Wadi Al Asilah di Makkah memiliki sekitar 60 prasasti Islam awal yang merupakan bahan penting dalam studi kaligrafi Arab. Lembah Al Asilah merupakan salah satu lembah yang posisinya berada di timur laut Makkah. Lembah tersebut berbatasan dengan Masjidil Haram dari sisi Al-Ju’ranah dan terletak di antara El-Baroud dan Al-Abtah.
Baca Juga: Rumah Tempat Nabi Muhammad Dilahirkan, Dekat Ka’bah?
Wadi Al Asilah di Makkah, Banyak Prasasti di Dalamnya
Wadi Al Asilah memiliki banyak prasasti Islam awal, terutama di pegunungan Al-Wajrah dan di atas baru Al-Qimmah. Pegunungan tersebut memiliki 3 puncak, yaitu Al-Wajrah Al-Kabir, Al-Wajrah Al-Saghir, dan Gunung Abu Sirrah.
Seperti yang telah tersebutkan sebelumnya, jumlah total prasasti yang terdapat dalam lembah ini yaitu sekitar 60 prasasti.
Prasasti tersebut misalnya yaitu satu atas nama Safiyyah bin Shiba binti Utsman dan satu lagi Mohammed bin Abdul Rahman bin Hashim dari abad pertama.
Lingkungan lembah ini sangat diminati selama berabad-abad oleh para khalifah, sultan muslim, dan juga penguasa Makkah. Mereka pun juga sangat antusias dalam menyediakan air minum bagi para peziarah yang datang.
Direktur Pusat Sejarah Makkah yaitu Fawaz Al-Dahas, mengatakan bahwa wilayah di Al Asilah ini dikenal sebagai lingkungan keturunan dari Abdullah bin Khalid bin Usayd. Ia yang memerintah di Makkah pada saat masa kekhalifahan dari Utsman bin Affan.
Wadi Al Asilah di Makkah tentunya sangat menarik dengan banyaknya prasasti yang ada di dalamnya.
Masjid Al Ghamama
Al Ghamama terletak sekitar 500 meter barat daya Masjid Nabawi dan merupakan salah satu tempat yang menonjol di Madinah. Masjid ini dikenal sebagai tempat terakhir kalinya Nabi Muhammad menjalankan sholat Idul Fitri.
Bangunan masjid telah beberapa kali mengalami perbaikan dan pemugaran sejak pertama kali pembangunannya antara tahun 86 H dan 93 H.
Sultan Hassan bin Muhammad bin Qalawun Al-Salihi juga telah memperbarui dan memugarnya sebelum tahun 761 H. Kemudian pada masa pemerintahan Sultan Inal pada tahun 861 H, masjid ini pun juga mengalami pembaharuan.
Pada masa Raja Salman, Masjid Al Ghamama juga telah mendapat renovasi yang menunjukkan minat dan kepeduliannya pada gaya arsitektur masjid.
Bagian luar masjid tertutupi dengan batu basal hitam yang memberikan penampilan masjid yang sangat indah.
Sementara itu bagian kubah dan juga dinding interiornya berwarna putih yang semakin menambah nilai estetikanya. Selain Wadi Al Asilah di Makkah, Masjid ini tentu juga menarik untuk Anda kunjungi.
Baca Juga: Bagian dalam Kabah yang Masih Menjadi Misteri, Ternyata Ini Isinya
Masjid Al Qiblatain
Masjid Al Qiblatin menjadi saksi ketika Nabi Muhammad mendapat perintah untuk mengubah arah sholat dari Masjid Al Aqsa ke’bah. Pembangunan masjid ini bermula dua tahun setelah Nabi Muhammad tiba di Madinah yang terkenal dengan sejarah Islamnya yang kaya.
Awalnya sebagai pembuatan bangunan masjid ini terbuat dari batu bata lumpur, pelepah, dan juga batang kurma.
Masjid ini juga telah mendapat renovasi dan perluasan beberapa kali selama berabad-abad. Perluasan pertamanya sendiri terjadi pada era Khalifah Omar bin Abdulaziz pada tahun 706. Selama hampir 800 tahun, ukuran masjid ini pun juga tidak mengalami perubahan atau tidak mendapat perluasan.
Kemudian Shaheen Al Jamali juga merenovasi masjid ini pada tahun 1488. Pada awal tahun 1930-an, Raja Abdulaziz memerintahkan untuk melakukan renovasi lebih lanjut.
Renovasi tersebut meliputi pembangunan menara, perluasan masjid menjadi 425 meter persegi dan pembuatan dinding sekelilingnya. Masjid ini tentu harus dikunjungi selain mengunjungi Wadi Al Asilah di Makkah.
Baca Juga: Sejarah Pembangunan Kabah yang Mengalami Banyak Renovasi
Masjid Sayed Al Shuhada
Sayed Al Shuhaa merupakan masjid penting dalam sejarah Islam, sebab menjadi saksi sejarah pertempuran Ubud pada tahun ketiga Hijriah.
Letaknya bersebelahan dengan pemakaman 70 syuhada sahabat Nabi Muhammad, sekitar 3 km dari alun-alun utama Masjid Nabawi. Masjid ini menghadap Gunung Rumat yaitu sebuah bukit kecil yang berada di barat Gunung Uhud.
Pembangunan Masjid Sayed Al Shuhada selesai pada April 2017 dengan menampilkan gaya arsitektur yang unik dan indah. Masjid ini memiliki luas area sekitar 54.000 meter persegi dan mampu menampung hingga 15.000 jamaah. Di sekitar bangunannya pun juga tersedia layanan serta fasilitas pendukung untuk pengunjung yang datang.
Wadi Al Asilah di Makkah, Masjid Al Ghamama, Masjid Al Qiblatain, dan juga Masjid Sayed Al Shuhada tentu menjadi tempat yang wajib kita kunjungi. (R10/HR-Online)