Jaringan tumbuhan dan fungsinya ada dalam materi ilmu biologi. Dalam tumbuhan memang ada beragam jaringan dan fungsinya penting diketahui. Untuk mengetahui bagaimana struktur tumbuhan di ilmu biologi ini, maka bisa cek pembahasan berikut.
Baca Juga: Fungsi Sel Kersik yang Ada di Batang Tumbuhan, Apa Itu?
Mengenal Jaringan Tumbuhan dan Fungsinya
Jaringan tumbuhan sangatlah beragam. Tiap jaringan yang dimiliki tumbuhan juga mempunyai ciri dan fungsi tersendiri. Mulai dari jaringan meristematik, penyokong, jaringan dasar, dan masih banyak lagi.
Jaringan Meristematik
Salah satu jaringan yang bisa Anda temukan pada tumbuhan yaitu meristematik. Jaringan ini terdiri dari sel meristem yang bertanggung jawab pada pertumbuhan. Agar bisa bertanggung jawab secara optimal, jaringan ini ada di berbagai bagian tumbuhan.
Sebut saja di titik tumbuh akar, ujung batang, di bawah kulit kayu, kambium pembuluh, kambium gabus, tepi ruas, hingga pangkal tangkai daun.
Oleh karena itu, apabila Anda melihat pertumbuhan tanaman yang lebih cepat, menandakan bahwa jaringan meristem bekerja dengan baik.
Baca Juga: Fungsi Floem pada Batang Tumbuhan Hidup, Sangat Beragam!
Jaringan Penyokong
Selain jaringan meristematik, juga ada jaringan penyokong di tumbuhan dan fungsinya penting. Sesuai dengan namanya, jaringan ini berperan penting sebagai penyokong atau penguat tumbuhan.
Agar mampu menjalankan fungsinya secara maksimal, jaringan penyokong memiliki dinding tebal.
Jaringan ini akan berhenti melakukan pembelahan saat tumbuhan sudah berusia dewasa. Berbicara mengenai jaringan penyokong, terdapat dua jenis jaringan yaitu kolenkim dan sklerenkim. Tiap jenis jaringan penyokong tersebut memiliki keistimewaan dan fungsi tersendiri.
Untuk jaringan kolenkim, berguna dalam menyokong organ tumbuhan yang aktif berkembang dan tumbuh.
Sementara untuk jaringan sklerenkim, menyokong dengan dinding sekunder yang tebal. Di dalam jaringan ini pun terdapat zat lignin.
Perbedaan jaringan ini juga bisa Anda ketahui dari letaknya. Untuk jaringan kolenkim sering ditemukan di tangkai daun.
Sedangkan untuk jaringan sklerenkim hanya ada di tumbuhan yang sudah tidak aktif lagi dalam berkembang maupun tumbuh.
Penting untuk Anda pahami pula bahwa jaringan kolenkim bersifat elastis dan mampu menyokong bentuk tumbuhan dengan fleksibilitas fungsinya. Anda bisa temukan jaringan ini di akar muda, batang muda, maupun daun muda.
Pada dasarnya, jaringan kolenkim memiliki ciri-ciri tersendiri yang tak bisa Anda temukan pada jaringan sklerenkim.
Adapun cirinya mulai dari berbentuk memanjang, sejajar dengan pusat organ tempatnya, mengandung selulosa, pektin, dan hemiselulosa.
Berbeda dengan jaringan sklerenkim, jaringan kolenkim ini tak memiliki lignin di bagian dinding selnya. Di beberapa sel kolenkim juga terdapat kloroplas untuk menunjang fotosintesis tumbuhan.
Jaringan Epidermis
Jaringan ini mampu berperan penting sebagai proteksi organ dalam tumbuhan yang tak bersinggungan dengan kondisi di luar organ. Terkait fungsi tersebut, biasanya sel epidermis bisa mengalami perubahan tergantung dari tumbuhannya.
Selain sebagai proteksi, jaringan tumbuhan ini juga bisa berganti fungsinya jadi sel penutup, menjaga stomata, sel tetangga, duri, rambut kelenjar, dan trikoma.
Sementara untuk bentuknya, jaringan epidermis biasanya tampak berupa segi empat apabila Anda melihatnya dari arah samping.
Jaringan Parenkim
Jaringan ini juga terkenal dengan sebutan jaringan dasar. Perihal fungsinya, jaringan parenkim berperan untuk mengisi ruang antar jaringan sehingga bisa Anda temukan di semua bagian tubuh tumbuhan. Baik itu akar, batang, maupun daun.
Apabila di daun, maka jaringan tersebut berupa mesofil yang terdiri dari palisade dan spons. Untuk jaringan yang satu ini mengandung banyak kloroplas sehingga fotosintesis tumbuhan bisa berjalan lebih lancar.
Baca Juga: Contoh Tumbuhan Invasif serta Karakteristiknya, Berbahaya?
Jaringan Pengangkut
Jaringan pada tumbuhan dan fungsinya yang juga menarik untuk Anda pahami ialah jaringan pengangkut. Di dalam jaringan ini terdapat pembuluh kayu (xilem) dan pembuluh tapis (floem). Tiap jaringan tersebut memiliki fungsi masing-masing.
Untuk jaringan xilem berfungsi dalam mengangkut air serta garam mineral. Lain halnya dengan jaringan floem yang berfungsi dalam mengangkut hasil fotosintesis.
Kombinasi fungsi kedua jaringan tersebut mampu mendukung distribusi nutrisi ke tumbuhan secara menyeluruh.
Setelah menyimak review di atas, tentu Anda sudah memahami apa saja jaringan tumbuhan dan fungsinya. Dengan mengetahuinya, harapannya Anda bisa lebih mudah dalam mempelajari salah satu materi di ilmu biologi ini. Untuk membuktikannya, Anda juga bisa melakukan penelitian pada tumbuhan. (R10/HR-Online)