harapanrakyat.com, – Masih dominannya parkir di badan jalan, menjadi salah satu penyebab kemacetan di Kota Bandung, Jawa Barat.
Akibatnya, arus lalu lintas menjadi terganggu. Hal itu pun menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Bandung untuk diatasi.
Ketua Komisi C DPRD Kota Bandung, Yudi Cahyadi pada FGD Pembahasan Draft Isi Rancangan Peraturan Daerah Penyelenggaraan Perhubungan mengatakan, parkir di badan jalan atau on street parking masih dominan di Kota Bandung.
On street parking, lanjut Yudi, persoalan parkir di badan jalan di Kota Bandung masih banyak terlihat seperti di Jalan Braga, Jalan Ambon, dan sejumlah jalan lainnya di Kota Bandung.
Padahal pihaknya mendorong agar on street parking semakin berkurang dan beralih ke off street parking.
Baca Juga : Cegah Aksi Kriminal, Pemkot Bandung Pasang Ratusan CCTV di Kota Bandung
“Kita melihat bahwa yang dominan itu parkir di jalan atau on street parking, tapi tujuan kita adalah bagaimana parkir ini bergeser ke gedung-gedung atau off street parking,” ungkapnya, Rabu (14/12/2022).
Menurutnya, penggunaan badan jalan sebagai tempat parkir akan memengaruhi arus lalu lintas.
Sehingga sering mengakibatkan terjadinya kepadatan hingga kemacetan di sejumlah titik di Kota Bandung.
“Jaringan jalan di Kota Bandung masih sangat minim, sekitar 5 persen. Idealnya itu 15 persen,” tuturnya.
Oleh karena itu, pihaknya meminta agar Pemerintah Kota Bandung melakukan penataan terkait parkir yang ada di Kota Bandung.
Hal itu untuk menyelesaikan salah satu persoalan macet yang selalu dirasakan masyarakat.
“Jadi mulai melakukan sterilisasi parkir-parkir yang memakan ruas badan jalan. Secara bertahap bergeser ke gedung-gedung parkir,” ucapnya.
Baca Juga : Viral Burung Garuda Tanpa Kepala di Bandung, Ini Kata Pemkab
“Ini bukan terkait retribusi, akan tetapi bagaimana pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan baik dan optimal,” tuturnya menambahkan.
Penyebab Lain Selain Parkir di Badan Jalan
Selain persoalan parkir, pihaknya juga menyoroti terkait transportasi publik yang dinilai masih belum menyelesaikan persoalan kemacetan di Kota Bandung.
Yudi mengakui, transportasi publik di Kota Bandung masih belum sesuai kebutuhan dan harapan masyarakat, selain armada yang memadai juga harga yang terjangkau.
“Kita melihat bahwa masyarakat saat ini sudah cerdas, dan mereka menginginkan transportasi publik yang nyaman, saling terintegrasi dan harga yang terjangkau,” ungkap Yudi. (Rio/R13/HR-Online)