Sapu lidi pengusir santet dan guna-guna, benarkah demikian? Indonesia adalah bangsa yang kaya akan budaya, keragaman suku dan agama serta adat istiadatnya. Maka dari itu tidak heran jika di Indonesia masih kental dengan hal mistis.
Setiap daerah memiliki kepercayaannya masing-masing, termasuk meyakini sapu lidi sebagai benda pengusir pelet, santet dan guna-guna.
Asal Usul Sapu Lidi Pengusir Santet dan Guna-Guna
Ilmu guna-guna dianggap sebagai ilmu hitam, cara kotor yang dipilih seseorang untuk menguasai dan mengancam keselamatan orang lain.
Dengan bersekutu kepada iblis, manusia akan meminta imbalan. Orang yang memilih jalan tersesat ini biasanya memiliki sifat buruk diantaranya pendendam, iri dengki dan memaksakan kehendak.
Santet
Santet adalah tindakan yang dilakukan seseorang untuk mencelakai orang lain, biasanya dilakukan dari jarak jauh dengan ilmu hitam.
Baca Juga: Bersekutu dengan Setan, dari Pesugihan hingga Sekte Sesat
Orang yang ingin mengirim santet meminta bantuan dukun, namun ada juga yang mengirimnya sendiri jika orang tersebut telah mempelajari ilmu guna-guna.
Hal yang melatar belakangi santet biasanya karna rasa dendam, sakit hati, iri dengki dan juga arogansi untuk menunjukkan kekuasaan.
Pelet
Pelet adalah upaya seseorang untuk menguasai alam bawah sadar orang lain, agar jatuh cinta kepada orang yang mengirim pelet tersebut. Hal ini karena hawa nafsu untuk memiliki dan menguasai orang lain, atau singkatnya pelet merupakan perbuatan memaksakan kehendak.
Kalimat yang sering terdengar pada kalangan masyarakat mengenai hal ini yaitu “cinta ditolak dukun bertindak”.
Sapu Lidi Penangkal Ampuh Guna-Guna
Menggunakan sapu lidi dalam menangkal dan mengembalikan guna-guna kepada pengirimnya adalah tradisi dan kepercayaan turun temurun dari nenek moyang.
Sapu lidi yang dapat digunakan untuk mengusir guna-guna harus yang terbuat dari pohon aren juga yang sudah sering dipakai menyapu. Namun agar dapat benar-benar ampuh menangkal ilmu guna-guna, hendaklah disertai dengan sugesti dan keyakinan.
Sugesti sangat mempengaruhi batin seseorang, bisa menjadi kuat ataupun lemah. Maka dari itu ketika meyakini sebuah benda, hendaklah memohon kepada Allah SWT, agar dapat menggunakan benda tersebut sebagai alat untuk menangkal dan menetralisir kekuatan negatif dari hal gaib.
Semakin kuat sugesti kita terhadap suatu benda maka akan semakin manjur kegunaannya. Namun sebaliknya, jika sugesti kita rendah maka akan sia-sia dan tidak akan mampu mengatasi hal gaib tersebut. (Witri/R7/HR-Online/Editor-Ndu)