Sabtu, April 5, 2025
BerandaBerita TerbaruSejarah Perjanjian Aqabah Pertama dan Kedua

Sejarah Perjanjian Aqabah Pertama dan Kedua

Sejarah perjanjian Aqabah pertama dan kedua. Perjanjian Aqabah menjadi sejarah jaminan hijrah kaum muslim dari Mekkah dan Madinah. Peristiwa sejarah Islam ini kemudian juga membangun kekuatan Islam untuk menyebarkan dakwahnya.

Perjanjian atau baiat Aqabah terjadi antara Nabi Muhammad dengan penduduk Yastrib. Yastrib sendiri merupakan kota yang lebih terkenal dengan nama Madinah. Perjanjiannya sendiri berlangsung di sebuah bukit bernama Aqabah yang berjarak sekitar 5 km dari Mekkah.

Perjanjian Aqabah juga bukan hanya terjadi sekali namun juga ada perjanjian yang kedua. Perjanjian pertama terjadi pada tahun ke-12 kenabian atau 621 M. Sedangkan perjanjian kedua terjadi pada tahun ke-13 kenabian atau 622 M.

Baca Juga: Sejarah Perjanjian Hudaibiyah Antara Kaum Muslim dan Quraisy

Sejarah Perjanjian Aqabah Pertama dan Kedua Antara Rasulullah dan Penduduk Yastrib

Pada awal kenabian Rasulullah, ada banyak gangguan dan siksaan dari kaum Quraisy di Mekkah. Karena itu, Nabi Muhammad menganggap bahwa Mekkah tidak bisa lagi menjadi pusat dakwah.

Kemudian Rasulullah pun mengunjungi beberapa negeri lain, misalnya yaitu Thaif.

Namun sayangnya di sana pun Nabi tetap tidak bisa berdakwah, sebab dimusuhi. Rasulullah kemudian berusaha untuk mendekati pendatang di Mekkah ketika musim haji. Kemudian terdapat dua suku yang mau menerima ajakan Nabi Muhammad SAW.

Kedua suku tersebut yaitu suku Aus dan Kharaj yang berasal dari Yastrib atau Madinah. Alasan mereka mau menerima ajakan Rasulullah karena mereka telah memahami ajaran tauhid. Selain itu, mereka juga sering mendengar dari orang-orang Yahudi cerita tentang Nabi.

Jumlah orang dari kaum ini yang masuk Islam awalnya sebanyak lebih dari enam orang. Hal itu mengawali banyaknya penduduk Yastrib yang mau memeluk Islam. Kejadian tersebut kemudian akan mengarahkan hingga terjadinya perjanjian Aqabah.

Perjanjian Aqabah I

Sejarah perjanjian Aqabah 1 terjadi para tahun-tahun berikutnya, tepatnya yaitu pada tahun 621 M. Waktu itu, 12 jamaah haji dari Yastrib sedang bertemu Rasulullah dan menyimak dakwahnya.

Mereka pun menerimanya dengan baik dan melakukan baiat kepada Nabi Muhammad.

Baiat tersebut kemudian kita kenal dengan nama baiat atau perjanjian Aqabah 1. Perjanjian tersebut berisi beberapa kesepakatan, seperti menyatakan kesetiaan kepada Rasulullah.

Lalu menyatakan rela berkorban harta dan jiwa, bersedia menyebarkan agama Islam, tidak menyekutukan Allah.

Kemudian terakhir, menyatakan tidak akan membunuh dan melakukan perbuatan curang serta dusta. Perjanjian pertama ini juga dikenal sebagai baiat wanita sebab tidak melibatkan peperangan. Untuk mengembangkan agama Islam di Yastrib, Rasulullah menggunakan sebuah strategi.

Strategi tersebut yaitu dengan mengirim Mus’ab bin Umair untuk ikut rombongan pulang ke Yastrib.

Tugasnya untuk menyebarkan Islam dan membantu penduduk Yastrib menyatakan keislamannya. Kemudian ia pun menjadi guru mengaji serta imam shalat di Yastrib.

Baca Juga: Sejarah Perang Khaibar, Penaklukan Kaum Yahudi

Perjanjian Aqabah II

Sejarah perjanjian Aqabah II terjadi pada tahun kenabian ke tiga belas atau 622 SM. Perjanjian ini bersama 73 orang pria dan 2 orang wanita dari Yastrib yang terjadi tengah malam.

Mus’ab dan penduduk Yatrib yang sudah masuk Islam pun ikut menemui Rasulullah di bukit Aqabah.

Dalam perjanjian ini Nabi Muhammad datang bersama pamannya yaitu Al Abbas bin Abdul Muthalib. Meskipun waktu itu Al Abbas belum masuk Islam, namun ia ingin Rasulullah tetap aman dan selamat. Perjanjian Aqabah ini setidaknya memiliki empat isi.

Pertama yaitu kesiapan penduduk Yastrib untuk melindungi Rasulullah SAW. Keikutsertaan penduduk Yastrib berjuang dengan harta dan jiwa serta mau menerima segala risiko.

Terakhir penduduk Yastrib akan ikut serta memajukan dan menyiarkan Islam pada sanak saudara mereka.

Setelah sejarah perjanjian Aqabah ini, Rasulullah kemudian kembali ke Makkah untuk terus berdakwah. Namun karena terus mendapat gangguan, Nabi pun memerintahkan umat muslim untuk hijrah ke Yastrib.

Mereka berhijrah secara diam-diam agar tidak ketahuan oleh kaum musyrik.

Baca Juga: Sejarah Hijr Ismail, Tempat Mustajab untuk Berdoa

Alasan Nabi Memilih Yastrib

Rasulullah memilih Yastrib sebagai tempat hijrah juga karena beberapa alasan. Alasan tersebut yaitu pertama, Yastrib merupakan tempat paling dekat dengan Mekkah.

Kemudian Rasulullah telah memiliki hubungan yang baik dengan penduduk Yastrib yakni sebelum menjadi Nabi.

Kemudian Rasulullah telah mengenal penduduk Yastrib sebagai orang yang berbudi pekerti. Hijrah juga merupakan keharusan bagi Rasulullah karena merupakan perintah dari Allah SWT. Proses hijrah pun sudah siap dengan matang serta mendapat dukungan dari penduduk Yastrib.

Demikianlah sejarah perjanjian Aqabah pertama dan kedua. Perjanjian ini pun membuka jalan baru bagi penyebaran agama Islam. (R10/HR-Online)

Sejarah Tumenggung Kopek, Jejak yang Penuh Misteri

Sejarah Tumenggung Kopek, Jejak yang Penuh Misteri

Tidak semua tokoh besar mendapat tempat dalam buku sejarah Indonesia. Beberapa nama tetap hidup melalui cerita lisan yang diwariskan turun-temurun. Sejarah Tumenggung Kopek adalah...
Nissan Micra EV 2025, Transformasi Ikonik ke Era Listrik

Nissan Micra EV 2025, Transformasi Ikonik ke Era Listrik

Nissan baru saja memperkenalkan generasi terbaru dari Nissan Micra EV 2025. Mobil Nissan terbaru tersebut kini bertransformasi menjadi kendaraan listrik sepenuhnya. Nissan Micra atau...
Pemandian Air Panas

Menikmati Wisata Pemandian Air Panas Cileungsing Sumedang Saat Libur Lebaran

harapanrakyat.com,- Obyek wisata Pemandian Air Panas Cileungsing di Cilangkap, Kecamatan Buahdua, Sumedang, Jawa Barat, kembali menarik ribuan wisatawan pada libur Lebaran 2025. Destinasi wisata ini...
Obyek Wisata Sepi Pengunjung

Obyek Wisata Sepi Pengunjung Saat Libur Lebaran, Wali Kota Banjar: Perlu Ada Perubahan

harapanrakyat.com,- Wali Kota Banjar, Jawa Barat, Sudarsono, menanggapi perihal sejumlah obyek wisata sepi pengunjung pada momen libur Lebaran 2025. Sudarsono mengatakan, Pemerintah Kota Banjar ke...
Ulefone Armor 30 Pro Rilis dengan Inovasi dan Fitur Canggih

Ulefone Armor 30 Pro Rilis dengan Inovasi dan Fitur Canggih

Ulefone baru saja merilis Armor 30 Pro, sebuah smartphone tangguh yang menggabungkan daya tahan luar biasa dengan teknologi terkini. Dirancang khusus untuk pengguna yang...
Pergerakan Tanah di Neglasari

Pergerakan Tanah di Neglasari Ciamis, Sejumlah Rumah dan Jalan Desa Alami Kerusakan

harapanrakyat.com,- Akibat adanya pergerakan tanah di Neglasari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, beberapa rumah warga mengalami kerusakan. Selain itu, ruas jalan desa juga mengalami...