Sejarah Piagam Madinah melibatkan kelompok Muslim dan non-Muslim. Karena itu, Piagam Madinah memiliki sejarah yang menarik untuk kita ketahui. Piagam ini pun juga turut menjadi sejarah Islam yang penting dan berharga.
Kaum Muslim mulai hidup bernegara setelah Nabi Muhammad SAW hijrah ke Yatsrib. Nama Yatsrib kemudian berubah menjadi Madinah yang kita kenal hingga saat ini.
Di sini Rasulullah meletakkan dasar kehidupan yang kokoh bagi pembentukan suatu masyarakat baru.
Masyarakat baru tersebut terdiri atas tiga golongan penduduk yang berbeda. Pertama, kelompok mayoritas terdiri atas kaum Muhajirin dan Anshar.
Kedua, kelompok minoritas yaitu kaum musyrikin dari suku Aus dan Khazraj yang belum masuk Islam.
Kemudian golongan terakhir yaitu kaum Yahudi yang terdiri atas tiga kelompok. Satu kelompok yaitu Bani Qainuqa yang tinggal di dalam Kota Madinah. Kemudian kelompok Bani Nadhir dan Bani Quraizhah yang tinggal di luar kota Madinah.
Baca Juga: Kisah Jalut dan Thalut, Bani Israil Melawan Kaum Amaliqah
Latar Belakang Terbentuknya Sejarah Piagam Madinah
Sebelum Rasulullah hijrah dari Mekkah ke Madinah, terjadi konflik antar 2 kabilah besar di Yatsrib. Keduanya yaitu Kabilah Aus bersama Bani Quraizhah dengan Kabilah Khazraj bersama Bani Nadhir.
Perseteruan yang berlangsung selama 120 tahun tersebut juga menyebabkan perang besar.
Setidaknya terdapat 4 perang besar yaitu perang Sumir, Ka’b, Hathib, dan Bu’ats. Para tokoh besar antar kabilah pun sadar bahwa konflik mereka menyebabkan Yatsrib mengalami krisis.
Keduanya pun meyakini bahwa perselisihan harus mereka akhiri agar tidak menimbulkan kerugian besar ke depannya.
Umat Muslim Hijrah ke Madinah
Kemudian, pada tahun 622 M Rasulullah bersama kaum Muslim di Mekkah hijrah ke Yatsrib. Sebab selama di Mekkah Rasulullah dan umat Islam sulit untuk berdakwah.
Mereka pun berangkat dari Mekkah melewati jalan Yastrib-Yaman hingga mencapai Gua Tsur.
Kaum Quraisy yang mengejar mereka pun tidak berhasil mendapatkan umat Muslim. Sebab kaum Quraisy tidak mengira jika Gua Tsur merupakan tempat persembunyian kaum Muslim. Kemudian perjalanan umat Muslim pun berlanjut menuju Quba, suatu desa di sekitar Yatsrib.
Sejarah Piagam Madinah selanjutnya pada tanggal 12 Rabiul Awal, Rasulullah dan umat Muslim sampai di Yatsrib.
Mereka pun mendapatkan sambutan yang baik dari kaum Anshar. Awal kedatangan mereka ke Yatsrib yaitu berada di suatu wilayah yang bernama Mina.
Di sana, mereka didatangi suku Khazraj dan Aus yang memberi jaminan keselamatan untuk Rasulullah.
Nabi pun menunjuk 12 tokoh dari kedua suku tersebut untuk menempati kedudukan Al-Nuqabak. Sejak itu pun antara kaum Anshar dan Muhajirin mulai terjalin persaudaraan.
Baca Juga: Sejarah Perjanjian Aqabah Pertama dan Kedua
Muncul Masalah
Kemudian muncul masalah dengan kaum Yahudi Yatsrib yaitu Bani Quraizhah, Nadhir, dan Qainuqa. Masalah tersebut karena Rasulullah berasal dari Bani Ismail bukan Bani Israil. Hal tersebut pun memunculkan rasa dengki kepada Nabi Muhammad SAW.
Sejarah Piagam Madinah selanjutnya, Rasulullah pun menyadari seperti apa masyarakat yang akan Nabi hadapi.
Mereka merupakan masyarakat majemuk yang masing-masing kelompoknya saling bermusuhan. Karena itu, perlu adanya penataan dan pengendalian sosial untuk mengatur hubungan antar golongan.
Lahirnya Piagam Madinah
Rasulullah pun melakukan beberapa langkah untuk menciptakan masyarakat yang harmonis dan toleran. Rasulullah membangun masjid dari sisi agama untuk memperkuat hubungan dan ikatan antar jamaah.
Lalu Rasulullah membangun ukhuwah yang kuat antara orang Islam Mekkah dan Yatsrib.
Dua langkah tersebut masih bersifat internal dan hanya untuk umat Islam di Madinah. Sedangkan untuk kaum non-Islam masih belum ada langkah yang tepat.
Karena itu, langkah ketiga yang menjadi sejarah Piagam Madinah, Rasulullah membuat perjanjian tertulis.
Perjanjian tersebut menegaskan persatuan yang erat antara kalangan kaum Muslim dan Yahudi. Kemudian menjaga kebebasan beragama untuk semua golongan dan mau menjalin kerja sama.
Lalu perjanjian juga mementingkan persamaan hak dan kewajiban golongan agar tercipta perdamaian.
Baca Juga: Sejarah Perang Khaibar, Penaklukan Kaum Yahudi
Perjanjian tersebutlah yang kemudian disebut sebagai Piagam Madinah atau Mitsaq al-Madinah. Piagam ini berisi 47 pasal yang kemudian menjadi pedoman utama kehidupan bermasyarakat. Tujuannya yaitu tentu untuk membentuk kesatuan hidup di antara penduduk Madinah.
Nah, itulah sejarah Piagam Madinah yang dibentuk oleh Rasulullah SAW. Piagam tersebut kemudian dianggap sebagai konstitusi negara tertulis yang pertama di dunia. (R10/HR-Online)