Sejarah stadion Gelora Bung Karno menarik untuk diulas. Sebab lapangan olahraga yang bisa menampung 100.000 jiwa ini pernah menjadi lokasi Hari Ulang Tahun PKI ke-25 pada tahun 1965.
Sebelum PKI merayakan Hari Ulang Tahun-nya di sini, stadion Gelora Bung Karno yang kini disingkat menjadi GBK pada awalnya merupakan mega proyek yang dijadikan Sukarno untuk unjuk ketangguhan negara yang baru lahir.
PKI menggunakan Stadion Gelora Bung Karno sebagai tempat untuk memperkenalkan partainya agar lebih luas dan besar lagi. Usaha ini berhasil, PKI mampu membuat ”Merah” Jakarta.
Baca Juga: Sejarah Gedung Bappenas, Tempat Mengadili Gembong PKI
Ibu Kota Jakarta mendadak akrab dengan PKI. Semua atribut partai proletariat ini tersebar di mana-mana. Menurut berbagai kesaksian, banyaknya masyarakat Jakarta yang saat itu merayakan HUT PKI di GBK tidak lain akibat hadirnya Bung Karno.
Presiden nomor satu di Republik Indonesia ini sangat diidolakan oleh rakyatnya. Oleh sebab itu ketika Bung Karno hadir dan memberikan sambutan pidato dalam acara HUT- 25 PKI, seluruh rakyat bersorak sorai gembira.
Sejarah Gelora Bung Karno, Stadion Megah yang Merah
Stadion Gelora Bung Karno pernah menjadi merah tatkala PKI mengadakan perayaan Hari Ulang Tahun ke-25 di tempat tersebut.
Sarana olahraga yang serbaguna ini dibangun pada tanggal 8 Februari 1960. Salah satu tujuan pembangunan stadion Gelora Bung Karno tidak lain sebagai unjuk ketangguhan negara yang baru lahir pada dunia.
Bung Karno merencanakan pembangunan ini selesai tepat pada saat menyambut peserta Asian Games IV pada tahun 1962.
Ketika menghadiri HUT PKI di stadion GBK, Presiden Sukarno berseragam gagah dan memberikan pidato selamat untuk PKI yang berapi-api. Seluruh rakyat bergembira dan menyambutnya sebagai sebuah peristiwa yang langka.
Baca Juga: Profil Sudisman, Petinggi PKI Satu-satunya yang Diadili Mahmilub
Sebelum acara dimulai, masyarakat Jakarta sudah tahu jika pada tanggal 23 Mei 1965 Stadion Gelora Bung Karno yang megah akan mendadak “merah”.
Apalagi ketika para kader PKI saat itu mulai memajang gambar poster yang besar tokoh-tokoh komunis dunia. Tak kalah penting di sini potret Presiden Sukarno pun bersanding bersama dengan tokoh-tokoh komunis tersebut.
Presiden Sukarno memang dikenal sebagai pemimpin Republik Indonesia yang pernah dekat dengan PKI. Partai kiri ini bahkan pernah dielu-elukan sebagai organisasi politik yang menjadi prioritas dalam model birokrasinya: Nasakom (Nasionalis, Agama, dan Komunis).
Karena Sukarno hadir dan tampil di panggung perayaan HUT PKI ke-25 bersama D.N. Aidit, Jakarta memerah.
Stadion Gelora Bung Karno dipenuhi oleh atribut PKI, nuansa politik semakin terlihat mencekam sebagai pertanda ideologi kiri disambut baik di bumi ibu pertiwi.
Konstruksi Modern Gedung Olahraga Pertama di Indonesia
Sejarah stadion Gelora Bung Karno selain pernah menjadi tempat perayaan HUT PKI ke 25, ternyata stadion ini merupakan sarana olahraga pertama di Indonesia yang berdiri sesuai dengan konstruksi pembangunan modern.
Menurut M. F. Siregar dalam buku ”Matahari Olahraga Indonesia” (2008), konstruksi pembangunan modern stadion Gelora Bung Karno terlihat pada bentuk gedung yang melingkar seperti bentuk cincin.
Konstruksi pembangunan modern ini berdiri sesuai dengan fungsi dan manfaat yang serba guna. Antara lain bertujuan agar penonton yang menyaksikan pertunjukan di stadion tersebut terlindungi dari terik matahari dan hujan.
Selain berguna untuk menolong para penonton dari panasnya terik matahari dan hujan, bentuk melingkar stadion Gelora Bung Karno bertujuan untuk memberikan kesan yang megah sebagai sarana olahraga milik Indonesia berkelas dunia.
Baca Juga: Sejarah PKI Bela Kulit Hitam hingga Demo Kedubes AS di Jakarta
Berdasarkan pengamatan para ahli arsitektur pembangunan gedung olahraga dunia, konstruksi modern pembangunan stadion di Indonesia dimulai dari Gelora Bung Karno.
Sebelumnya gedung-gedung olahraga di Indonesia tidak melingkar seperti cincin. Melainkan berbentuk persegi empat dengan tambahan tribun sederhana yang berjejer memuncak.
Menampung Lebih dari 100.000 Jiwa
Pembangunan stadion Gelora Bung Karno yang megah ini sengaja bisa menampung lebih dari seratus ribu jiwa. Hal ini karena keinginan Presiden Sukarno yang suka disambut megah oleh ribuan rakyatnya.
Selain akan berguna menampung sebanyak-banyaknya tetamu negara, Sukarno juga berambisi untuk mempertontonkan stadion Gelora Bung Karno pada dunia.
Sukarno ingin Indonesia terlihat sebagai negara yang ramah dalam Pesta Olahraga Asia tahun 1962.
Namun pada hakikatnya Presiden Sukarno sangat menginginkan buah karya pembangunan pada masa kepemimpinannya bisa dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia.
Dengan kata lain, stadion megah yang berkapasitas mampu menampung 100.000 jiwa ini dipersembahkan untuk rakyat Indonesia. Terutama generasi penerus bangsa yang bahkan saat ini masih bisa menikmati stadion Gelora Bung Karno. (Erik/R7/HR-Online/Editor-Ndu)