Profil Charles Tambu tak banyak terdengar sebagai Pahlawan Pejuang Kedaulatan RI di PBB. Padahal kiprahnya dalam peristiwa ini begitu besar, dan berarti bagi perjuangan Republik Indonesia dalam memperoleh dukungan merdeka dari dunia Internasional.
Charles Tambu tercatat sebagai seorang Diplomat Indonesia di PBB yang berasal dari bangsa Asing. Charles merupakan imigran dari Tamil Srilanka yang sejak kecil sudah bergaul bersama pribumi di Hindia Belanda.
Akibat pergaulannya dengan anak-anak pribumi, masa kecilnya di Hindia Belanda kemudian membentuk Charles peka terhadap persoalan-persoalan yang sedang melanda bangsa Indonesia dalam memperoleh kedaulatan di meja Internasional.
Baca Juga: Profil Soedjatmoko, Anggota Konstituante yang Bikin Jengkel Sukarno
Charles yang pernah bersekolah di Perguruan Tinggi terkemuka di Inggris lantas membantu diplomat Indonesia yang memperjuangkan kedaulatannya di PBB tahun 1947. Namanya tercatat menjadi tamu penting PBB perwakilan Srilanka untuk Indonesia.
Profil Charles Tambu, Diplomat Asing Pembela Indonesia di PBB
Menurut berbagai literasi, profil Charles Tambu lahir pada tahun 1907 di Tamis Srilanka. Kedatangan Charles Tambu ke Hindia Belanda karena ikut dengan ayah dan ibunya yang melakukan migrasi untuk mencari kehidupan yang lebih layak.
Sebagai anak-anak yang dibawa menyeberang ke Hindia Belanda dengan harapan memiliki kehidupan lebih layak, Charles Tambu akhirnya tumbuh menjadi dewasa yang jatuh cinta dengan Indonesia.
Seluruh kekayaan Indonesia, Alam, Budaya, dan Sosial begitu diminati oleh Charles. Saat keluarga Charles menyekolahkan anaknya ke Inggris, Indonesia masih menjadi negara idaman, dan menyimpan banyak kenang-kenangan indah bagi Charles.
Ketika Charles selesai studi dari Inggris, Indonesia saat itu sedang mengalami kesulitan. Pelanggaran HAM yang dilakukan Belanda terjadi pada tahun 1947. Akibatnya Sutan Sjahrir, Agus Salim, Soedjatmoko, dan Sumitro Djojohadikusumo menempuh diplomasi dengan negara-negara Barat dalam PBB.
Sebagai kawan lama Sjahrir dan Hatta, Charles Tambu memiliki tugas dalam kongres PBB ini sebagai pencatat diskusi kedaulatan Indonesia di PBB sampai selesai.
Buku ”Kumpulan Tulisan Tentang Sutan Sjahrir” yang ditulis oleh Sabam Siagian menyebut Charles yang lulusan Perguruan Tinggi terkemuka di Inggris ini begitu lancar mencatat dan menyimpulkan isi diskusi Sjahrir di PBB.
Baca Juga: Profil Djuanda Kartawidjaja, Pahlawan Nasional dari Tasikmalaya
Alhasil Sjahrir pun memetik poin-poin penting dalam pidato pembelaan di PBB, dan merumuskan kesimpulan yang berisi tujuan Indonesia mendatangi PBB.
Karena terstruktur dan runtut, Sjahrir pun berhasil mematahkan satu persatu omongan delegasi Belanda yang berusaha membatalkan Indonesia merdeka sejak tahun 1947-1949.
Membela Indonesia di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
Dalam madjalah Merdeka berjudul, ”Charles Tambu: Turunan Asing Tapi Djiwanya Indonesia”, (No. 43, th. II, 22 Oktober 1949) menyebut Charles Tambu mantan imigran gelap dari Srilanka, secara tabah dan ikhlas membela kedaulatan Indonesia di PBB tahun 1947.
Perjuangan Charles Tambu di PBB untuk mempertahankan pemerintah Indonesia yang baru merdeka 17 Agustus 1945, berujung pemberian hadiah paspor Indonesia dari Presiden Sukarno secara gratis.
Artinya Paspor yang diberikan presiden RI pertama ini berlaku selama Charles Tambu betah di Indonesia. Sukarno juga sangat berterima kasih pada Charles Tambu karena sebagai orang Asing minatnya tinggi dalam mendukung Indonesia menjadi negara yang merdeka.
Karena Charles juga merupakan teman-teman Sjahrir, Hatta, dan Sukarno sendiri pada masa Jepang. Pada tahun 1947-1953 Sukarno mempercayakan jabatan Konsul Jenderal Indonesia di Manila dipegang oleh Charles Tambu.
Maka dari itu, Charles juga kerap dikenal sebagai orang Asing yang dipercaya oleh bangsa Indonesia. Sukarno, Hatta, dan Sjahrir melihat kejujuran Charles Tambu yang dalam. Mereka percaya Charles orang baik dan tidak mungkin merugikan kedaulatan RI.
Menjadi Sorotan Positif Dunia Internasional
Kehadiran Charles Tambu sebagai bagian dari perwakilan Indonesia di PBB telah menjadi sorotan positif bagi dunia Internasional. Pasalnya duduknya Charles di PBB menyimbolkan dukungan Srilanka untuk Indonesia memperoleh kedaulatannya.
Baca Juga: Sutan Syahrir, Pemuda Radikal yang Mendesak Proklamasi
Karena peristiwa ini banyak media yang menyoroti Charles Tambu sebagai seorang asing yang pertama membela kedaulatan RI di PBB (1947). Saat itu juga Charles Tambu tampil jadi orang asing yang dihormati bangsa Indonesia.
Apabila pada zaman kolonial Hindia Belanda keluarga Tambu direndahkan Belanda sebagai “Imigran Gelap dari Ceylon”, maka kali ini berbalik. Keluarga Tambu justru bangga akibat anaknya berperan aktif akibat memperjuangkan kedaulatan RI di PBB.
Seluruh bangsa Indonesia menghargai jasa-jasa Charles Tambu. Fotonya pun kerap muncul dalam pelajaran-pelajaran sejarah. Namun sayang tak banyak narasi sejarah mengenai Charles Tambu.
Nama Charles Tambu dikenang sebagai tokoh pejuang kedaulatan RI di PBB. Selain menjadi tokoh kedaulatan RI di PBB, Charles Tambu juga dimanifestasikan jadi figur Asing yang rendah hati, dan banyak dihargai karena jasa-jasanya yang berarti bagi bangsa Indonesia. (Erik/R7/HR-Online/Editor-Ndu)