Jumat, April 4, 2025
BerandaBerita TerbaruMasa Hidup Kunang-Kunang, Siklus, Morfologi, dan Fakta Uniknya

Masa Hidup Kunang-Kunang, Siklus, Morfologi, dan Fakta Uniknya

Masa hidup kunang-kunang relatif singkat. Masa hidup ini bisa kita ketahui dari kunang-kunang dewasa. Pembahasan seputar makhluk hidup ini sendiri termasuk dalam salah satu materi di ilmu biologi.

Baca Juga: Cara Bernapas Cacing, Mirip Hewan Amfibi

Memahami Masa Hidup Kunang-Kunang

Kunang-kunang merupakan hewan yang cantik karena menampakkan cahaya yang berkedip-kedip di tubuhnya. Mengenai masa hidup, kunang-kunang dewasa bisa bertahan hidup 2-3 minggu. Masa hidup ini untuk melakukan perkawinan.

Selain itu, masa tersebut kunang-kunang habiskan untuk melakukan aktivitas lainnya. Tak terkecuali pula dengan aktivitas makan.

Adapun untuk jenis makanan kunang kunang yaitu cairan tumbuhan. Meski begitu, ada sebagian kunang-kunang yang bertahan dengan memakan serangga berukuran lebih kecil.

Siklus Hidup Kunang-Kunang

Setelah mengetahui bagaimana masa hidup kunang-kunang, tentu juga menarik apabila memahami bagaimana siklus hidupnya. Pada dasarnya, kunang-kunang berawal dari fase telur.

Kemudian fase tersebut berlanjut ke larva dan menjadi pupa. Hingga pada akhirnya fase kunang-kunang menjadi imago atau kunang-kunang dewasa.

Terkait siklus hidupnya ini, kunang-kunang betina akan menempatkan telur sebanyak 100 butir atau lebih di dasar pohon maupun tanah. Telur sebanyak itu akan menetas sekitar 2-4 minggu. Saat telur menetas, maka akan menjadi larva.

Untuk mencapai satu siklus penuh, kunang-kunang membutuhkan waktu sekitar 3 bulan sampai dengan 1 tahun.

Adapun hal yang mempengaruhi siklus hidupnya meliputi kondisi lingkungan dan jenis kunang-kunangnya. Karena hal tersebut, siklus hidupnya bisa lebih pendek ataupun lama.

Baca Juga: Fakta Unik Katak Kayu, Bangkit dari Kematian Usai Membeku

Morfologi Kunang-Kunang

Selain masa hidup, kunang-kunang memiliki morfologi yang menarik untuk dibahas kali ini. Morfologi yang pertama seputar bentuknya.

Kunang-kunang memiliki tubuh berbentuk oval memanjang dan lunak yang berukuran 5 mm-25 mm. Kunang-kunang memiliki 2 antena di kepala depan dan 3 pasang kaki di thoraks.

Apabila kita cermati, kepalanya tampak lebih lebar dengan kondisi datar di sisi belakang dan melengkung di sisi depannya. Kemudian untuk cahaya, bisa kita temukan di segmen terakhir tubuhnya. Sedangkan untuk bobotnya sekitar 20 mg apabila mengukur kunang-kunang dewasa.

Karena kunang-kunang bisa terbang, sudah semestinya memiliki sepasang sayap. Namun tak banyak diketahui bahwa ternyata sayap yang dimiliki kunang-kunang transparan.

Selain itu, kunang-kunang juga memiliki sepasang penutup sayap dengan tekstur cukup keras.

Fakta Kunang-Kunang 

Kunang-kunang memiliki serangkaian fakta menarik di balik masa hidup yang singkat. Mau tahu apa saja fakta tersebut?

Fakta pertama ialah kunang-kunang bisa bertelur di tempat manapun tergantung dari spesiesnya. Sebagian besar kunang-kunang bertelur di tanah, namun ada juga kunang-kunang yang bertelur di air.

Menarik untuk diketahui pula bahwa kunang-kunang yang meletakkan telur di air nantinya bisa berkembang menjadi larva dengan sistem pernapasan menggunakan insang.

Akan tetapi, kunang-kunang tersebut tetap bisa berkembang menjadi kunang-kunang dewasa dan terbang seperti pada umumnya.

Fakta selanjutnya, kunang-kunang memanfaatkan cahaya yang ada di tubuhnya sebagai alat komunikasi.

Dengan adanya cahaya di tubuh kunang-kunang, maka bisa saling mengenali sesama. Cahaya ini juga digunakan kunang-kunang untuk menemukan lawan jenis.

Hal yang menarik dari cahaya kunang-kunang yaitu sifat dingin. Apabila melihatnya terbang, tampak jelas bahwa cahayanya terang seperti bohlam. Namun nyatanya cahaya yang dihasilkan kunang-kunang tidaklah panas, melainkan dingin.

Bukan tanpa alasan kenapa kunang-kunang bisa memiliki cahaya yang dingin. Apabila lampu mengeluarkan energi dan panas, berbeda dengan kunang-kunang.

Kunang-kunang sama sekali tidak mengeluarkan panas, sebab semua energinya digunakan untuk menghidupkan cahaya.

Dengan alasan tersebut, tak heran apabila cahaya kunang-kunang terasa dingin. Meski dingin, namun cahayanya mampu menerangi di sekitarnya.

Baca Juga: Fakta Menarik Tentang Kelinci, Punya Penglihatan Luar Biasa?

Selain sebagai alat komunikasi, cahaya yang kunang-kunang miliki juga mampu membuat penampilannya terlihat lebih menarik.

Kini Anda sudah tahu masa hidup kunang kunang dengan menyimak review di atas. Bahkan juga bisa memahami bagaimana siklus, morfologi, sampai dengan fakta menarik seputar kunang kunang. Dengan adanya pembahasan tersebut, harapannya Anda bisa lebih mudah mempelajari kajian ilmu biologi. (R10/HR-Online)

Naik Sepeda

Pemudik Asal Kuningan Pilih Naik Sepeda ke Bandung saat Arus Balik Lebaran

harapanrakyat.com,- Di tengah lonjakan kendaraan yang menghiasi arus mudik lebaran, Nurdin Yusuf (31), seorang pria asal Kuningan Jawa Barat, memilih jalur yang berbeda. Ia...
Aset Pemkab

Warga Bersihkan Aset Pemkab Ciamis yang Terlantar di Cipaku, Begini Respons BPKD

harapanrakyat.com,- Pemkab Ciamis melalui BPKD mengapresiasi inisiatif warga yang membersihkan aset pemerintah di Desa Bangbayang, Kecamatan Cipaku. Apalagi sebelumnya lokasi tersebut banyak rumput liarnya.  Kabid...
Kisah Polisi Jujur di Garut, Kembalikan Dompet Berisi Uang Rp 5 Juta Milik Pemudik

Kisah Polisi Jujur di Garut, Kembalikan Dompet Berisi Uang Rp 5 Juta Milik Pemudik

harapanrakyat.com,- Sikap jujur Ipda Hadiansyah, salah seorang perwira polisi dari Polres Garut, Jawa Barat, patut diapresiasi. Pasalnya, Hadiansyah mengembalikan uang pemudik yang hilang di...
Atap Ruang Kelas MI di Sukanagara Ciamis Ambruk Usai Hujan Deras

Atap Ruang Kelas MI di Sukanagara Ciamis Ambruk Usai Hujan Deras

harapanrakyat.com,- Atap ruang kelas Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Desa Sukanagara, Kecamatan Jatinagara, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, ambruk pada Kamis (3/4/2025) sekitar  pukul 17.45 WIB....
Banjir Lumpur Terjang Pemukiman Warga di Sumedang

Banjir Lumpur Terjang Pemukiman Warga di Sumedang, 22 Rumah Terdampak

harapanrakyat.com,- Hujan deras yang mengguyur wilayah Sumedang, Jawa Barat, pada Kamis (3/4/2025) petang kemarin, memicu terjadinya banjir lumpur. Bencana alam tersebut melanda pemukiman warga...
Tim SAR Temukan Wisatawan Asal Garut Terseret Arus di Pantai Pangandaran

Tim SAR Temukan Wisatawan Asal Garut Terseret Arus di Pantai Pangandaran, Ini Kondisinya

harapanrakyat.com,- Tim SAR akhirnya menemukan wisatawan asal Kabupaten Garut yang hilang terseret arus Pantai Pangandaran, Jawa Barat, Jumat (4/4/2025). Setelah dilakukan pencarian dalam kurun...