Azab kaum Tsamud tentunya menarik untuk kita simak bersama. Kaum Tsamud memang mendapatkan azab yang sangat pedih dan menyakitkan. Azab tersebut pun mereka peroleh karena perbuatan dan juga kesombongan mereka sendiri.
Kaum Tsamud sendiri merupakan peradaban masyarakat Arabia Kuno, menurut catatan sejarah. Perkiraannya mereka berasal dari Arab Selatan yang berpindah ke utara tepatnya di Gunung Athlab, Madain Shaleh.
Nama kaum ini yaitu Tsamud berasal dari leluhur mereka yang merupakan cicit dari Sam, putra Nabi Nuh.
Baca Juga: Kisah Jibril Membelah Dada Rasulullah Saat Umur 4 Tahun
Azab Kaum Tsamud dan Kisah Nabi Sholeh
Secara silsilah kaum ini bernama Tsamud bin Abir bin Iram bin Sam bin Nuh. Menurut waktunya, kaum ini mulai berkuasa setelah hancurnya kaum Ad.
Mayoritas warga kaum Tsamud memiliki banyak keahlian seperti bercocok tanam, ternak, dan arsitektur.
Karena keahlian tersebutlah mereka menjadi sombong dan selalu merendahkan kaum yang lainnya. Kehidupan kaum Tsamud penuh dengan kemaksiatan, bahkan binasanya kaum sebelumnya tidak menjadi peringatan bagi mereka.
Mereka hidup dengan menghamburkan harta, berbuat kejahatan, meminum arak, hingga berzina.
Bahkan kaum ini tidak menyembah Allah SWT secara turun menurun. Karena inilah Allah kemudian mengutus Nabi Sholeh untuk mengajak kaum Tsamud pada jalan kebenaran. Nabi Sholeh sendiri juga merupakan nabi yang berasal dari golongan mereka.
Baca Juga: Thalhah bin Ubaidillah Setia kepada Nabi SAW dan Agama Islam
Kaum Tsamud Tidak Mau Beriman
Azab kaum Tsamud bermula ketika mereka tidak mau beriman dan menentang ajaran Nabi Sholeh.
Hanya sekelompok kecil dari kaum Tsamud yang telah menerima ajaran dari Nabi Sholeh. Sedangkan orang-orang kaya dan berkedudukan tinggi tetap saja bersikeras untuk menolak.
Mereka berdalih bahwa kepercayaan yang mereka anut merupakan warisan dari para pendahulunya. Karena itu pun mereka justru merasa ragu dengan kenabian dari Nabi Sholeh.
Dengan adanya penolakan ini lantas tidak membuat Nabi Sholeh lekas menyerah dengan keadaan.
Nabi Sholeh pun memohon pada Allah untuk memberinya mukjizat agar kaum Tsamud percaya padanya.
Kemudian Allah pun memerintahkan Nabi Sholeh untuk memukulkan tangannya ke atas batu di depannya. Nabi Sholeh pun melakukannya dan muncullah seekor unta betina yang gemuk dari Allah.
Kaum Tsamud yang melihat peristiwa tersebut pun langsung merasa terperanjat. Sebagian dari mereka kemudian mulai mengakui dan mempercayai kenabian Nabi Sholeh.
Namun kebanyakan dari mereka juga merasa bahwa hal tersebut merupakan sihir untuk mengelabui mereka.
Peringatan Datangnya Azab
Kisah azab kaum Tsamud pun berlanjut saat Nabi Sholeh berpesan pada kaumnya untuk tidak mengganggu unta tersebut.
Nabi pun membolehkan kaumnya mengambil susu dari unta tersebut. Namun keberadaan sang unta membuat khawatir kaum Tsamud yang menentang ajaran Nabi Sholeh.
Mereka pun membuat rencana yang jahat yaitu untuk membunuh unta betina tersebut. Kemudian dua pemuda bernama Mushadda bin Muharrij dan Gudar bin Salif membunuh unta betina tersebut.
Saat unta akan minum, mereka memanah betis sang unta kemudian menikam perutnya dengan pedang.
Mengetahui bahwa unta betina telah meninggal karena kaum Tsamud, Nabi Sholeh pun bersedih. Nabi mengatakan bahwa akan datang azab bagi kaum Tsamud yang tidak mau kembali ke jalan yang benar.
Sebelum turunnya azab, Nabi Sholeh dan para pengikutnya pergi meninggalkan daerah tersebut.
Baca Juga: Kisah Nabi Luth dan Kaum Sodom yang Menyimpang dari Ajaran Islam
Turunnya Azab
Kemudian tanda-tanda turunnya azab kaum Tsamud pun mulai bermunculan. Pada hari pertama mereka bangun dengan wajah yang berwarna kuning. Kemudian pada hari kedua wajah mereka berubah menjadi warna merah.
Setelah itu, pada hari ketiga wajah mereka berubah menjadi menghitam. Lalu pada hari terakhir yaitu hari keempat, Allah menurunkan azab yang luar biasa. Allah menurunkan petir yang menggelegar hingga semua bangunan porak-poranda.
Kemudian muncullah angin puting beliung dan juga gempa bumi yang menghancurkan rumah-rumah mereka.
Bencana luar biasa ini pun berhasil merenggut nyawa kaum Tsamud tanpa tersisa satu orang pun. Mereka semua meninggal mengenaskan meskipun sudah berlindung di dalam rumah.
Setelah kejadian ini, Allah pun memutuskan untuk mempertahankan bangunan megah yang mereka ciptakan.
Bangunan yang tersisa tersebut agar menjadi bukti dan pelajaran bagi generasi selanjutnya. Pelajaran tersebut yaitu agar mereka tidak menyia-nyiakan nikmat yang Allah berikan.
Kisah azab kaum Tsamud ini pun menjadi pelajaran berharga untuk manusia. Kita tidak boleh berlaku sombong dan melupakan apa yang Allah berikan pada kita. (R10/HR-Online)