Harapanrakyat.com,- Menjelang Natal dan tahun baru petugas gabungan dari Satpol PP, Polisi, TNI berkolaborasi dengan ormas islam menggelar razia kos – kosan dan Hotel di wilayah Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (22/12/2022) malam.
Dalam razia tersebut, petugas berhasil menjaring puluhan pasangan bukan muhrim dari beberapa titik kos-kosan.
Salah satunya di kosan wilayah Cikalang, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, petugas mendapati beberapa orang pasangan muda-mudi sedang asik pesta miras di dalam kamar kos.
Sedangkan, di kos-kosan wilayah Rancabango terdapat satu wanita masih di bawah umur terciduk ngamar bersama 3 pria sambil pesta miras.
Selain itu, diduga mereka sedang asik pesta hubungan badan, lantaran terdapat alat kontrasepsi yang masih basah di tong sampah.
Baca Juga : Ribuan Botol Miras Hasil Razia di Kota Tasikmalaya Dimusnahkan
Petugas langsung menggiring mereka yang terjaring razia kosan dan hotel ke kantor satpol PP Kota Tasikmalaya untuk pendataan.
Selain itu, sebelum bisa pulang ke orang tuanya masing – masing, mereka mendapatkan tausiyah siraman rohani dari para kyai.
Razia Hotel dan Kosan dalam Rangka Cipta Kondisi Jelang Nataru
Budi Hermawan, Kabid Trantibum Tranmas Satpol PP Kota Tasikmalaya mengatakan, razia tersebut merupakan malam cipta kondisi menjelang Nataru.
Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui Satpol PP bersama Dinas Pariwisata, Kesbangpol, Polres Tasikmalaya Kota dan TNI melakukan penyisiran.
Tempat yang terindikasikan dapat terjadi penyimpangan, seperti kos – kosan, hotel dan tempat – tempat karaoke menjadi target lokasi penyisiran.
“Jadi intinya, melalui ini kami memberikan edukasi dan himbauan dalam rangka Natal dan tahun baru,” kata Budi.
“Dengan razia ini supaya tidak ada penyalahgunaan ruang, seperti kosan dan hotel yang disalahgunakan jadi tempat melakukan penyimpangan,” lanjutnya.
Kemudian, Budi mengatakan, Satpol PP bersama Kepolisian terus melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap masyarakat.
Harapannya, melalui kegiatan-kegiatan tersebut dapat tercipta kondusifitas dan meminimalisir adanya penyimpangan di Kota Tasikmalaya.
“Kita jangan lengah, apalagi menghadapi dua momentum yaitu Natal dan tahun baru ini, harus terus melakukan giat untuk mewujudkan kota yang tertib,” ujarnya.
Budi melanjutkan, semua pihak harus saling mengingatkan dan terus membangun mental supaya terbentuk karakter yang bagus.
Dengan demikian, penyalahgunaan tempat seperti kos-kosan yang menjadi tempat pesta miras dan prostitusi bisa berkurang dan kembali sesuai fungsi sebenarnya, yakni tempat istirahat.
“Makannya yang terjaring razia kosan dan hotel ini, kita mengedepankan sanksi reparatoir, di mana sanksi ini adalah untuk mengembalikan kepada pungsi semula.” Pungkasnya. (Apip/R12/HR-Online/Editor-Rizki)