Nabi yang merawat Maryam binti Imran perlu kita ketahui. Ya, kisah nabi yang mengasuh atau merawat Maryam binti Imran termasuk pengetahuan Islam. Maryam binti Imran merupakan salah satu dari 4 wanita yang dirindukan surga.
Ia lahir di Nashirah, Nazareth, Palestina. Ibu Maryam bernama Hannah binti Faqudz yang merupakan istri Ali Imran bin Matsan. Dari garis ayahnya, leluhur Maryam binti Imran sampai pada Nabi Daud AS.
Sementara itu, Hannah merupakan seorang adik dari istri Zakaria. Dengan begitu Maryam binti Imran merupakan keponakan Nabi Zakaria AS. Bahkan, nabi Zakaria pernah mengasuh Maryam ketika ia masih kecil.
Baca Juga: Hassan bin Tsabit, Penyair Kesayangan Nabi Muhammad SAW!
Kisah Nabi yang Merawat Maryam binti Imran
Di dalam Al Quran menyebutkan nama Nabi Zakaria AS sebanyak 8x. Berdasarkan riwayat yang ada, ia diangkat menjadi utusan Allah SWT. Tepatnya ketika Nabi Zakaria berumur 90 tahun.
Nabi Zakaria mengemban tugas untuk membimbing kaum Bani Israel di Palestina. Ia memiliki seorang putra, namanya Yahya AS. Sepanjang hidupnya, ia begitu mendambakan seorang putra, agar dapat melanjutkan perjuangannya.
Nabi Zakaria AS memiliki saudara yang namanya Imran dan istrinya bernama Elisabeth. Di dalam satu riwayat lain menuturkan bahwasanya istrinya bernama Al-Yashbi, yang mana iamasih berada di dalam keturunan dari Nabi Harun AS.
Allah Mengutus Zakaria Menjadi Nabi
Allah SWT kemudian mengutus Zakaria AS ini untuk menjadi seorang nabi. Nabi Zakaria AS senantiasa berdoa siang dan malam memohon kepada Allah SWT.
Ia mengharapkan seorang putra. Agar nantinya dapat melanjutkan dakwahnya terhadap kaum Bani Israel.
Pasalnya, nabi yang merawat Maryam binti Imran ini merasa khawatir terhadap keadaan kaum Bani Israel kala itu.
Nabi Zakaria AS sangat cemas apabila pada suatu hari nanti kaum Bani Israil bakal kembali pada cara hidup mereka sebelumnya. Ya, sebelumnya kaum Bani Israil hidup dengan penuh kemaksiatan dan juga kemungkaran.
Apalagi apabila umatnya tersebut akan mengubah isi dari kitab peninggalan Nabi Musa, yaitu kitab Taurat sesuai dengan kehendak mereka sendiri.
Baca juga: Nabi yang Diangkat ke Langit Adalah Isa As Putra dari Maryam
Kisah Nabi Zakaria dan Maryam
Maryam merupakan anak tunggal dari saudara Nabi Zakaria AS, yakni Imran. Imran merupakan seorang tokoh pemuka agama kaum Bani Israil. Di lain sisi, ibunda Maryam masih saudara ipar dengan Nabi Zakaria.
Kisah, ibunda Maryam adalah seorang wanita yang tidak bisa memiliki keturunan. Sehingga, sejak pernikahannya dengan Imran, ia sama sekali belum pernah merasakan kebahagiaan sejati. Sebab, belum dikaruniai anak satupun.
Suatu saat, ia merasa sedih ketika menyaksikan seekor burung memberi anaknya makan. Di lain waktu, ia juga melihat seorang ibu yang sedang mengandung. Hal tersebut lantas memicu kesedihan istri Imran.
Ia menginginkan untuk segera mendapatkan seorang anak. Waktu terus bergulir, usianya juga kian berkurang. Tetapi, Allah belum kunjung mengabulkan keinginannya untuk mempunyai keturunan.
Beribu nasehat maupun berbagai cara sudah ia lakukan. Tetapi tetap saja belum membuahkan hasil. Hingga akhirnya, istri Imran menyadari bahwasanya seluruh daya dan upaya merupakan kehendak Allah.
Sehingga, ia membulatkan niatnya untuk hanya meminta kepada Allah. Ia juga bersujud siang dan malam dengan khusyuk serta kerendahan hati memohon kepada Allah SWT.
Imran pun berjanji serta bernazar kepada Allah apabila permohonannya terkabul, maka ia bakal mengikhlaskan anaknya untuk menjadi penjaga, pelayan, serta mengabdi sepenuhnya di Baitul Maqdis.
Lantaran keikhlasannya, ia sama sekali tidak memiliki rencana mengambil manfaat dari anaknya. Sebagai bentuk keimanan Iman kepada Allah, maka seluruh usaha Imran maupun istrinya pun tidak sia-sia.
Allah SWT sudah menerima permohonan yang telah ditetapkan di Lauhul Mahfudz. Bahwasanya bakal lahir seorang nabi besar keturunan Imran.
Lahirnya Maryam
Menyaksikan karunia tersebut, istri Imran sangat berbahagia. Sebab, keinginan yang selama ini ia impikan akhirnya terkabul.
Tetapi, semua itu tidak seperti harapan istri Imran. Ia kembali mendapatkan cobaan, yang mana Allah SWT memanggil suaminya tercinta sebelum anaknya lahir.
Tak selang berapa lama, ia pun melahirkan. Tetapi bayi yang lahir tak sesuai dengan harapannya. Lantaran bayi tersebut sosok wanita yang kemudian diberi nama Maryam.
Sesudah Maryam binti Imran diserahkan ke Baitul Maqdis, terjadilah perebutan pengasuh dan perawat Maryam oleh para rahib. Menyaksikan keadaan yang kian ricuh, maka terjadi proses pengundian untuk hak asuh Maryam binti Imran.
Hingga akhirnya, undian tersebut jatuh pada NAbi Zakaria. Seperti yang sudah Allah janjikan kepada ibundanya, bahwa Zakaria AS menjadi nabi yang merawat Maryam binti Imran.
Baca Juga: Maryam Binti Imran, Wanita Salihah yang Menjadi Teladan
Nabi Zakaria AS Mengasuh Maryam binti Imran
Nabi Zakaria AS sangat bersyukur dan berbahagia lantaran dapat merawat Maryam dengan sah. Apapun yang terjadi Nabi Zakaria bakal melindungi serta merawat Maryam.
Mengingat Maryam merupakan anak dari saudaranya sendiri. Di lain sisi, Nabi Zakaria juga belum memiliki keturunan. Ia pun sangat bersabar agar Allah segera menganugerahinya putra.
Nabi Zakaria AS juga menganggap Maryam binti Imran sebagai putrinya sendiri. Bahkan, setiap waktu ia senantiasa menjenguk demi menyaksikan kondisi dan mengurus semua keperluan keseharian Maryam.
Nabi Zakaria AS tak pernah lalai sedikitpun di dalam mengemban amanahnya. Kasih sayang dan rasa cintanya pada Maryam sangat luar bisa. Bahkan saat ia mengetahui bahwa Maryam bukanlah seperti perempuan pada umumnya.
Nabi yang merawat Maryam binti Imran ini juga hormat serta takzim terhadap Maryam. Sebab, Maryam merupakan perempuan pilihan Allah yang diberi amanat dan kedudukan mulia di masa mendatang. (R10/HR-Online)