penting penggenjot ekonomi kebangsaan, siapa sangka ternyata Sarinah Mall merupakan bangunan hasil studi banding Sukarno setelah beberapa kali berkunjung ke luar negeri.

Terutama di Barat, Sukarno terheran-heran dengan konsep Toko Serba Ada (Toserba). Hampir semua barang rumah tangga tersedia di sana, memudahkan masyarakat berbelanja dan memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Tokoh Nasional sekaligus intelektual berjiwa sosialisme tersebut kemudian berpikir untuk menerapkan konsep Toserba di negaranya Indonesia.

Bung Karno ingin menciptakan akses jual beli kebutuhan rumah tangga dengan mudah dan murah. Waktunya rakyat Indonesia berbelanja di tempat yang layak.

Pasar tradisional agaknya sudah ketinggalan zaman dan memunculkan citra buruk bagi bangsa lain saat menghadiri acara lawatan kerjanya di Indonesia.

Studi banding pun Sukarno lakukan di beberapa negara. Salah satunya di Belanda, Jerman, dan Prancis (Eropa). Sedangkan di Asia ia berkunjung ke Jepang setelah hubungan baik di antara keduanya sudah selesai.

Bahkan Jepang memberikan uang pertanggung jawaban perang yang kemudian Sukarno jadikan dana pembangunan Sarinah Mall.

Studi banding merupakan alat yang baik untuk menciptakan sebuah alternatif perusahaan ritel di Indonesia.

Dengan memahami strategi pemasaran produk dan penjualan harga dengan sistem grosir/promo, barang UMKM bisa ikut bersaing dengan barang-barang impor yang sebetulnya kualitas mereka tak jauh berbeda dengan barang dalam negeri. 

Oleh karena itulah, Sukarno yang dikenal sebagai seorang Nasionalis sejati tersebut mendadak jadi pebisnis.

Baca Juga: Presiden Soekarno Wafat, Hari-hari Terakhir Sang Proklamator yang Tragis

Menjual Produk Lokal dan Kebudayaan Khas Nusantara

Pada tahun 1970-an Sarinah sebagai department store khusus menyediakan kebutuhan pokok berubah jadi tempat penjualan produk lokal dan kerajinan tangan khas kebudayaan di Nusantara. Seperti batik, gerabah, dan pakaian-pakaian lokal dengan kualitas harga yang fantastis.

Ketika department store ini mengubah arah penjualan produk, Sarinah Mall berinisiatif membentuk layanan penukaran uang.

Kehadiran Money Changer di Sarinah Mall untuk menyediakan alat jual beli bangsa Asing yang sedang berkunjung ke Indonesia. Biasanya mereka berbelanja barang-barang khas Indonesia, seperti cinderamata oleh-oleh bernuansa kebudayaan Nusantara.

Hasilnya luar biasa, barang-barang tersebut laris manis. Konon orang-orang asing tersebut merasa terpukau dengan bangunan sekaligus barang-barang yang ada di Sarinah Mall. Mereka membeli untuk kenang-kenangan juga tanda bahwa ia pernah berkunjung ke Indonesia.

Sejak tahun 2004 bisnis penukaran uang di Sarinah berdiri sendiri menjadi PT. Sari Valuta Asing. Pada tahun itu pula Sarinah Mall resmi menjadi Perusahaan Terbatas (PT. Sarinah, Persero). Sedangkan pada tahun 2019 perusahaan PT. Sari Valuta Asing “membanting stir” dalam bidang ekspor, impor, dan distribusi. (Erik/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Rumah ludes terbakar Ciamis

Rumah di Ciamis Ludes Terbakar, Diduga Ini Penyebabnya!

harapanrakyat.com,- Sebuah rumah di Lingkungan Karangsari, Kelurahan Maleber, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat ludes terbakar. Kebakaran itu terjadi Rabu (2/4/2025) sore sekitar pukul...
Penumpang bus meninggal dunia

Penumpang Pria di Kota Banjar Ditemukan Meninggal Dunia di Dalam Bus

harapanrakyat.com,- Seorang penumpang bus ditemukan sudah tidak bernyawa saat kendaraan yang ditumpanginya berhenti di Terminal Tipe A Kota Banjar, Jawa Barat. Peristiwa itu terjadi...
Tebing tutup jalan

Tebing Longsor Tutup Jalan Angsana-Gunung Kelir, DPUPRP Ciamis Terjunkan Alat Berat

harapanrakyat.com,- Hujan deras mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Rabu (2/4/2025) sore. Akibatnya, tebing longsor menutup Jalan Angsana-Gunung Kelir, Tanjakan Bonja, Desa Neglasari,...
Objek wisata di Kota Banjar sepi pengunjung

Libur Lebaran, Objek Wisata di Kota Banjar Sepi Pengunjung

harapanrakyat.com,- Memasuki libur lebaran Idul Fitri 1446 H, sejumlah objek wisata yang ada di Kota Banjar, Jawa Barat, masih sepi pengunjung dan tidak ada...
Longsor menimbun rumah dan kandang ayam di Pamarican Ciamis

Tebing Longsor Timpa Rumah dan Kandang Ayam di Pamarican Ciamis

harapanrakyat.com,- Diguyur hujan deras, tebing setinggi 7 meter longsor dan menimpa rumah dan kandang ayam milik warga di Dusun Sambungjaya, Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican,...
destinasi wisata di Ciamis untuk libur lebaran 2025

10 Destinasi Wisata di Ciamis untuk Libur Lebaran 2025: Seru, Asyik, dan Instagramable!

harapanrakyat.com,- Kabupaten Ciamis, Jawa Barat terdapat banyak destinasi wisata baik itu alam, rekreasi maupun sejarah budaya. Ada 10 rekomendasi destinasi wisata di Ciamis yang...