Sejarah perang Hunain penting untuk diketahui. Perang Hunain adalah salah satu sejarah peperangan terbesar yang diikuti Rasulullah dan sahabatnya. Kala itu, umat Islam menghadapi pertempuran paling berbahaya yang bernama perang Hunain.
Perang Hunain merupakan salah satu pertempuran yang terjadi antara pihak umat Islam dari Madinah dengan kaum Badui. Peperangan ini terjadi pada 630M di Hunain, dekat Thaif di Jazirah Arab. Pertempuran tersebut terjadi ketika kaum muslimin melakukan perjalanan menuju ke Mekkah.
Tujuan umat Islam ke Mekkah yaitu untuk menaklukkan serta mengajak kaum Quraisy agar mau memeluk agama islam. Namun sayangnya, di tengah perjalanan kaum Badui menghadang kaum muslimin.
Baca Juga: Kisah Qabil dan Habil, Pembunuhan Pertama di Muka Bumi!
Sejarah Perang Hunain dan Penyebabnya
Sebagaimana yang Anda ketahui, perang Hunain merupakan pertempuran antara Rasulullah SAW beserta para pengikutnya melawan suku Badui yang berasal dari Bani Hawazin serta Tsaqif.
Peperangan yang juga terkenal sebagai perang Hawazin ini terjadi di Hunain. Hunain sendiri merupakan sebuah lembah yang terletak kira-kira 12 mil dari Mekkah.
Pertempuran besar ini terjadi pada 8 Hijriyah atau 630 Masehi. Perang Hunain berakhir dengan kemenangan umat Islam.
Sesudah Rasulullah SAW berhasil menaklukkan Mekkah, maka pembesar Hawazin dan juga Tsaqif merasa cemas kabilahnya bakal menjadi target berikutnya.
Hawazin sendiri merupakan nama dari suatu kabilah besar di Arab kala itu. Kabilah tersebut terdiri dari banyak suku.
Oleh sebab itu, mereka mempunyai rencana untuk menyerang Nabi Muhammad SAW terlebih dahulu sebelum Rasulullah menyerang kaumnya.
Sementara itu, ada juga yang menuturkan bahwasanya suku yang masih melakukan perlawanan terhadap Rasulullah SAW di pertempuran Hunain ini sudah bersiap, sebelum Pembebasan Makkah atau Fathu Makkah terjadi.
Malik bin Auf salah seorang Bani Nadhir merupakan pemimpin musuh umat Islam pada saat perang Hunain. Adapun yang turut menyertainya adalah Bani Sa’ad bin Bakar dan juga Duraid bin Ash-Shimmah dari Bani Judzam.
Persiapan Perang Hunain
Persiapan pertempuran merupakan permulaan adanya sejarah perang Hunain. Malik bin Auf sebagai pemimpin perang memerintahkan untuk membawa harta-benda, hewan ternak, kaum hawa, dan juga anak-anak ke medan peperangan.
Hal tersebut memiliki tujuan supaya balatentara tidak lari meninggalkan medan pertempuran pada saat keadaan sudah membaik. Jumlah bala tentara atau orang-orang yang terhimpun dari pihak kaum musyrikin diprediksi sampai dengan 30.000 tentara.
Akan tetapi, ada juga yang mengatakan bahwa kekuatan kaum musyrikin hanya berkisar 20.000 orang saja. Sementara itu, dari pihak Rasulullah SAW beserta para sahabatnya terkumpul sebanyak 12.000 tentara.
Mereka terbagi atas, 10.000 orang asalnya dari Madinah. Sedangkan yang 2.000 tentara lainnya merupakan kumpulan orang yang baru memeluk agama Islam ketika terjadi peristiwa Fathu Makkah.
Nabi Muhammad SAW mengirimkan Abdullah bin Abu Hadrad Al-Aslami yang merupakan seorang sahabatnya, guna memata-matai strategi musuh. Abdullah juga memperoleh sebuah informasi bahwasanya pihak kaum musyrikin bakal melakukan penyerangan terlebih dahulu secara serentak.
Nah, di waktu yang bersamaan, Malik bin Auf pun juga meminta untuk mengirimkan mata-mata guna mengamati pergerakan Nabi Muhammad SAW.
Baca Juga: Hassan bin Tsabit, Penyair Kesayangan Nabi Muhammad SAW!
Jalannya Perang Hunain
Sejarah perang Hunain selanjutnya adalah jalannya pertempuran besar di dalam perjalanan Islam ini.
Pada saat Rasulullah SAW beserta semua bala tentaranya mendekati lokasi perang Hunain, pihak musuh yang sudah menanti dengan cara bersembunyi di celah-celah lembah, langsung menyergap memberi serangan.
Pasukan Rasulullah SAW alias kaum muslimin mampu menangkis serangan tersebut sampai pihak musuh lari kalang-kabut. Akan tetapi, tentara muslim terburu-buru untuk menjarah harta rampasan perang.
Dengan begitu, kaum musyrikin mempunyai peluang untuk menghujani pasukan muslim dengan anak panah.
Nah, serangan anak panah tersebut menjadikan tentara Nabi Muhammad SAW tercerai-berai, sehingga mereka memilih untuk mundur. Namun, Rasulullah SAW bersama sejumlah pengikut setianya tetap tidak merasa gentar.
Hingga pada akhirnya, pihak kaum muslim kembali bersatu serta benar-benar menyerang musuh sebagaimana titah Nabi Muhammad SAW. Umat muslim berhasil memenangkan perang Hunain di bawah pimpinan Rasulullah SAW.
Sesudah kalah di dalam pertempuran Hunain, kaum musyrikin melarikan diri ke 3 arah yang berbeda. Sebagian menuju ke Thaif, sebagian pergi ke Authas, dan segolongan ke Nakhlah. Sementara itu sisanya memeluk agama Islam.
Baca Juga: Kisah Raja Zulkarnain Adil dan Bijaksana Pembuat Tembok dari Besi
Pembagian Harta Rampasan Perang
Sejarah perang Hunain melewati masa-masa yang mencekam di medan pertempuran. Hingga akhirnya umat Islam berhasil memenangkan peperangan besar ini.
Sesudah perang berakhir, tidak sedikit kaum musyrikin yang berhasil jadi tawanan umat muslim. Termasuk para kaum hawa yang jumlahnya hingga mencapai 6.000 orang.
Para tawanan akhirnya dibebaskan usai delegasi dari Hawazin menemui Nabi Muhammad SAW. Selain itu, kaum muslim juga memperoleh 24.000 ekor unta, lebih dari 40.000 ekor kambing, serta 4.000 uqiyah uang perak.
Rasulullah SAW membagikan harta rampasan perang tersebut dengan adil terhadap para bala tentara maupun orang-orang.
Nah, seperti itulah sejarah perang Hunain. Pertempuran besar yang berhasil dengan kemenangan telak untuk kaum muslim ini juga disebutkan di dalam Al Quran. (R10/HR-Online)