harapanrakyat.com,- Camat Kalipucang, Kabupaten Pangandaran menyayangkan pembagian bansos serentak kepada masyarakat. Pasalnya, selain menimbulkan kerumunan, juga membuat warga meninggalkan pekerjaan mereka.
Camat Kalipucang Bangi mengatakan, pembagian bansos tersebut meliputi BLT BBM, BPNT dan PKH yang mana pembagiannya serentak di tiap kecamatan, seperti di Kecamatan Kalipucang pada Rabu (7/12/22) kemarin.
“Ya kami sangat menyayangkan karena menimbulkan kerumunan serta keramaian. Selain itu, kasihan juga mereka yang memiliki aktivitas pekerjaan rutin,” ujarnya, Kamis (8/12/22).
Baca juga: Jembatan Penghubung Antar Kecamatan di Pangandaran Ambruk, Akses Warga Terputus
Bangi menilai, pembagian itu seharusnya dengan cara yang elegan, seperti melalui rekening yang mana tidak membuat warga harus mengantri dan bisa mengambil kapan saja.
“Saya merasa miris dan prihatin kemiskinan ditontonkan seperti itu. Sebagai pejabat, saya kurang setuju dan tidak bangga melihat masyarakat berdesakan dan antri menerima bantuan dari pemerintah seperti itu,” ungkapnya.
Ia mengungkapkan, para penerima mendapatkan bantuan itu cukup bervariatif, mulai dari Rp 525 ribu, Rp 900 ribu, Rp 1.250.000, Rp 1.850.000, Rp 1.400.000, Rp 2.100.000 dan bahkan di atas Rp 3 juta per orang.
Tak hanya itu, pihaknya juga mempersoalkan penerima bansos yang kurang tepat. Sehingga kondisi itu menimbulkan kecemburuan sosial.
Bahkan, kata Bangi, di wilayahnya sempat terjadi pemukulan meski akhirnya islah.
“Saya minta tolong hargai mereka,” tegasnya. (Mad/R6/HR-Online)