harapanrakyat.com,- Pemerintah tetap memproyeksikan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati Kabupaten Majalengka, menjadi hub internasional.
Hal itu menyusul arahan Presiden RI, Joko Widodo yang menegaskan agar salah satu bandara kebanggaan Jawa Barat ini, mampu meningkatkan roda perekonomian, khususnya di Jawa Barat.
“Sesuai arahan Pak Presiden (Jokowi), BIJB ini harus jadi hub internasional,” ungkap Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (29/12/2022).
Baca Juga : TKI Asal Sumedang Jawa Barat Disekap Majikan di Arab Saudi, Ridwan Kamil Angkat Bicara
Dengan demikian, lanjut Ridwan Kamil, BIJB akan membuka diri bagi investor di bidang penerbangan yang sifatnya global.
Gubernur menambahkan, beberapa alasan BIJB tetap menjadi hub internasional yaitu salah satunya jumlah penduduk Jawa Barat. Sebab, jumlah penduduk Jawa Barat saat ini menduduki peringkat terbesar di Indonesia yang akan menjadi pasar potensial.
Selain itu, lanjut Ridwan Kamil, potensi lainnya karena bandara ini masuk ke dalam kawasan Metropolitan Rebana.
Kawasan Metropolitan Rebana ini digadang-gadang nantinya akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat.
“Kapasitas bandara yang berlokasi di Kecamatan Kertajati Majalengka ini merupakan terbesar kedua setelah Bandara Soekarno Hatta,” tutur Ridwan Kamil.
Dalam mematangkan rencana BIJB ini menjadi hub internasional, Ridwan Kamil mengaku, Pemerintah Provinsi Jawa Barat kerap menggelar rapat bersama Kementerian Perhubungan RI. Hal tersebut untuk mengatur kriteria mana saja yang layak menjadi pemilik saham dari BIJB agar go global.
Baca Juga : Ridwan Kamil: Perusahaan di Jabar Wajib Terima Pegawai Penyandang Disabilitas
Meski demikian, Ridwan Kamil belum mengumumkan calon investor BIJB ini. Nantinya, calon investor tersebut yang akan menjadi mitra global BIJB.
Tol Cisumdawu Jadi Akses Penting Menuju BIJB
Sementara itu, anggota DPRD Jawa Barat Daddy Rohanady menilai, dalam meningkatkan fungsi BIJB ini, maka perlu adanya faktor penunjang, yaitu dengan akses yang memadai. Salah satunya operasionalisasi Tol Cisumdawu.
“Bandara ini mampu berfungsi secara lebih maksimal jika Tol Cisumdawu dioperasionalkan secara penuh,” ungkap Daddy.
Berdasarkan data, ruas Tol Cisumdawu yang memiliki panjang 61,72 kilometer itu, terbagi menjadi dua tahap. Sedangka masing-masing tahap ini, terdiri dari tiga seksi.
Untuk tahap I Cileunyi-Pamulihan-Sumedang-Cimalaka (Seksi 1-3) sepanjang 32,5 kilometer. Sedangkan tahap II (seksi 4-6) Cimalaka-Legok-Ujungjaya-Dawuan sepanjang 29,2 kilometer.
Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan akan memangkas waktu dan jarak tempuh Bandung ke BIJB Kertajati.
“Dengan demikian, biaya perjalanan pun akan terpangkas pula. Jika itu terjadi, BIJB Kertajati yang diproyeksikan mejadi hub internasional ini, tidak akan lagi menggeliat tetapi akan langsung melesat,” ucap Daddy. (Ecep/R13/HR-Online)