harapanrakyat.com,- Masyarakat Indonesia digemparkan dengan kasus bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Kota Bandung yang diduga dilakukan oleh teroris. Peristiwa tersebut menyebabkan seorang anggota Polisi meninggal dunia dan 9 lagi luka-luka.
Atas kejadian tersebut, Menteri Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam), Mahfud MD, minta setiap aparat kepolisian untuk meningkatkan kewaspadaan atas terjadinya kasus bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar.
“Saya berharap kita semuanya waspada. Mulai dari aparat, polisi, Densus, BNPT dan lain-lainnya. Tingkatkan kewaspadaan karena ternyata jaringan teroris masih ada,” ungkap Mahfud di RS Immanuel, Kota Bandung usai jenguk korban pada 7 Desember 2022 kemarin.
Baca Juga: Soal Terorisme, Kepala BNPT RI Sebut Ideologinya Bisa Menyasar Siapa Saja
Mahfud mengatakan, memang sejak tahun 2018 lalu, kejadian tersebut sudah jarang terjadi. Namun, sesekali masih saja bisa terjadi karena teroris masih ada.
“Memang jaringan terorisnya masih ada, karena terkadang ada yang nyinyir, kalau kita tangkap teroris dianggapnya sewenang-wenang tapi kalau tidak ditangkap dibilangnya bodoh atau lalai,” ujarnya.
Untuk meredam dan mengatasi hal tersebut, mantan Menteri Pertahanan ke-21 ini minta masyarakat untuk saling bekerja.
“Mari kerja sama saling pengertian jaga negara ini. Kita bekerja sama karena ini negara kita bersama. Dan ingat teroris itu merupakan musuh kemanusiaan, bukan pejuang agama apapun,” tutupnya. (Revi/R7/HR-Online/Editor-Ndu)