Ada beberapa mitos yang menyatakan larangan keluar pada waktu Maghrib, bahkan harus menutup pintu dan jendela rumah rapat-rapat. Namun faktanya ini bukan mitos atau cerita mistis belaka, ajaran Islam juga menganjurkan untuk tidak keluar pada waktu Maghrib.
Waktu Maghrib adalah perpindahan siang menjadi malam, terbenamnya matahari yang membuat langit berwarna merah dan menjadi gelap.
Asal Usul Larangan Keluar Waktu Maghrib
Setan adalah makhluk kegelapan yang diutus untuk mengganggu dan menggoda manusia. Pada waktu maghrib menjelang malam, emosi manusia berada pada titik rendah dan sugesti yang lemah.
Ketika alam menjadi gelap dan sugesti manusia yang lemah, maka energi setan akan sangat kuat. Oleh karena itu mereka keluar di waktu Maghrib.
Baca Juga: Bersekutu dengan Setan, dari Pesugihan hingga Sekte Sesat
Karena itu, seorang muslim wajib menjalankan ibadah sholat Maghrib, agar dapat memagari diri dari godaan dan gangguannya.
Gendonglah Bayi saat Maghrib
Jangan biarkan bayi dan anak-anak berada sendirian pada waktu Maghrib. Setan dan iblis sangat menyukai manusia dengan jiwa yang suci.
Tidak jarang adanya kejadian gangguan setan kepada bayi dan anak-anak. Di antaranya seperti bayi yang menangis terus menerus, anak-anak yang menjadi rewel dan gangguan lainnya. Apabila bayi menangis dengan terbelalak maka setan dan iblis sedang mengganggunya.
Tutup Pintu dan Jendela Rapat-Rapat saat Maghrib
Ketika masuk waktu maghrib, tutuplah pintu dan jendela rapat-rapat. Tidak lupa sertai dengan menyebut nama Allah SWT.
Pada waktu Maghrib setan dan iblis akan berusaha menyelinap masuk, untuk menggoda dan mengganggu manusia. Setan dan iblis memiliki misi untuk menebar kerugian pada manusia.
Berlandaskan sabda Rasulullah SAW, beliau menyerukan untuk mengunci pintu rumah, karena setan tidak akan bisa membuka pintu yang tertutup. Serta menutup tempat air dan tempat makanan disertai dengan menyebut nama Allah SWT.
Jangan Tidur saat Maghrib
Larangan tidur menjelang waktu Maghrib tidak hanya mengganggu kesehatan fisik dan tubuh. Pada saat maghrib ketika setan dan iblis bertebaran, hendaklah kita harus terjaga. Tidur pada saat maghrib akan mengakibatkan linglung dan kebingungan. Ada pula yang mengalami kondisi ketindihan.
Ketindihan adalah kondisi seseorang yang mengalami mimpi buruk, dan sulit untuk bangun atau tersadar. Islam mempercayai bahwa setiap mimpi buruk yang terjadi pada manusia, merupakan salah satu gangguan dari setan.
Wanita Hamil Hendaklah Terjaga saat Maghrib dan Petang
Wanita hamil harus menghindari tidur pada waktu Maghrib. Sebab ada tamu yang tidak diundang berusaha masuk kedalam rumah. Tamu yang tentunya membawa marabahaya bagi wanita hamil atau bayi yang usianya kurang dari 2 tahun.
Dalam Islam “tamu” ini bernama Ummu Sibyan. Iblis wanita yang berusaha untuk mencelakakan wanita hamil dan bayi. Perawakannya seperti cicak dan menempel pada dinding.
Ummu Sibyan bisa masuk ke dalam rahim perempuan, mengganggu janin dalam kandungan dan mengikat rahim agar tidak dapat hamil serta mengalami keguguran.
Oleh karena itu wanita hamil harus senantiasa terjaga pada saat Maghrib. Perbanyaklah berdoa dan ibadah, memohon perlindungan kepada Allah SWT agar terhindar dari kejahatan malam dan godaan iblis.
Baca Juga: Tanda Dicintai Jin, Nomor 8 Serem Banget!
Wanita Haid Jangan Keluyuran saat Maghrib
Wanita yang sedang haid, tentunya berada dalam kondisi tidak suci. Oleh karena itu, wanita haid tidak wajib melaksanakan ibadah. Kondisi pendarahan yang terus menerus keluar mengakibatkan terciumnya aroma darah.
Dunia medis menganjurkan untuk selalu menjaga kebersihan di area kemaluan dan mengganti pembalut secara berkala.
Alasan mengapa wanita haid dilarang keluyuran waktu Maghrib, karena makanan dari iblis dan golongan jin adalah darah, tulang dan kotoran.
Oleh karena itu, ketika wanita sedang haid, iblis dan jin akan senang berada di dekatnya. Inilah alasan mengapa wanita haid dilarang keluyuran pada waktu Maghrib.
Akan tetapi, jika kondisinya tidak mengungkinkan untuk berada di dalam rumah, maka hendaklah berdoa dan memohon perlindungan kepada Allah SWT. (Witri/R7/HR-Online/Editor-Ndu)