harapanrakyat.com,- Petani bawang merah di Panawangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, terancam gagal panen akibat tingginya curah hujan yang terjadi akhir-akhir ini. Jika terlalu banyak air, tanaman ini akan layu dan membusuk. Petani bawang merah pun tidak bisa memanen hasil dari tanaman tersebut.
Kondisi seperti itu dialami para petani bawang merah di Desa Mekarbuana, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
Usep, salah seorang petani bawang merah di Desa Mekarbuana, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, mengatakan, seringnya turun hujan pada malam hari menyebabkan tanaman bawang merah mudah terkena penyakit.
“Perubahan cuaca sangat mempengaruhi terhadap kualitas tanaman. Curah hujan tinggi mengakibatkan daun tanaman menjadi layu. Karena bawang merah cocok pada musim kemarau. Jika kebanyakan air, tanaman layu dan membusuk sebelum dipanen,” tuturnya, Kamis (24/11/2022).
Baca Juga: Harga Jual Anjlok, Petani Bawang Merah di Ciamis Merugi Hingga Puluhan Juta
Menurut Usep, meskipun sudah melakukan antisipasi dengan penyemprotan fungisida, tapi kalau setiap hari turun hujan maka upaya tersebut tidak akan membuahkan hasil.
Terlebih kondisi daun tanaman sudah layu, sehingga akan sulit untuk disembuhkan. Pada akhirnya tanaman mati dan buahnya membusuk. Jika demikian, petani bawang merah akan mengalami kerugian akibat gagal panen.
“Tanaman bawang merah sangat rentan terhadap curah hujan yang tinggi. Kalau terendam air terus bisa busuk. Sehingga kualitas dan produksi jadi menurun,” terangnya.
Usep menambahkan, usia tanaman bawang merah yang baru 45 hari apabila sering diguyur hujan, otomatis petani bawang merah terancam gagal panen dan merugi. (Dji/R3/HR-Online/Editor-Eva)