Investasi Fintech Lending tampak masih akan tumbuh di tahun depan. Fintech Lending bisa dipilih sebagai investasi alternatif tahun 2023. Meski di tengah potensi pelemahan ekonomi global, investasi ini tetap akan tumbuh secara positif.
Investasi di startup masih cukup menarik meski ekonomi melambat secara global. Secara global dan domestik Fintech Lending masih bagus di tahun 2022.
Lantas bagaimana dengan prospek di tahun depan. Untuk bisa menganalisanya cari tahu apa itu Fintech Lending dalam dunia bisnis.
Baca Juga: Kewajiban Neto Investasi Internasional RI Menurun di Kuartal ke-3
Investasi Fintech Lending di Tahun 2023
Investasi fintech adalah sistem penanaman modal dengan memanfaatkan teknologi finansial khususnya yang berbasis digital. Apalagi untuk instrumen investasinya cukup banyak mulai dari reksadana, saham, emas, deposito, dan pendanaan di peer to peer lending via digital.
Di tahun depan meski perekonomian melambat, namun fintech lending masih akan tumbuh positif dengan nilainya di Indonesia meningkat 8,4% pada tahun 2022.
Namun untuk jumlah deals menurun menjadi 28%. Pelemahan ekonomi global dan inflasi mendorong investor untuk menjadi lebih selektif saat mereka mendanai startup. Fokus pada profitabilitas di bandung dengan pertumbuhan perusahaan.
Dalam kondisi ini menyebabkan startup sering melakukan efisiensi dan optimalisasi biaya dalam mempersiapkan cash flow untuk memperpanjang keberlanjutan bisnis.
Baca Juga: Pengertian Investasi Smelter, Tujuan hingga Alasan Memilihnya
Pengertian Investasi Fintech
Investasi fintech lending bisa investor lakukan dengan cukup bermodalkan internet saja. Dalam hal ini investasi dilakukan oleh pihak pengelola atau perantara yang hanya membuat platform digital.
Sehingga dijadikan tempat untuk pertemuan investor satu dengan lainnya. Keuntungan menggunakan investasi ini yaitu membantu pendanaan dapat return lebih tinggi dari dana yang dipinjamkan.
Keuntungan tersebut bagi pendana, berbeda dengan kreditur, syarat dan proses pinjamannya jauh lebih cepat dan mudah. Sehingga fintech lending untuk tahun 2023 perkiraannya bisa tumbuh mencapai 4,5-5%.
Investasi menjadi salah satu yang menyumbang terbesar Produk Domestik Bruto (PDB). Dapat kita simpulkan jika perbaikan perekonomian bangsa dapat bersumber dari investasi, meski yang pertama adalah konsumsi masyarakat.
Baca Juga: Investasi Low Risk High Return Aman dan Menguntungkan
Pengaruh dari Inflasi dan Pelemahan Ekonomi Global
Saat memilih untuk menjalankan investasi fintech lending tidak akan salah. Apalagi prospeknya bagus di 2022 dan akan terus menunjukkan kinerja positif tahun depan.
Meski demikian, banyak investor yang berpikir ulang untuk melakukan pendanaan startup dengan fokus profitabilitas daripada pertumbuhan perusahaan.
Kondisi inilah yang sering mengakibatkan startup fintech lending sering melakukan efisiensi dan optimasi biaya dalam mempersiapkan cash flow memperpanjang keberlanjutan usaha.
Sebenarnya kondisi ini tidak perlu dipandang negatif, mengingat siklusnya yang berdampak dalam siklus transformasi ekosistem startup di Indonesia. Sehingga mampu membuat pasangan persamaan menjadi lebih sehat dan inovatif.
Saat ini kegiatan investasi semakin banyak peminatnya. Namun perlu diingat jika investasi membutuhkan pendanaan cukup untuk bisa startup via digital. Apalagi mengingat investasi fintech lending masih cukup menjanjikan di tahun 2023 mendatang. (R10/HR-Online)