Sejarah perang Khaibar mengisahkan kaum muslim bertempur melawan kaum Yahudi pada tahun 7 H. Sejarah perang tersebut terjadi di Khaibar. Khaibar sendiri merupakan daerah yang lokasinya berada di sebelah utara Madinah.
Khaibar menjadi kawasan yang istimewa sebab memiliki tanah yang subur dan air yang melimpah. Kawasan ini pun menghasilkan kurma, biji-bijian hingga berbagai buah karena tanahnya yang subur. Karena itu pun Khaibar memiliki sebutan lain yaitu negeri Hijaz yang subur atau kuat.
Khaibar merupakan tempat tinggal bagi orang kaya dari kaum Yahudi yang bekerja sebagai pedagang dan petani. Mereka menanam anggur, kurma, sayur dan biji-bijian di kebun sendiri. Selain itu, mereka pun menghasilkan senjata sendiri, sebab memiliki pabrik metal dan pabrik sutra.
Baca Juga: Sejarah Perang Tabuk, Perang Terakhir Nabi Muhammad SAW
Sejarah Perang Khaibar, Kaum Muslim vs Kaum Yahudi
Kisah perang yang berlangsung di Khaibar ini terjadi pada penghujung bulan Muharram tahun 7 H. Pertempuran ini menjadi salah satu perang kaum muslim yang paling sengit daripada perang lainnya. Sebab pada saat itu kondisi pasukan Yahudi yang sangat kuat.
Penyebab dari timbulnya perang ini pun juga berasal dari orang-orang Yahudi sendiri. Mereka sering melakukan tindakan yang licik serta suka mengadu domba kaum muslimin.
Bahkan mereka memiliki pasukan 10.000 orang dan benteng yang kuat seolah untuk menantang kaum Muslim.
Pasukan Muslim Berangkat ke Khaibar
Menghadapi kondisi tersebut, Rasulullah pun memutuskan menyiapkan pasukan dan berangkat ke Khaibar. Pasukan Muslim hanya berkekuatan 1.600 orang dengan 200 orang yang mengendarai kuda.
Kemudian, ketika akan tiba di Khaibar Rasulullah berhenti lalu berdoa agar terlindung dari kejahatan di dalamnya.
Sementara itu, kaum Yahudi sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi serbuan kaum muslim.
Dalam sejarah perang Khaibar ini mereka juga memiliki benteng kuat dengan pertahan yang berlapis-lapis. Bahkan pasukan Romawi yang terkenal lebih kuat pun belum tentu bisa melewatinya.
Dalam perang ini Sallam bin Misykam menjadi pemimpin pasukan kaum Yahudi. Perempuan, anak-anak dan harta benda mereka simpan di benteng Watih dan Sulaim. Kemudian persediaan makanan mereka kumpulkan di benteng Na’im.
Pertempuran
Meskipun memiliki benteng yang kuat, kaum Muslim tetap bertempur dengan keteguhan hati. Pasukan kaum Muslim pun langsung menyerang jantung pertahanan kaum Yahudi.
Akhirnya pun Sallam bin Misykam, pemimpin kaum Yahudi berhasil terbunuh oleh pasukan kaum Muslim.
Namun setelah kematiannya, pasukan Muslim masih kesulitan dalam mengalahkan pasukan Yahudi. Rasulullah pun menugaskan Abu Bakar dan Umar untuk menembus pertahanan Khaibar. Namun sayangnya keduanya pun masih tidak berhasil.
Kemudian setelah Ali bin Abu Thalib memimpin pasukan Muslim, mereka pun bisa mematahkan pertahanan kaum Yahudi. Harith bin Abu Zainap selaku pengganti Sallam pun juga terbunuh.
Sejarah perang Khaibar selanjutnya secara perlahan, pasukan muslim berhasil menguasai benteng Yahudi.
Baca Juga: Hassan bin Tsabit, Penyair Kesayangan Nabi Muhammad SAW!
Pasukan Muslim Menaklukan Kaum Yahudi
Pada dua benteng terakhir pasukan Yahudi bertahan dengan sangat gigih sehingga penaklukkannya lebih sulit.
Akhirnya banyak korban jatuh, baik dari pihak Yahudi maupun pihak muslim. Lambat laun pasukan Yahudi menyerah dan bersedia untuk keluar dari Khaibar bersama keluarganya.
Pasukan Yahudi pun menyerahkan semua benteng kepada pasukan umat Islam. Dalam benteng tersebut, kaum Muslim mendapat banyak senjata dan menemukan ribuan kitab Taurat.
Rasulullah pun mengembalikan kitab tersebut pada kaum Yahudi sesuai dengan permintaan mereka.
Rasulullah pun memerintahkan pasukannya untuk melindungi warga Yahudi selama perjalanannya keluar Khaibar. Hal tersebut sengaja untuk menunjukkan peredaan perlakukan umat Islam dan Kristen pada pihak yang kalah.
Kaum Yahudi pun bebas untuk mengatur kaumnya sendiri selama mengikuti garis kepemimpinan Rasulullah.
Dalam sejarah perang Khaibar ini Rasulullah SAW nyaris meninggal, sebab hampir memakan daging domba beracun.
Daging tersebut ternyata berasal dari Zainab binti Harith yang merupakan istri Sallam bin Misykam. Sahabat Rasul, Bisyri bin Bara pun meninggal karena telah memakan daging tersebut.
Baca Juga: Sejarah Perang Hunain yang Berhasil Dimenangkan Kaum Muslim
Islam Menjadi Kekuatan Utama di Jazirah Arab
Setelah menaklukkan Khaibar, pasukan muslim pun kembali ke Madinah melalui Wadil Qura. Di sini pun sempat terjadi pertempuran lagi dengan kaum Yahudi yang menguasai wilayah ini. Namun, kaum muslim pun bisa kembali menaklukkan mereka.
Sementara itu, kaum Yahudi di Taima pun menawarkan damai pada Rasulullah tanpa peperangan. Dengan penaklukan tersebut, Islam di Madinah menjadi kekuatan utama di Jazirah Arab. Nabi Muhammad pun bisa lebih berkonsentrasi dalam dakwah dan membangun moralitas masyarakat.
Demikianlah pembahasan mengenai sejarah perang Khaibar yang mana pasukan muslim berhasil menaklukan kaum Yahudi. Islam pun menjadi lebih kuat dan Berjaya. (R10/HR-Online)