Profil Eddy Gombloh merupakan aktor legendaris tahun 1970-an. Salah satu alasan tenarnya nama lucu tersebut karena memerankan peran utama film komedi berjudul Tiga Janggo (1976).
Aktor komedi senior bertubuh tambun ini kerap disandingkan dengan Benyamin Sueb. Banyak penonton yang menyukai laga akting dua komedian, apalagi ditambah pemain satunya bernama Dul Kamdi.
Selama hidupnya, Eddy Gombloh termasuk seniman komedi yang produktif. Hal ini tercermin dari daftar judul karya filmnya yang seluruhnya ada 33 film.
Berdasarkan literasi dari berbagai sumber, selain tumbuh menjadi seniman produktif nama Eddy Gombloh juga termasuk aktor dengan bayaran honor termahal pada zamannya.
Baca Juga: Riwayat Hidup Didi Petet, Aktor yang Asalnya Pemain Pantomim
Lantas bagaimana sejarah hidup Eddy Gombloh si komedian paling laris tahun 1970-an ini. Selengkapnya silahkan simak penjelasan berikut di bawah ini.
Profil Eddy Gombloh: Seniman Kawakan Asal Kota Gudeg, Yogyakarta
Eddy Gombloh memiliki nama asli Supardi. Ia lahir di Kota Gudeg, Jogjakarta pada tanggal 17 Agustus 1941.
Tepat ketika Hindia Belanda menjelang masuk pada masa transisi perpindahan pemerintahan ke pendudukan Jepang pada tahun 1942.
Oleh sebab itu Eddy Gombloh sejak kecil berada dalam keluarga yang sederhana, dan serba kesulitan akibat keadaan Perang Dunia II sedang berkecamuk.
Kendati pun kesulitan secara ekonomi, Eddy Gombloh tumbuh menjadi dewasa yang bugar. Kesehatan tubuh Eddy tercermin dari bentuk body-nya yang tambun. Dari postur tubuh yang tambun ini menurutnya nama seorang Eddy Gombloh bisa jadi artis.
Nama Eddy Gombloh sebetulnya sebutan ketika Ia sedang berlaga di panggung komedi. Sehari-hari di kampungnya Eddy tetap dipanggil Supardi.
Menurut Eddy nama panggung itu perlu. Sebab jika dirinya tetap menggunakan nama Supardi ketika menjadi komedian, nampaknya terlalu formal dan justru bisa membuat penonton tegang mendengarnya.
Baca Juga: Profil Bing Slamet, Komedian dan Agitator Revolusi Zaman Jepang
Eddy Gombloh juga mengungkapkan pertama kali Ia masuk menjadi seniman komedi karena bertemu dengan Benyamin Sueb. Pertemuan ini ketika Eddy dan Benyamin mengisi acara lawakan di Kodam V Jakarta tahun (1970).
Membentuk Grup Komedi Trio Kambing
Ketika perkenalannya dengan Benyamin Sueb semakin dekat, Eddy Gombloh diajak gabung oleh seniman Betawi asli ini dalam grup komedi Trio Kambing bersama Dul Kamdi.
Trio Kambing mendadak jadi sorotan penonton remaja Ibukota, khususnya anak-anak muda yang cinta dengan komedi.
Berbarengan dengan bergabungnya Eddy Gombloh dengan Trio Kambing, Benyamin dengan Dul Kamdi juga ikut terangkat namanya sebagai komedian terlucu tahun itu.
Alhasil grup komedi Trio Kambing menjadi laris. Banyak kantor media, dan televisi mengundang mereka tampil. Nama Eddy Gombloh semakin banyak dikenal publik melalui film-film komedi legendarisnya seperti Tiga Janggo (1976).
Eddy Gombloh juga mengaku kalau dirinya sudah kenal Benyamin Sueb semenjak aktor hebat pemeran Babeh dalam si Doel Anak Sekolahan itu belum “jadi apa-apa”. Benyamin saat itu masih berjuang dari nol, belum menjadi bintang seperti sekarang.
Jika membahas ini Eddy kerap bersedih hati. Sebab Ia sering merindukan momen manggung bareng bersama dengan teman-teman “Seperkomediannya” itu, karena menurutnya mereka bisa membangun nama Eddy Gombloh menjadi seorang artis legendaris hingga saat ini.
Baca Juga: Profil Pelawak Ateng, Komedian Keturunan Tionghoa Pertama di Indonesia
Bermain di Film Warkop DKI: Jadi Supir Taksi
Menurut Rudy Badil dalam buku ”Warkop: Main-main Jadi Bukan Main” (2010), nama panggung Eddy Gombloh semakin mengudara tatkala bermain dengan Film Warkop menjadi supir taksi.
Uniknya film Warkop DKI selalu menempatkan peran Eddy Gombloh menjadi supir. Misalnya Eddy Gombloh dalam film Mana Tahan (1979), Ge’er: Gede Rasa (1980), dan Manusia 6000 Juta Dolar (1981).
Menurut sutradara Nawi Ismail, peran Eddy Gombloh menjadi supir pas dengan postur dan gayanya necis. Pernyataan itu tepat, para penonton merasa terhibur dengan peran Eddy Gombloh saat menjadi supir dengan akting yang lucu, kebodoh-bodohan.
Profil Eddy Gombloh dalam film Warkop DKI tidak terlupakan. Sebab karena perannya menjadi supir dalam film-film Warkop DKI, seluruh personil lawakan legendaris Indonesia yang terdiri dari: Dono, Kasino, dan Indro ini laris manis di pasaran.
Sebagaimana pengalamannya dengan Benyamin Sueb, aktor utama pemeran film Tiga Janggo (1976) ini mengaku sangat dekat dengan seluruh personil Warkop DKI.
Menurutnya semua aktor Warkop DKI baik, dan rendah hati. Tidak mencerminkan senioritas, apalagi sombong-sombongan prestasi, semuanya rata. Oleh sebab itu Eddy Gombloh selalu nyaman apabila berperan bareng dalam film Warkop DKI.
Kini Eddy Gombloh sudah meninggal dunia. Pria kelahiran Yogyakarta itu wafat pada tanggal 4 Agustus 2022 akibat penyakit komplikasi yang dideritanya, pasca terserang Covid-19 pada tahun 2021. (Erik/R7/HR-Online/Editor-Ndu)