Permata mahkota kosmik merupakan suatu julukan untuk gugus bintang. Pleiades adalah sang permata mahkota di kosmik. Gugus bintang satu ini bersinar dengan megah di tengah langit luar angkasa.
Menariknya, gugus bintang satu ini merupakan salah satu yang paling dekat dengan Bumi. Jaraknya yang dekat tersebut membuat siapapun dapat dengan mudah melihatnya.
Namun demikian, tetap ada saat-saat tertentu yang paling pas agar Pleiades mampu terlihat tanpa harus menggunakan teleskop.
Baca Juga: Bintang Tunggal Earendel Terjauh Berhasil Tertangkap Teleskop Hubble
Indahnya Penampakan Permata Mahkota Kosmik
Di sekitar Bumi ada banyak sekali bintang yang bersinar dengan sangat terang. Beberapa bintang ada yang berkumpul dalam jarak yang relatif dekat hingga menjadi gugus atau kelompok.
Salah satu kelompok bintang yang paling terkenal adalah Pleiades. Ini merupakan salah gugus bintang terdekat di Bumi dan seringkali mendapat julukan permata mahkota.
Menurut perkiraan yang ada, Pleiades ini telah berusia 100 juta tahun. Ada setidaknya lebih dari 500 bintang yang ada di dalam gugus terbuka ini.
Saat ini bintang-bintang yang ada di dalam Pleiades dapat menyatu karena adanya gravitasi. Akan tetapi, ilmuwan memperkirakan bahwa gugus Pleiades akan runtuh dalam waktu 250 juta tahun mendatang.
Baca Juga: Umur Bintang di Langit Dapat Diketahui Para Ilmuwan? Begini Caranya!
Melihat Tanpa Teleskop
Pleiades terletak pada sekitar 400 tahun cahaya dari Bumi. Jarak tersebut tergolong cukup dekat jika dibandingkan dengan gugus bintang lainnya.
Pada malam hari, Pleiades berada di antara konstelasi Taurus. Oleh karena itu, sebenarnya sangat memungkinkan untuk melihat lebih dari 14 bintang jika tidak ada polusi udara.
Di antara banyak bintang, terdapat 7 bintang katai coklat yang sebenarnya merupakan bintang gagal. Massa katai coklat ini kecil untuk dapat memulai fusi nuklir.
Kemudian mereka bersinar di dalam cahaya inframerah tetapi akan memancarkan sangat sedikit cahaya “normal”. Bintang-bintang ini akan terlihat apabila Anda berada di selatan Perancis atau kota Amsterdam.
Biasanya Pleiades ini terlihat dengan baik antara Oktober hingga April, namun November menjadi waktu terbaik. Pada bulan November, permata mahkota kosmik ini bahkan bisa terlihat di sepanjang malam.
Baca Juga: Rasi Bintang Betelgeuse Kembali Bersinar Terang, Ini Kata Para Ahli!
Pleiades di Setiap Budaya
Pada kenyataannya, gugus bintang ini sudah cukup terkenal. Nama Pleiades sendiri berasal dari Yunani Kuno yang berarti “berlayar” karena pertama kali terlihat saat musim pelayaran.
Di Yunani Kuno, nama Pleiades ini merupakan tujuh anak dari titan yang bernama Atlas dan Pleione. Namun, nama Pleiades juga berbeda di setiap kebudayaan.
Dalam legenda suku Aborigin, bintang ini terkenal sebagai “Yunggarmurra water girls”. Sedangkan di Indonesia terkenal sebagai Lintang Waluh atau Lintang Kartika yang berarti “bintangnya bintang”.
Di India, gugus Pleiades terkenal dengan nama “Kritikka”. Jepang juga memiliki sebutan lain, yaitu “Subaru” yang berarti bintang berkumpul.
Pleiades sebagai permata mahkota kosmik ini dapat dengan mudah terlihat di wilayah Prancis dan Amsterdam. Namun, Anda tetap harus menggunakan teleskop apabila ingin melihatnya dengan lebih detail. (R10/HR-Online)