Nama besar Idrus sebagai MC (Master of Ceremony) kondang diskotik di Jakarta nampaknya berhasil menyihir pembaca majalah-majalah lawas. Mereka seolah terkesima dengan penampilan Idrus sebagaimana ditampilkan hasil wawancara wartawan Majalah Variasi, No. 300 tahun 1970.
Majalah Variasi (1970) menyebut Idrus merupakan satu-satunya nama Master of Ceremony, The Best di Jakarta sejak tahun 1970-an. Rupanya dunia hiburan seperti diskotik sudah digandrungi pria bertubuh kekar ini sejak usia remaja.
Hobi Idrus unik, sejak kecil dirinya sangat suka tampil di panggung. Entah itu berbuat apa, yang jelas teman-temannya mengenang Idrus paling suka berbicara kepada teman-temannya di atas panggung. Ya layaknya seorang MC acara lah, mengutip Majalah Variasi (1970).
Baca Juga: M Saleh Endy, Aktor Zaman Belanda dan Kisah Hidupnya yang Pilu
Namun karena pekerjaannya yang dianggap miring oleh masyarakat sekitar, Idrus kerap mengalami berbagai perlakuan yang kurang mengenakan. Seperti didiskriminasi oleh masyarakat dan terisolasi dari interaksi sosial dengan tetangga rumahnya.
Semua tidak ada yang ingin bergaul dengan Idrus. Tetangganya takut Idrus menularkan “virus kenakalan” terutama para tetangga dari kaum istri. Mereka takut Idris memberi pengaruh negatif untuk para suaminya.
Lantas bagaimana cara Idrus mengatasi hal seperti ini? Inilah sisi lain dari kehidupan MC The Best di diskotik Jakarta pada tahun 1970-an.
Idrus, MC Diskotik yang Ramah
Berbeda seperti tetangga dan orang-orang yang belum mengetahui Idrus lebih dalam, wartawan Variasi yang menulis hasil wawancara dengan MC kondang ini dengan judul ”Idrus: Yang Saya Kagumi Cuma Kris Biantoro & Olan Sitompul” (1970), menyebut Idrus merupakan sosok yang ramah.
Meskipun sering bergaul dengan orang-orang “mabuk” di diskotik, Idrus tetap punya tata krama dan sopan santun yang kuat.
Konon itu semua terjadi akibat Idrus terlatih oleh keluarganya sejak kecil sebagai anak yang ramah. Ayahnya biasa membiasakan Idrus bertegur sapa dengan siapapun yang baru dikenalnya.
Oleh sebab itu sejak kecil hingga tumbuh menjadi manusia dewasa, Idrus terkenal sebagai tokoh hiburan malam di Jakarta yang baik hati dan penuh dengan kegembiraan. Selalu tertawa meskipun sedang dalam keadaan sulit.
Pernah suatu ketika Idrus terkena musibah kecelakaan ringan, teman-temannya panik namun ia sama sekali tak menunjukkan wajah yang tegang.
Idrus justru menunjukkan senyum yang lebar sehingga membuat suasana penuh kecemasan itu menjadi cair kembali.
Karena keramahan dan karakter ringan tawanya itulah Idrus terkenal sebagai kawan yang baik. Banyak fans Idrus yang datang ke diskotik untuk merayakan hari ulang tahun sang maestro diskotik ini.
Kejutan memberi hadiah ulang tahun ini merupakan tanda ucapan selamat dan bersyukur teman-temannya karena mereka telah diberikan kawan yang se-asyik Idrus. Karena kejutan ini pula Idrus yang saat itu sedang mengisi acara tetiba terharu.
Baca Juga: Kisah Pelukis Affandi, Selamat dari Maut karena Daun Pisang
Menurut teman-teman yang pernah ikut menyaksikan acara ini, konon Idrus pernah mengatakan ia akan tetap bekerja sebagai MC di diskotik sampai usia tua.
Meskipun banyak orang yang menjauhi dirinya, namun karena pekerjaan inilah ia dan keluarganya bisa hidup. Oleh karena itu pekerjaan MC sama seperti pekerjaan yang mulia lainnya.
MC Diskotik yang Rajin Sembahyang
Selain terkenal sebagai sosok yang ramah, penuh senyum, dan rendah hati, Idrus juga merupakan Master of Ceremony diskotik Metropolitan yang rajin sembahyang.
Idrus mengaku meskipun berprofesi sebagai MC diskotik, sembahyang 5 waktu tak pernah terlupakan dalam dirinya.
Tak jarang Idrus juga mengajak anak-anaknya berjalan sholat Jumat bareng. Sebab ia percaya jika kepala keluarga yang jujur dan bertanggung jawab pada anak-anaknya itu adalah ayah yang senantiasa membimbing anak-anaknya ke jalan agama.
Idrus juga mengungkapkan pada pewawancara Majalah Variasi (1970), karena keteladanannya dalam beribadah itu membuat sikap MC religius ini tidak dipandang sebagai masyarakat yang congkak.
Hal ini ditandai dengan dirinya yang selalu rendah hati di depan setiap orang. Bahkan meskipun penghasilan MC populer pada zamannya ini mahal dan membuat kekayaan keluarga Idrus meningkat, kesombongan bukanlah hal menguntungkan.
Memperoleh Julukan The Best MC
Karena karakteristik baik dan pengaruh positif dalam pergaulan diskotik Idrus, banyak orang yang suka padanya memberikan Idrus julukan The Best MC.
Pemberian julukan ini membuat Idrus yakin dan percaya diri jika prestasinya sebagai MC begitu gemilang.
Baca Juga: Kisah Pramoedya dan Buya Hamka, Pernah Ribut karena Sastra
Selain karena Idrus terkenal sebagai sosok yang memiliki pergaulan baik di diskotik, pemberian gelar The Best MC dari fansnya ini juga karena ia terkenang sebagai sosok yang cerdas.
Sebab prestasi Idrus dalam dunia kebahasaan dunia tak perlu diragukan lagi. Idrus bisa bahasa Spanyol, Inggris, Prancis, Mandarin, Jepang, Tagalog dan Korean.
Oleh karena itulah julukan The Best MC jadi istilah penting untuk Idrus dalam mendapatkan pengakuan panggung. Mereka pun merayakan julukan tersebut di diskotik.
Selain menanggap Idrus menjadi MC, para peserta yang hadir di hari perayaan ini memaksa Idrus supaya melatih para penontonnya menjadi MC. (Erik/R7/HR-Online/Editor-Ndu)