Sejarah Perang Tabuk merupakan perang terakhir Nabi Muhammad SAW. Perang Tabuk tentu menjadi sejarah perang besar yang berlangsung 50 hari. Waktu tersebut terbagi 20 hari di Tabuk dan 30 hari perjalanan pulang pergi dari Madinah ke Tabuk.
Perang ini terjadi pada bulan Rajab 9 H dan berakhir pada bulan Ramadhan 9 H. Dalam perang ini, tentara muslim menghadapi pasukan imperium Romawi. Menariknya dalam perang ini tidak sempat terjadi kontak fisik, sebab musuh yang menyerah lebih dulu.
Baca Juga: Kisah Khaulah binti Azur, Pedang Allah dari Kaum Perempuan
Sejarah Perang Tabuk, Kemenangan Tanpa Perang
Peristiwa penaklukan kota Mekkah atau fathu Makkah merupakan puncak kemenangan bagi umat Islam. Mekkah sudah menjadi kekuasaan umat Muslim dan orang pun berbondong-bondong masuk Islam.
Meskipun begitu, masih ada ancaman yang memiliki kekuatan besar yaitu imperium Romawi.
Konflik antara umat Muslim dan Romawi sebenarnya sudah bermula saat terbunuhnya duta Rasulullah. Ia merupakan Al-Harits bin Umair yang terbunuh di tangan Syurahbil bin Amr al-Ghassani.
Setelah terbunuhnya Al-Harits, Rasulullah mengirim pasukan untuk menyerang pasukan Romawi di Mu’tah.
Setelah peperangan itu, sejumlah kabilah Arab melepaskan diri dari Romawi dan bergabung dengan umat Islam.
Romawi pun akhirnya segera mengambil sikap sebelum umat Islam benar-benar semakin kuat. Romawi pun berniat menghancurkan pasukan Muslim dan menyiapkan kekuatan besar.
Hal inilah yang kemudian melatarbelakangi terjadinya sejarah Perang Tabuk. Kabar rencana penyerangan Romawi tersebut pun sampai ke telinga umat Muslim meskipun samar-samar.
Masyarakat Muslim di Madinah pun gelisah, sebab Romawi merupakan imperium raksasa yang menakutkan.
Baca Juga: Kisah Perang Khandaq, Membangun Parit untuk Menahan Musuh
Kekhawatiran Umat Muslim
Kekhawatiran umat Muslim tersebut semakin besar, bahkan Rasulullah pun juga mengkhawatirkannya. Saat mendengar suara ganjil, mereka pun berprasangka bahwa Romawi sudah tiba di Madinah. Bahkan Nabi Muhammad pun sampai menjauh dari istri selama satu bulan.
Kemudian ketidakpastian informasi tersebut berakhir saat kedatangan rombongan orang dari Syam ke Madinah.
Mereka menginfokan bahwa sang Raja Romawi yaitu Heraklius telah menyiapkan pasukan besar. Bahkan pasukannya mencapai 40.000 prajurit, yang mana kabilah Arab Nasrani juga turut bergabung.
Menyadari kondisi yang genting, Rasulullah pun mengambil keputusan dengan pertimbangan militer yang matang. Rasulullah tidak ingin pasukan Muslim hanya menunggu imperium Romawi datang ke Madinah.
Rasulullah pun memutuskan keluar dari Madinah dan menyerang imperium Romawi yang menjadi sejarah Perang Tabuk.
Seruan Perang
Nabi Muhammad pun segera mengirim sejumlah utusan agar mereka mengajak kabilah-kabilah Arab untuk bergabung. Selain itu, Rasulullah pun juga menyerukan secara langsung mengenai perang ini.
Mendengar seruan ini, umat Muslim pun bersiap dan memberikan berbagai macam sumbangan kebutuhan perang.
Utsman bin Affan menyumbang 900 ekor unta, 100 ekor kuda, dan juga sejumlah uang. Lalu, Abu Bakar juga menyerahkan semua hartanya yang senilai 4.000 dirham.
Kemudian Abdurrahman bin Auf menyumbangkan 200 uqiyah perak dan masih banyak tokoh yang menyumbang lainnya.
Setelah semua persiapan matang, pasukan Muslim pun berangkat ke arah utara menuju Tabuk. Jalur yang harus mereka tempuh mencapai 800 km dengan jalur yang rumit, terik dan juga terjal.
Pasukan Muslim sendiri berjumlah 30.000 orang prajurit, 10.000 lebih sedikit daripada jumlah pasukan Romawi.
Baca Juga: Sejarah Perang Hunain yang Berhasil Dimenangkan Kaum Muslim
Pasukan Umat Muslim Sampai di Tabuk
Sejarah Perang Tabuk berlanjut saat Romawi mengira pasukan Muslim tidak akan mampu melewati jalur tersebut. Sebab pada saat itu cuaca padang pasir sangat ekstrem, terik, dan medan yang terjal.
Namun umat Muslimin tetap berhasil melewati medan tersebut dan sampai di Tabuk.
Sesampainya di Tabuk, Rasulullah berpidato di depan seluruh pasukan dan menyemangati mereka. Semangat pasukan Muslim pun semakin berkobar dan siap bertempur melawan pasukan Romawi.
Mendengar hal ini, pihak Romawi pun kaget dan heran dengan kekuatan kaum Muslim.
Pasukan Romawi pun tidak berani maju, bahkan pasukannya malah terpencar ke wilayah sendiri-sendiri. Akhirnya, Romawi mengajak berdamai dengan membayar upeti pada pasukan Muslim.
Dengan begini maka kemenangan menjadi milik umat Muslim, meskipun belum terjadi peperangan.
Sejarah Perang Tabuk menjadi perang terakhir Nabi Muhammad SAW. Dengan kegigihan umat muslim melewati jalur yang sangat ekstrem, mereka pun bisa meraih kemenangan tanpa berperang. (R10/HR-Online)