Sejarah rumah menteri agama pertama di Kotagede, Yogyakarta menarik untuk diulas. Sebab konstruksi arsitektur kuno rumah gaya Jawa ini menyimpan sejarah hidup seorang menteri penting pada awal kemerdekaan bernama Moh. Rasjidi.
Selain menjadi rumah peninggalan menteri agama pertama RI, rumah Moh. Rasjidi saat ini kerap dijadikan sebagai lokasi uji nyali.
Banyak youtuber dan selebgram yang mengisi konten media mereka dengan tema-tema horror kerap mendatangi rumah Moh. Rasjidi yang terletak di Jalan Mondorakan, Gg. Soka, Kotagede, D.I. Yogyakarta.
Hal ini mengundang penasaran banyak orang. Mereka berusaha ingin mencari rumah tersebut dan berdatangan ke rumah Moh. Rasjidi secara beramai-ramai. Lantas apakah betul rumah Moh. Rasjidi ini banyak kisah horornya?
Baca Juga: Sejarah Taman Mini Indonesia Indah, Mega Proyek Tien Soeharto
Berikut ini sejarah pembangunan, sekaligus profil hidup Moh. Rasjidi dari kecil hingga dewasa di rumah tersebut.
Menteri Agama Pertama RI dan Rumah yang Kini Dianggap Horor
Endang Basri Ananda dalam buku”70 Tahun Prof. Dr. H. M. Rasjidi”, (1985) menyebut mantan menteri agama pertama RI ini lahir di Kotagede, Yogyakarta pada tanggal 20 Mei 1915.
Mendiang Moh. Rasjidi lahir di rumah yang saat ini kerap menjadi lokasi uji nyali. Rumah tersebut merupakan bangunan bersejarah bagi keluarga Moh. Rasjidi.
Sebab untuk membangun rumah ini, ayahnya yang bernama Atmosudigdo perlu bekerja keras sebagai pegawai perusahaan Bati, Berlian, dan Kain Kambrik di perusahaan milik Pakde (Kakak Atmosudigdo) dari pagi hingga petang.
Saat pembangunan rumah ini, Moh. Rasjidi yang kala itu berasal dari keluarga ”Abangan” juga mempercayai banyak perintilan yang khusus dibuat demi mematuhi adat dan tradisi ajaran Kejawen.
Barangkali hal inilah yang membuat rumah Moh. Rasjidi terasa mistik hingga saat ini. Pernyataan ini sebagaimana mengutip pendapat M. Syamsudin dalam bukunya berjudul ”Prof. Dr. H. M. Rasjidi Perjuangan dan Pemikirannya”, (2004).
Rumah Mohammad Rasjidi yang Menyesuaikan Ajaran Kejawen
Rumah yang mistik milik Moh. Rasjidi terkenal sebagai bangunan yang sesuai dengan tata, adat, dan tradisi pembangunan rumah menurut ajaran Kejawen.
Pembangunan rumah yang disesuaikan dengan ajaran Kejawen dipercaya bisa membuatnya awet, tahan lama, dan ketika berada di sekitarnya terasa sejuk.
Pembuktian tersebut tampaknya nyata, sebab rumah yang sudah berusia ratusan tahun ini masih kokoh berdiri hingga saat ini. Tak sedikit pun ada bangunan dari bagian rumah ini yang rusak, kotor, apalagi roboh.
Baca Juga: Sejarah Stadion Gelora Bung Karno, Pernah Jadi Lokasi HUT PKI
Lalu apa saja yang disarankan oleh ajaran Kejawen sehingga rumah Moh. Rasjidi ini awet, dan tetap kokoh hingga saat ini.
Ternyata ajaran ini terletak pada bentuk atap rumah yang sengaja berbentuk Joglo. Bentuk ini sengaja dibuat seperti tajuk piramida, yang mana mengerucut pada bagian atas, sementara bagian dasar datar melantai.
Selain membentuk bagian atap dengan pola Joglo, ajaran Kejawen yang saat itu didalami oleh ayah Moh. Rasjidi juga menyarankan agar rumah mereka kelak dibangun dengan jumlah dua kamar menghadap ke timur, dan barat, serta diberikan ruang tamu yang luas.
Barangkali pemberian ruang tamu yang luas menyimbolkan banyak orang yang berkunjung maka semakin betah penghuni rumah. Artinya kepercayaan Kejawen menyarankan supaya orang Jawa jangan sampai memutus tali silaturahmi.
Baca Juga: Sejarah Gedung Bappenas, Tempat Mengadili Gembong PKI
Selain letak pembangunan kamar, dan ruang tamu yang ditentukan ajaran Kejawen, rumah yang kokoh dan “panjang umur” menurut kepercayaan tersebut harus dilengkapi dengan bangunan sepasang pendopo kecil di bagian timur, dan barat halaman.
Rumah Kuno Moh. Rasjidi, Kerap Jadi Tempat Uji Nyali
Menurut berbagai kesaksian masyarakat di sekitar rumah ini, banyak mengeluhkan soal seringnya bangunan hunian mantan Menteri Agama Pertama RI jadi tempat uji nyali.
Sebab semenjak Moh. Rasjidi meninggal dunia 30 Januari 2001 rumah ini kosong tak berpenghuni. Sudah hampir dua puluh dua tahun rumah tersebut tanpa aktivitas manusia, akibatnya lusuh dan tidak terurus.
Ahli waris keluarga Moh. Rasjidi hanya mengecek dan membersihkan rumah ini secara tidak rutin. Maka dari itu kesan lusuh dan tak terurus ini membuat aura buruk yang menempel pada rumah megah tersebut.
Kesan seram yang ada dalam rumah ini juga muncul ketika masyarakat sekitar menciptakan narasi horor dengan memberi nama rumah milik Moh. Rasjidi dengan sebutan “Rumah Pocong Sumi”.
Narasi horror ini pun tersebar kemana-mana, hingga mengundang banyak perhatian tim supranatural yang eksis dalam media sosial seperti, Youtube, dan Instagram.
Oleh sebab itu saat ini rumah Moh. Rasjidi terkenal sebagai rumah hantu yang menyeramkan. Padahal secara historiografi rumah ini menyimpan banyak kenangan sejarah yang membentuk pribadi Moh. Rasjidi menjadi seorang intelektual Islam. (Erik/R7/HR-Online/Editor-Ndu)