Sabtu, April 5, 2025
BerandaBerita TerbaruProfil Sudisman, Petinggi PKI Satu-satunya yang Diadili Mahmilub

Profil Sudisman, Petinggi PKI Satu-satunya yang Diadili Mahmilub

Catatan sejarah Indonesia merekam peristiwa yang langka. Profil Sudisman yang merupakan satu-satunya petinggi Partai Komunis Indonesia (PKI) yang diadili di Mahkamah Militer Luar Biasa (Mahmilub).

Sudisman juga terkenal sebagai tokoh komunis di Indonesia yang militan. Semangat solidaritas dalam kerja politiknya tinggi. Oleh sebab itu Sudisman tak gentar sama sekali saat diadili oleh Mahmilub dengan vonis terberat: Hukuman Mati.

Jiwa militan dalam PKI tak membuatnya kabur dan melarikan diri seperti teman-teman lainnya di Politbiro. Aidit, dan Njoto salah satu kawan partainya yang kabur.

Sudisman membuktikan loyalitas partainya yang tinggi. Meskipun harus hancur (menerima vonis hukuman mati), hatinya percaya Ia telah memperjuangkan rakyat kendati harus mati sekalipun.

Baca Juga: Profil Njoto, Wakil Ketua PKI yang Dipecat Akibat Perselingkuhan

Sebab menurutnya pengadilan Mahmilub itu adalah risiko, sebab resiko dari pejuang rakyat sejati hanya ada dua kemungkinan: menang bahagia atau bahagia meskipun kalah, dan mati.

Sudisman diadili Mahmilub di gedung Bappenas. Mantan petinggi PKI ini dieksekusi pada bulan Oktober 1968. Tepat setahun setelah pengadilan memutuskan vonis mati pada tahun 1967.

Profil Sudisman, Sejak Kecil Terlatih Hidup Mandiri dan Penuh Konsekuensi

Sudisman lahir di Jember pada tahun 1920. Ia juga merupakan salah satu tokoh PKI yang satu daerah dengan Njoto mantan Wakil Ketua PKI yang dipecat akibat perselingkuhan.

Sejak kecil Sudisman terlatih hidup mandiri dan penuh dengan konsekuensi. Ayahnya yang berasal dari golongan petani membiasakan Sudisman harus mandiri sejak kecil.

Oleh sebab itu sejak Sudisman sekolah di Hogere Burgerschool (HBS) di Surabaya, Ia sambil nyambi berjualan makanan. Selain itu ketika lulus dari HBS, Sudisman melanjutkan pendidikannya di Algemene Middelbare School (AMS).

Ada yang menarik ketika Sudisman lulus dari (AMS). Menurut kesaksian teman-temannya, Sudisman pernah menjadikan lembar ijazah (AMS) menjadi alas berjualan dendeng di pasar.

Peristiwa ini merupakan ungkapan kekecewaan Sudisman pada sistem pendidikan kolonial. Dengan menjadikan lembar ijazah (AMS) menjadi alas dendeng, Ia berjanji tidak akan menggunakan legalitas sekolah kolonial untuk mendapatkan pekerjaan.

Baca Juga: Profil Njono Prawiro, Gembong PKI Asal Cilacap yang Divonis Mati

Oleh sebab itu Sudisman kemudian bergabung dengan organisasi buruh dan memilih menjadi aktivis pergerakan, daripada bekerja menjadi pegawai pemerintah kolonial. Sikap ini merupakan salah satu hasil didikan keras kehidupannya sejak kecil.

Bergabung dengan Partai Komunis Indonesia (PKI)

Menurut Benedict Anderson dalam ”Revolusi Pemoeda” (1989), gerakan awal Sudisman dalam PKI bermula saat namanya ada dalam daftar anggota organisasi Persatuan Pemuda Indonesia Surabaya (Perpis) pada tahun 1939.

Sudisman tampil sebagai pemuda yang revolusioner di Surabaya. Namanya kerap muncul dengan Njoto sesama pemuda revolusioner, terutama saat merebut gudang-gudang peluru milik Jepang di kota pahlawan tersebut.

Pergaulan Sudisman dalam organisasi pergerakan pemuda di Surabaya mengantarkan dirinya maju dan bergabung dengan PKI ilegal pada tahun 1948. Hary A. Poeze dalam ”Madiun 1948: PKI Bergerak” (2011) mengatakan, Sudisman sempat andil dalam peristiwa Madiun 1948.

Namun Sudisman lolos dan berhasil menghindari penangkapan militer pada tahun 1949. Nama Sudisman kembali muncul pada tahun 1955. Tepat ketika PKI bangkit dari keterpurukan akibat peristiwa Madiun 1948.

PKI menjadi partai besar yang mampu bersaing dengan PNI, NU, dan Masyumi. Pada tahun 1955 Sudisman mulai berkontribusi membangun PKI bersama D.N. Aidit, Njoto, dan M.H. Lukman.

Hingga pada tahun 1960-an Sudisman terkenal sebagai nama besar dalam petinggi PKI. Meskipun namanya sudah tinggi, Sudisman tetap menjadi profil pribadi yang humble. Tak jarang banyak rival politiknya yang juga segan pada Sudisman.

Adapun peristiwa ini sebagaimana digambarkan oleh Soe Hok Gie dalam ”Orang-orang Dipersimpangan Kiri Jalan” (1997).

Baca Juga: Profil dr Soebandrio: Tangan Kanan Sukarno, Gagal Dihukum Mati

Petinggi PKI Satu-satunya yang Diadili Mahmilub

Kehidupannya yang keras dan sejak kecil sudah terlatih mempertanggungjawabkan segala yang telah diperbuat, mengantarkan Sudisman sebagai petinggi PKI satu-satunya yang berhasil ditangkap, dan diadili oleh Mahkamah Militer Luar Biasa (Mahmilub).

Mahmilub mengadili Sudisman pada bulan Juli 1967. Kala itu tempat pengadilan Mahmilub di gedung Bappenas. Saat ini gedung tersebut terletak di Jalan Imam Bonjol, Menteng Kota, Jakarta Pusat.

Peristiwa pengadilan Sudisman di Mahmilub membuat titik terang latar belakang peristiwa G30S/PKI 1965 terjadi. Sebab Sudisman mendapatkan kesempatan untuk berbicara dan membela diri dari tuduhan-tuduhan yang tidak bertanggung jawab.

Meskipun demikian pembelaannya ditolak dan tidak dipertimbangkan oleh Ketua Mahmilub. Akibatnya pada tahun 1967 Mahmilub memutuskan Sudisman sebagai tersangka kuat yang divonis hukuman mati.

Kendati harus dihukum mati Sudisman tetap teguh pada perjuangannya. Tak sedikit pun hati Sudisman bergetar, bahkan dengan rendah hati dan kebijaksanaannya, Sudisman sempat meminta maaf pada seluruh rakyat Indonesia atas apa yang terjadi pada tahun 1965.

Menurut Guy. J. Pauker dalam ”The Rise and Fall of The Communist Party of Indonesia” (1969) tak lama setelah permintaan maaf itu terlontar dari mulut Sudisman, mantan petinggi PKI ini dieksekusi pada bulan Oktober 1968. (Erik/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Sejarah Tumenggung Kopek, Jejak yang Penuh Misteri

Sejarah Tumenggung Kopek, Jejak yang Penuh Misteri

Tidak semua tokoh besar mendapat tempat dalam buku sejarah Indonesia. Beberapa nama tetap hidup melalui cerita lisan yang diwariskan turun-temurun. Sejarah Tumenggung Kopek adalah...
Nissan Micra EV 2025, Transformasi Ikonik ke Era Listrik

Nissan Micra EV 2025, Transformasi Ikonik ke Era Listrik

Nissan baru saja memperkenalkan generasi terbaru dari Nissan Micra EV 2025. Mobil Nissan terbaru tersebut kini bertransformasi menjadi kendaraan listrik sepenuhnya. Nissan Micra atau...
Pemandian Air Panas

Menikmati Wisata Pemandian Air Panas Cileungsing Sumedang Saat Libur Lebaran

harapanrakyat.com,- Obyek wisata Pemandian Air Panas Cileungsing di Cilangkap, Kecamatan Buahdua, Sumedang, Jawa Barat, kembali menarik ribuan wisatawan pada libur Lebaran 2025. Destinasi wisata ini...
Obyek Wisata Sepi Pengunjung

Obyek Wisata Sepi Pengunjung Saat Libur Lebaran, Wali Kota Banjar: Perlu Ada Perubahan

harapanrakyat.com,- Wali Kota Banjar, Jawa Barat, Sudarsono, menanggapi perihal sejumlah obyek wisata sepi pengunjung pada momen libur Lebaran 2025. Sudarsono mengatakan, Pemerintah Kota Banjar ke...
Ulefone Armor 30 Pro Rilis dengan Inovasi dan Fitur Canggih

Ulefone Armor 30 Pro Rilis dengan Inovasi dan Fitur Canggih

Ulefone baru saja merilis Armor 30 Pro, sebuah smartphone tangguh yang menggabungkan daya tahan luar biasa dengan teknologi terkini. Dirancang khusus untuk pengguna yang...
Pergerakan Tanah di Neglasari

Pergerakan Tanah di Neglasari Ciamis, Sejumlah Rumah dan Jalan Desa Alami Kerusakan

harapanrakyat.com,- Akibat adanya pergerakan tanah di Neglasari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, beberapa rumah warga mengalami kerusakan. Selain itu, ruas jalan desa juga mengalami...